Demi Stabilitas Harga Pangan, Kementan Hadirkan TTI

Fabiola Febrinastri

Kamis, 27 September 2018 | 12:46 WIB
Demi Stabilitas Harga Pangan, Kementan Hadirkan TTI
Toko Tani Indonesia (TTI) yang dibangun Kementan sejak 2016. (Dok: Kementan)

Suara.com - Salah satu masalah dalam memenuhi kebutuhan pangan masyarakat adalah masih panjangnya mata rantai distribusi pangan. Hal ini menyebabkan harga pangan tidak stabil, bahkan cenderung meningkat, sehingga mempengaruhi daya beli masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pangannya.

Panjangnya mata rantai distribusi tidak bisa dibiarkan begitu saja. Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian (Kementan), sejak 2016 menginisiasi upaya memotong mata rantai distribusi pangan dengan membangun Toko Tani Indonesia (TTI).

"Dengan demikian, TTI sudah memasuki tahun ketiga, yang kini sudah berkembang menjadi 3.655 TTI yang tersebar di 31 provinsi," ujar Kepala BKP, Badan Agung Hendriadi.

Ia menjelaskan, kegiatan ini bertujuan untuk (1) mendukung stabilisasi pasokan dan harga pangan; (2) menyerap produk pertanian nasional, khususnya bahan pangan pokok dan strategis;  (3) memberikan kemudahan akses dan meningkatkan daya beli masyarakat terhadap bahan pangan pokok dan strategis.

Namun yang lebih penting, tambahnya, TTI dapat memotong mata rantai distribusi menjadi 3 - 4 titik, yaitu petani yang tergabung dalam Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) kepada TTI, dan TTI menjual langsung kepada konsumen.

Untuk memudahkan masyarakat mengenal TTI, tentu perlu strategi pemasaran yang baik. Untuk itu, TTI hadir dengan icon gambar petani dengan label "Beras Segar" di kemasan muka, untuk membedakannya dengan kemasan beras umum yang dijual di pasar.

Secara operasional, kegiatan ini melibatkan produk petani yang dibeli oleh Gapoktan dengan harga wajar, kemudian disortasi, dikemas, dan didistribusi langsung menjadi beras segar ke pedagang TTI di pasar atau daerah konsumen yang menjadi barometer fluktuasi harga, dengan harga di bawah harga eceran tertinggi/harga pasar.

"Petani yang tergabung dalam Gapoktan diajak menjalankan usaha beras dengan pola korporasi, sehingga tidak hanya berbudidaya padi, dan menjalankan manajemen korporasi melalui Gapoktan," terang Agung.

Ia menambahkan, dalam perkembangannya, kehadiran TTI mendapat sambutan positif dari masyarakat, terutama kalangan menengah ke bawah. Harga beras yang dijual TTI ke konsumen terjangkau dan berkualitas, yaitu di kisaran Rp 8.500-8.800/kg di seluruh Indonesia.

baca juga

Kegiatan TTI telah melibatkan 1.399 Gapoktan sebagai pemasok bahan pangan, yang di dalamnya terlibat 125.910 petani dan 3.655 TTI sebagai outlet dalam memasarkan produk petani.

Dari sisi pengendalian harga pangan, TTI telah berkontribusi dalam menstabilkan harga pangan. Hal ini ditunjukkan dengan nilai coefisient variation (CV) di bawah 5 persen sebagai salah satu pengukuran dalam menghitung stabilisasi harga beras.

"Sebelum kegiatan TTI dilaksanakan, nilai CV beras medium sebesar 4,28 persen, sedangkan nilai CV tahun 2016 sebesar 2,59 persen, dan tahun 2017 sebesar 2,61 persen," rinci Agung.

Untuk menjawab tantangan di era digitalisasi dan perdagangan e-commerce, dan memudahkan aksesbilitas masyarakat, terutama perkotaan di wilayah Jabodetabek dalam memperoleh pangan, awal 2018 telah dikembangkan aplikasi e-commerce TTI.

Melalui layanan online berbasis aplikasi, TTI sebagai outlet dapat memesan beras segar langsung kepada Gapoktan.

Meskipun baru berjalan beberapa bulan, antusias Gapoktan dan TTI di Jabodetabek untuk menggunakan e-commerce TTI cukup pesat. Tercatat sudah 273 Gapoktan dan 1.111 TTI ikut serta dalam e-commerce ini.

Sebagai salah satu bentuk transparansi dan akuntabilitas kepada publik, kini telah hadir Sistem Informasi Toko Tani Indonesia (Sitani), yaitu sistem berbasis aplikasi yang dapat diakses melalui website tti.pertanian.go.id.

Aplikasi ini memuat berbagai kegiatan TTI, mulai dari informasi lokasi Gapoktan pemasok dan TTI di seluruh Indonesia, transaksi Gapoktan kepada TTI, transaksi harga dan stok di tingkat TTI, dan lain sebagainya. Ke depan, informasi ini bisa dijadikan business market intelligent.

"Dengan demikian, kehadiran TTI merupakan salah satu instrumen pokok dari kebijakan stabilisasi harga untuk melindungi produsen terhadap adanya kepastian harga dan pasar, memberikan kemudahan aksesbilitas pangan kepada konsumen, dan mengendalikan inflasi," tutup Agung.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Gagal Bayar Pinjol Meningkat, Masyarakat Diduga Terpaksa Berutang untuk Biaya Hidup

Gagal Bayar Pinjol Meningkat, Masyarakat Diduga Terpaksa Berutang untuk Biaya Hidup

News | Minggu, 25 Oktober 2026 | 12:08 WIB

Prabowo Dinilai Sukses Perkuat Sektor Pangan, Tapi Harga Masih Belum Terjangkau

Prabowo Dinilai Sukses Perkuat Sektor Pangan, Tapi Harga Masih Belum Terjangkau

Bisnis | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 19:18 WIB

Demi Jaga Keterjangkauan Harga dan Bahan Pokok, Jateng Telah Gelar 1.724 Gerakan Pangan Murah

Demi Jaga Keterjangkauan Harga dan Bahan Pokok, Jateng Telah Gelar 1.724 Gerakan Pangan Murah

News | Rabu, 21 Oktober 2026 | 14:59 WIB

Harga Cabai Rawit Merah Masih Pedas, Tembus Rp104 Ribu per Kilogram

Harga Cabai Rawit Merah Masih Pedas, Tembus Rp104 Ribu per Kilogram

Bisnis | Rabu, 21 Oktober 2026 | 10:29 WIB

Harga Pangan Hari Ini: Cabai Rawit Merah Masih Tembus Rp100 Ribu per Kilogram

Harga Pangan Hari Ini: Cabai Rawit Merah Masih Tembus Rp100 Ribu per Kilogram

Bisnis | Selasa, 20 Oktober 2026 | 11:18 WIB

Harga Pangan Nasional Hari Ini: Cabai Keriting Tembus Rp126.400 per Kg, Bawang Merah Naik 18 Persen

Harga Pangan Nasional Hari Ini: Cabai Keriting Tembus Rp126.400 per Kg, Bawang Merah Naik 18 Persen

Bisnis | Senin, 19 Oktober 2026 | 10:26 WIB

Bahan Baku Industri Terancam Langka, Ekonom Wanti-wanti Panic Buying

Bahan Baku Industri Terancam Langka, Ekonom Wanti-wanti Panic Buying

Bisnis | Minggu, 18 Oktober 2026 | 16:35 WIB

Harga Makanan dan Minuman Olahan Terancam Naik, Stok Bahan Baku Menipis

Harga Makanan dan Minuman Olahan Terancam Naik, Stok Bahan Baku Menipis

Bisnis | Minggu, 18 Oktober 2026 | 14:47 WIB

Dua Tahun Prabowo-Gibran, Stok Pangan Aman Belum Tentu Harga Murah

Dua Tahun Prabowo-Gibran, Stok Pangan Aman Belum Tentu Harga Murah

Bisnis | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 20:15 WIB

Rata-rata Harga Pangan Naik, Cabai Rawit Merah Masih di Atas Rp100 Ribu/Kg

Rata-rata Harga Pangan Naik, Cabai Rawit Merah Masih di Atas Rp100 Ribu/Kg

Bisnis | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 11:25 WIB

Terkini

68 Ribu UMKM Pasok MBG, Menteri UMKM Sebut Jumlahnya Masih Kurang

68 Ribu UMKM Pasok MBG, Menteri UMKM Sebut Jumlahnya Masih Kurang

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 08:42 WIB

Bukan Sekadar Internet, Digitalisasi Buka Peluang Kolaborasi SMK dengan Industri

Bukan Sekadar Internet, Digitalisasi Buka Peluang Kolaborasi SMK dengan Industri

Tekno | Senin, 26 Oktober 2026 | 08:42 WIB

Pembangunan Stadion Untia Makassar Masuk Tahap Penimbunan Lahan

Pembangunan Stadion Untia Makassar Masuk Tahap Penimbunan Lahan

Sulsel | Senin, 26 Oktober 2026 | 08:34 WIB

Blush On Inez Amaranth Pink Cocok untuk Kulit Undertone Apa? Cek Panduannya

Blush On Inez Amaranth Pink Cocok untuk Kulit Undertone Apa? Cek Panduannya

Lifestyle | Senin, 26 Oktober 2026 | 08:34 WIB

Cara Memblokir Panggilan dan Pesan Spam dari Nomor Tidak Dikenal Secara Otomatis di WhatsApp

Cara Memblokir Panggilan dan Pesan Spam dari Nomor Tidak Dikenal Secara Otomatis di WhatsApp

Tekno | Senin, 26 Oktober 2026 | 08:31 WIB

Ulasan Film Lingsir Wengi: Motel Malioboro, Tembang Mistis Pemanggil Arwah!

Ulasan Film Lingsir Wengi: Motel Malioboro, Tembang Mistis Pemanggil Arwah!

Your Say | Senin, 26 Oktober 2026 | 08:30 WIB

Cara Mengenali Tautan Mencurigakan di WhatsApp agar Terhindar dari Penipuan

Cara Mengenali Tautan Mencurigakan di WhatsApp agar Terhindar dari Penipuan

Tekno | Senin, 26 Oktober 2026 | 08:20 WIB

Buka Situs Muncul Logo Chrome, Segera Tutup!

Buka Situs Muncul Logo Chrome, Segera Tutup!

Tekno | Senin, 26 Oktober 2026 | 08:11 WIB

Heboh 247 Kepsek di Inhu Dilantik Belum Dapat SK, Ini Kata Dewan Pendidikan

Heboh 247 Kepsek di Inhu Dilantik Belum Dapat SK, Ini Kata Dewan Pendidikan

Riau | Senin, 26 Oktober 2026 | 08:05 WIB

Tidak Ada New York Hari Ini: Saat Tempat Jauh Mengukir Nama yang Tertinggal

Tidak Ada New York Hari Ini: Saat Tempat Jauh Mengukir Nama yang Tertinggal

Your Say | Senin, 26 Oktober 2026 | 08:00 WIB

×