Alat Deteksi Tsunami Hilang, Polisi Duga Dicuri Nelayan

Rabu, 03 Oktober 2018 | 20:40 WIB
Alat Deteksi Tsunami Hilang, Polisi Duga Dicuri Nelayan
Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal Setyo Wasisto. (Suara.com/Nikolaus Tolen)

Suara.com - Direktorat Polisi Air Baharkam Polri telah berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana terkait kasus hilangnya alat pendeteksi dini tsunami atau Bouy di perairan Indonesia. Polisi menduga alat tersebut hilang karena dicuri oleh oknum nelayan.

"Ada yang mengambil untuk solar cell, dikira cermin diambil ini," kata Kadiv Humas Polri Inspektur Jenderal Setyo Wasisto di Polda Metro Jaya, Rabu (3/10/2018).

Selain itu polisi juga mendapat laporan tak beroperasinya bouy karena ada aksi vandalisme atau pengerusakan yang diduga turut dilakukan oleh nelayan.

Dari keterangan BNPB, kata Setyo, bentuk pengerusakan itu dikarenakan para nelayan kerap mengaitkan bouy untuk menahan perahu. Kebanyakan para nelayan diduga tak mengerti kegunaan alat bouy yang terlihat mengapung di tengah laut. 

"Vandalisme jadi memang perlu pembelajaran perlu pemahaman kepada seluruh masyarakat untuk ikut menjaga mengenai alat-alat yang berfungsi untuk umum," kata dia. 

Terkait hal ini, Setyo menyampaikan, pemerintah bakal mencari solusi baru untuk bisa mendeteksi tsunami pasca mencuatnya kasus hilangnya Bouy di laut. Nantinya, kata dia, Kementerian Komunikasi dan Informasi akan memasang alat baru di dasar laut sebagai pengganti penggunaan bouy. 

"Ke depan rencananya tidak menggunakan buoy lagi, tapi dimasukan di dasar laut menggunakan fiber optik yang sedang dibangun oleh Kominfo. Nanti akan ditaruh di dasar laut sehingga kemungkinan dirusak atau hilang kecil," terangnya. 

Kasus hilangnya bouy karena diduga dicuri kembali mencuat setelah Kota Palu dan Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah diguncang gempa bumi dan tsunami. Namun, sejauh ini, polisi belum bisa memastikan berapa banyak alat pendeteksi dini tsunami itu yang hilang. Setyo hanya memastikan kasus ini masih terus diselidiki Ditpolair Baharkam Polri. 

"Tetap Polri akan menyelidiki dalam hal ini Direktorat Pol Air akan menyelidiki informasi tersebut," katanya. 

Baca Juga: Dibohongi Ratna Sarumpaet, Fadli Zon Minta Maaf ke Publik

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Ekstrovert, Introvert, Ambivert, atau Otrovert?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Cocok Kamu Jadi Orang Kaya? Tebak Logo Merek Branded Ini
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: iPhone Seri Berapa yang Layak Dibeli Sesuai Gajimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Kamu Gabung Kabinet, Cocoknya Jadi Menteri Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Masuk ke Dunia Disney Tanpa Google, Bisakah Selamat?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI