6 Hari Uji Coba, CCTV e-Tilang Asal Cina Gagal Rekam Nopol Mobil

Pebriansyah Ariefana, Agung Sandy Lesmana

Senin, 08 Oktober 2018 | 11:40 WIB
6 Hari Uji Coba, CCTV e-Tilang Asal Cina Gagal Rekam Nopol Mobil
Petugas Traffic Management Center (TMC) memantau pelanggar lalu lintas melalui layar CCTV di ruas jalan Thamrin-Sudirman di ruang kontrol Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (1/10). [Suara.com/Muhaimin A Untung]

Suara.com - Polisi ternyata masih kewalahan dalam melaksanakan uji coba sistem electronic traffic law enforcement atau e-tilang yang sudah berlangsung selama 6 hari terhitung sejak 1 sampai 6 Oktober 2018.

Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Yusuf menyampaikan, kendala yang dialami petugas yakni masih banyak kendaraan yang melanggar, namun pelat nomor yang digunakan kendaraan itu tak terekam kamera pengawas atau CCTV yang berasal dari Cina itu.

"Pelat nomor mobil terhalang mobil di belakangnya sehingga tidak terbaca," kata Yusuf saat dihubungi Suara.com, Senin (8/10/2018).

Selama 6 hari uji coba e-tilang, ada sebanyak 116 kendaraan yang melanggar tanpa bisa terdeteksi pelat nomor oleh CCTV. Selama uji coba ini, polisi memasang dua CCTV asal negeri Tirai Bambu itu untuk memantau pelanggaran di sepanjang Jalan MH. Thamrin hingga Jalan Jenderal Sudirman.

"Ya itu (116 kendaraan) sesuai data," kata dia.

Adapun jumlah pelanggar yang terekam CCTV ada sebanyak 613 kendaraan. Ratusan pelanggar itu terdiri dari 369 kendaraan pribadi, 61 angkutan umum 20 kendaraan dinas pemerintah atau berpelat warna merah.

Kemudian kendaraan lain yang ikut tercatat selama uji coba e-tilang ini adalah 16 kendaraan TNI/Polri, 10 kendaraan milik Kedutaan Besar Negara Asing, dua kendaraan berpelat luar DKI Jakarta.

Namun, Yusuf menyampaikan, jika jumlah pelanggar selama uji coba tilang elektronik ini cenderung menurun ketimbang pelaksanaan di hari pertama.

"Jumlahnya terus menurun. Paling banyak di hari pertama dengan jumlah 232 pelanggar. Kemudian, menurun terus sampai di hari keenam jumlahnya paling sedikit yakni 27 pelanggar," tandasnya.

baca juga

Diketahui, Ditlantas Polda Metro jaya telah memberlakukan uji coba sistem e-TLE selama satu bulan. Namun, selama uji coba ini, polisi belum melakukan penindakan tilang kepada para pelanggar.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Mangkir soal Hoaks Ratna, Polisi Panggil Ulang Amien Rais

Mangkir soal Hoaks Ratna, Polisi Panggil Ulang Amien Rais

News | Minggu, 07 Oktober 2018 | 18:14 WIB

Duduk 8 Jam, Pengacara Sebut Ratna Sarumpaet Capek

Duduk 8 Jam, Pengacara Sebut Ratna Sarumpaet Capek

News | Minggu, 07 Oktober 2018 | 16:59 WIB

Sudah 70 Tahun, Pengacara Jamin Ratna Sarumpaet Tak Akan Kabur

Sudah 70 Tahun, Pengacara Jamin Ratna Sarumpaet Tak Akan Kabur

News | Minggu, 07 Oktober 2018 | 15:54 WIB

Salah Jadwal, 2 Anak Ratna Sarumpaet Tak Bisa Jenguk Sang Ibu

Salah Jadwal, 2 Anak Ratna Sarumpaet Tak Bisa Jenguk Sang Ibu

News | Sabtu, 06 Oktober 2018 | 14:24 WIB

Baru Semalam Ditahan, Ratna Sarumpaet Ajukan Status Tahanan Kota

Baru Semalam Ditahan, Ratna Sarumpaet Ajukan Status Tahanan Kota

News | Sabtu, 06 Oktober 2018 | 14:14 WIB

Terkini

Bank BSN Perluas Solusi Keuangan Syariah Berbasis Emas

Bank BSN Perluas Solusi Keuangan Syariah Berbasis Emas

Foto | Minggu, 20 September 2026 | 05:00 WIB

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:45 WIB

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Bola | Sabtu, 19 September 2026 | 23:10 WIB

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:00 WIB

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jawa Tengah | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:35 WIB

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:29 WIB

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:15 WIB

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:05 WIB

×