PA 212 Kawal Amien Rais, Kubu Jokowi: Mereka Tak Percaya Polisi

Bangun Santoso, Ria Rizki Nirmala Sari

Selasa, 09 Oktober 2018 | 16:13 WIB
PA 212 Kawal Amien Rais, Kubu Jokowi: Mereka Tak Percaya Polisi
Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Capres-Cawapres Nomor Urut 01, Joko Widodo atau Jokowi-Ma'ruf Amin, Abdul Kadir Karding. (Suara.com/Ria Rizki)

Suara.com - Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Capres-Cawapres Nomor Urut 01, Joko Widodo atau Jokowi-Ma'ruf Amin, Abdul Kadir Karding menilai rencana pengawalan Persaudaraan Alumni atau PA 212 saat Amien Rais di periksa di Polda Metro Jaya sebagai bentuk ketidakpercayaan kepada institusi Polri. Menurutnya, PA 212 sarat dengan nuansa politik.

Diketahui, Amien Rais rencananya akan diperiksa penyidik Polda Metro Jaya pada Rabu (10/10/2018) besok sebagai saksi kasus hoaks Ratna Sarumpaet.

Karding mengatakan, sistem hukum yang dijalankan kepolisian Indonesia sejauh ini sudah profesional. Menurut dia, Amien Rais sebagai tokoh besar seharusnya bisa menolak PA 212 untuk tidak mengawalnya.

"Itu artinya nggak percaya polisi. Justru membawa pendukung apalagi bawa label 212 itu nuansa politiknya kenceng untuk menekan penegak hukum agar berpikir lain," kata Karding di Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen, Selasa (9/10/2018).

Karding juga menilai, pihak kepolisian akan menjalankan tugasnya secara transparan. Apalagi kepolisian kini tengah berhadapan dengan tahun-tahun politik, Karding yakin polisi akan berlaku profesional.

"Di zaman seperti ini serba terbuka, polisi berisiko kalau ambil langkah tidak sesuai hukum, apalagi masa politik sekarang sehingga mereka tidak lakukan itu, apalagi mereka adalah orang-orang profesional," ujarnya.

Oleh sebab itu, Karding menilai rencana pengawalan oleh ratusan anggota PA 212 tersebut sama sekali tidak diperlukan. Apalagi Amien Rais hanya memenuhi panggilan untuk sebagai saksi.

"Nggak perlu (pengawalan) kan itu cuma saksi dan pak Amien belum tentu salah, hanya saksi biasa. Dan bawa pasukan pun tidak akan pengaruhi polisi, puluhan ribu pun nggak pengaruh. Karena polisi berprinsip independen, itu benar," pungkasnya.

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

PAN: Polisi akan Menyesal Panggil Amien Rais

PAN: Polisi akan Menyesal Panggil Amien Rais

News | Selasa, 09 Oktober 2018 | 15:50 WIB

Polisi Terima Surat Atiqah Hasiholan, Ratna Belum Bisa Dilepas

Polisi Terima Surat Atiqah Hasiholan, Ratna Belum Bisa Dilepas

News | Selasa, 09 Oktober 2018 | 15:50 WIB

Lagi, Dokter Oplas Ratna Sarumpaet Tolak Diperiksa Polisi

Lagi, Dokter Oplas Ratna Sarumpaet Tolak Diperiksa Polisi

News | Selasa, 09 Oktober 2018 | 15:24 WIB

Ada Ponsel Selundupan di Sel Ratna Sarumpaet, Ini Faktanya

Ada Ponsel Selundupan di Sel Ratna Sarumpaet, Ini Faktanya

News | Selasa, 09 Oktober 2018 | 15:11 WIB

Biayai Ratna Sarumpaet, Nasdem: Anies Hamburkan Uang Rakyat

Biayai Ratna Sarumpaet, Nasdem: Anies Hamburkan Uang Rakyat

News | Selasa, 09 Oktober 2018 | 14:59 WIB

Terkini

Kisah di Balik Reshuffle Purbaya: Ditelepon Mensesneg Saat Rapat, Tak Kembali ke Ruang Sidang

Kisah di Balik Reshuffle Purbaya: Ditelepon Mensesneg Saat Rapat, Tak Kembali ke Ruang Sidang

News | Selasa, 15 September 2026 | 06:11 WIB

Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda Diperpanjang 3 Hari

Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda Diperpanjang 3 Hari

Foto | Selasa, 15 September 2026 | 06:00 WIB

20 Kardus dan Koper Berisi Uang Ratusan Miliar Diamankan KPK saat OTT Kasus HGB Bogor

20 Kardus dan Koper Berisi Uang Ratusan Miliar Diamankan KPK saat OTT Kasus HGB Bogor

News | Selasa, 15 September 2026 | 00:17 WIB

Titik Terang Kabar Pernikahan Andre Taulany dan Amanda Rigby, KUA: Surat Rekomendasi Sudah Masuk

Titik Terang Kabar Pernikahan Andre Taulany dan Amanda Rigby, KUA: Surat Rekomendasi Sudah Masuk

Entertainment | Selasa, 15 September 2026 | 00:04 WIB

KPK Tangkap 17 Orang saat OTT Kasus HGB Bogor! Ada Fahd A Rafiq hingga Arif Sugiyanto

KPK Tangkap 17 Orang saat OTT Kasus HGB Bogor! Ada Fahd A Rafiq hingga Arif Sugiyanto

News | Senin, 14 September 2026 | 23:56 WIB

Disulap 'Penyihir' Makassar, Toyota Alphard 2012 Ini Bisa 'Time Travel' ke Tahun 2026

Disulap 'Penyihir' Makassar, Toyota Alphard 2012 Ini Bisa 'Time Travel' ke Tahun 2026

Lifestyle | Senin, 14 September 2026 | 23:54 WIB

Kepala BPN Kabupaten Bogor Diamankan KPK dalam OTT, 17 Orang Diperiksa

Kepala BPN Kabupaten Bogor Diamankan KPK dalam OTT, 17 Orang Diperiksa

Jabar | Senin, 14 September 2026 | 23:42 WIB

Di Balik Penembakan 3 ASN di Muliama: Mengapa Konflik Bersenjata Papua Tak Kunjung Reda?

Di Balik Penembakan 3 ASN di Muliama: Mengapa Konflik Bersenjata Papua Tak Kunjung Reda?

News | Senin, 14 September 2026 | 22:51 WIB

Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor

Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor

News | Senin, 14 September 2026 | 22:08 WIB

KPK Konfirmasi Penindakan Senyap, Pihak Kantor Pertanahan Terjaring OTT

KPK Konfirmasi Penindakan Senyap, Pihak Kantor Pertanahan Terjaring OTT

Bogor | Senin, 14 September 2026 | 22:05 WIB

×