Suara.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengaku senang bisa menghadiri acara silaturahmi dengan peserta Apresiasi Kebangsaan Siswa Indonesia (AKSI). Pertemun berlangsung di Grand Mulya Resort and Convention Hotel, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (10/10/2018) pagi.
Jokowi senang karena putra dan putri terbaik di tanah air hadir dalam satu tempat. Tidak hanya siswa, perwakilan guru dari berbagai daerah di Indonesia juga ikut mendampingi.
"Saya senang sekali, pagi hari ini dari Sabang sampai Merauke dari Miangas sampai pulau Rote berkumpul di sini. Kenalilah saudaramu kawanmu sebangsa setanah air," ujar Jokowi.
Jokowi ingin perwakilan siswa atau siswi saling mengenal satu sama lain. Jokowi kemudian lagi-lagi mengingatkan kalau Indonesia merupakan negara besar.
"Dan menurut itungannya Bappenas, bank dunia, MC Kinsey, Indonesia akan menjadi negara dengan ekonomi yang kuat di 2045 dengan pendapatan per kapita kita kurang lebih 29.000 USD," kata Jokowi.
"Artinya income per kapita di atas Rp 500 juta. Akan menjadi negara dengan ekonomi nomor 4 di dunia," lanjut Jokowi.
Untuk menjadi negara yang ekonominya kuat, Jokowi mengajak seluruh masyarakat untuk sama-sama bekerja keras. Menurutnya, tanpa ada kerja sama dari seluruh masyarakat akan sulit mewujudkannya.
"Tanpa itu jangan mimpi kita jadi negara dengan ekonomi terkuat nomor 4 di dunia. Dan itu masa depan itu milik anakku semua. Bukan milik siapa-siapa," jelas Jokowi.
Selain itu, Jokowi mengajak masyarakat untuk menjaga persatuan dan kerukunan di Indonesia. Menurutnya, aset terbesar bangsa Indonesia adalah persatuan, persaudaraan, dan kerukunan.
"Kalau kita bersatu, rukun, ini potensi besar yang akan mengalahkan negara lain dalam kita berkompetisi dan bersaing. Teruslah belajar dan bekerja keras. Kuasai ilmu pengetahuan dan teknologi," kata dia.
Sementara Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy menjelaskan, siswa dan siswi yang hadir adalah Ketua OSIS, Ketua unit rohaniwan SMA dan SMK di seluruh Indonesia.
"Mereka sedang mengikuti latihan kepemimpinan yang dikemas apa yang disingkat aksi apresiasi kebangsaan siswa Indonesia. Jumlahnya 540 orang dan didampingi para guru," Muhadjir menjelaskan.