Ketum PAN Buka Suara Soal Kader Enggan Dukung Prabowo-Sandiaga

Bangun Santoso, Ria Rizki Nirmala Sari

Jum'at, 19 Oktober 2018 | 12:39 WIB
Ketum PAN Buka Suara Soal Kader Enggan Dukung Prabowo-Sandiaga
Ketua MPR Zulkifli Hasan ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A

Suara.com - Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan buka suara terkait adanya calon legislatif (caleg) dari PAN yang enggan mengkampanyekan pasangan Capres-Cawapres Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno. Baginya yang terpenting mayoritas kader PAN solid mendukung kandidat tersebut.

Zulkifli menjelaskan adanya suara minor dalam internal PAN bukan suatu masalah yang besar dalam kesolidan PAN untuk mengusung pasangan Prabowo-Sandiaga di Pilpres 2018. Pria yang akrab disapa Zulhas ini menegaskan hampir seluruh kader mengikuti amanat dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PAN.

"Yang paling penting nggak usah nolak, buat setujunya yang paling penting intensi politiknya kan naik. Kalau soal dukung mendukung itu biasa dan rata-rata PAN itu ikut apa perintah DPP," kata Zulkifli di Gedung Nusantara III, kompleks parlemen, Jumat (19/10/2018).

Meskipun ada nada berbeda dalam suara dukungan, Zulkifli mengaku lebih mementingkan menciptakan kampanye sejuk. Sebab, ia melihat tingginya tensi Pilpres 2019 di berbagai media sosial.

"Saya juga memonitor media-media sosial, jangan begitu-begitu amatlah kaya mau perang. Ini kan kita mau pilih pemimpin antar saudara, antar kita. Kita ini bukan mau perang," ujarnya.

Zulkifli pun menambahkan bahwa PAN memprioritaskan Pemilihan Legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019. Dirinya pun meyakini meskipun ada kader PAN yang enggan mengkampanyekan Prabowo-Sandiaga tidak akan mengganggu DPP.

"Ya tentu semua. Yang paling penting tadi itu, damai. Karena pak Prabowo, pak Jokowi nggak ada masalah. Kami di DPP berteman," pungkasnya.

Untuk diketahui, Sekretaris Jenderal PAN Eddy Soeparno mengungkapkan ada beberapa kader yang menyatakan untuk tidak mengkampanyekan Prabowo-Sandiaga.

Hal tersebut disebabkan para kader tersebut lebih memilih mendukung pasangan calon nomor urut 01 atau Jokowi-Maruf Amin.

baca juga

"Di antara caleg kita yang berjuang di daerah, 'mohon maaf ketum, mohon maaf sekjen. Tetapi di bawah, saya mungkin tidak bisa terang-terangan untuk berpartisipasi dalam pemenangan Pak Prabowo. Karena konstituen saya tidak sejalan dengan itu. Jadi mohon maaf'," kata Eddy di Jakarta, Kamis (18/10/2018).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Dana Terbatas, Sandiaga Fokus Kampanye di Dalam Negeri

Dana Terbatas, Sandiaga Fokus Kampanye di Dalam Negeri

News | Jum'at, 19 Oktober 2018 | 10:53 WIB

Kader PAN yang Jadi Kepala Daerah Dilarang Jadi Jurkam Prabowo

Kader PAN yang Jadi Kepala Daerah Dilarang Jadi Jurkam Prabowo

News | Jum'at, 19 Oktober 2018 | 03:00 WIB

Sandiaga Uno: Jangan Percaya Hasil Survei, Takbir!

Sandiaga Uno: Jangan Percaya Hasil Survei, Takbir!

News | Kamis, 18 Oktober 2018 | 23:16 WIB

Sering Dipanggil Anies, Sandiaga Kerja Keras Saat Kampanye

Sering Dipanggil Anies, Sandiaga Kerja Keras Saat Kampanye

News | Kamis, 18 Oktober 2018 | 21:51 WIB

Diminta Baca UU, Sandiaga Terima Kasih Sudah Ditegur Menteri Susi

Diminta Baca UU, Sandiaga Terima Kasih Sudah Ditegur Menteri Susi

News | Kamis, 18 Oktober 2018 | 21:06 WIB

Terkini

Cara Menghitung Neptu Weton Sendiri Berdasarkan Hari dan Pasaran

Cara Menghitung Neptu Weton Sendiri Berdasarkan Hari dan Pasaran

Lifestyle | Kamis, 17 September 2026 | 12:15 WIB

Komisi II DPR Jadikan Ambang Batas Parlemen 5 Persen Acuan Pembahasan RUU Pemilu

Komisi II DPR Jadikan Ambang Batas Parlemen 5 Persen Acuan Pembahasan RUU Pemilu

News | Kamis, 17 September 2026 | 12:11 WIB

Gerindra Sebut Pertemuan Ketum Parpol Koalisi Bahas RUU Pemilu Baru Sekadar Brainstorming

Gerindra Sebut Pertemuan Ketum Parpol Koalisi Bahas RUU Pemilu Baru Sekadar Brainstorming

News | Kamis, 17 September 2026 | 12:11 WIB

Komdigi Ultimatum 25 PSE: Segera Daftar atau Terancam Diblokir

Komdigi Ultimatum 25 PSE: Segera Daftar atau Terancam Diblokir

Tekno | Kamis, 17 September 2026 | 12:10 WIB

Amerika Serikat Jual 40 Ribu Bom Raksasa Rp 49,6 Triliun ke Israel

Amerika Serikat Jual 40 Ribu Bom Raksasa Rp 49,6 Triliun ke Israel

News | Kamis, 17 September 2026 | 12:01 WIB

Anime BEYBLADE X Resmi Masuki Bey Kingdom Arc, Tayang 9 Oktober

Anime BEYBLADE X Resmi Masuki Bey Kingdom Arc, Tayang 9 Oktober

Your Say | Kamis, 17 September 2026 | 12:00 WIB

Anak Purbaya Sebut Ada 'Mafia Ancam Presiden' Di Balik Pemecatan Menkeu

Anak Purbaya Sebut Ada 'Mafia Ancam Presiden' Di Balik Pemecatan Menkeu

Video | Kamis, 17 September 2026 | 12:00 WIB

Proyek PSEL Bogor Raya 1 Resmi Dimulai, Target Olah 500 Ribu Ton Sampah per Tahun

Proyek PSEL Bogor Raya 1 Resmi Dimulai, Target Olah 500 Ribu Ton Sampah per Tahun

Bisnis | Kamis, 17 September 2026 | 11:59 WIB

Bosan dengan Malioboro? Ini 5 Tempat Healing Murah di Jogja

Bosan dengan Malioboro? Ini 5 Tempat Healing Murah di Jogja

Lifestyle | Kamis, 17 September 2026 | 11:59 WIB

Viral Perempuan Ditendang Saat Antre Makanan di Sency, Netizen Soroti Dugaan Upaya Menutup Kasus

Viral Perempuan Ditendang Saat Antre Makanan di Sency, Netizen Soroti Dugaan Upaya Menutup Kasus

Entertainment | Kamis, 17 September 2026 | 11:59 WIB

×