Soal Sampah Jakarta, Pengamat: Pemda DKI Harus Tiru Surabaya

Ade Indra Kusuma, Erick Tanjung

Jum'at, 19 Oktober 2018 | 22:37 WIB
Soal Sampah Jakarta, Pengamat: Pemda DKI Harus Tiru Surabaya
Hubungan DKI dan Bekasi panas gara-gara sampah [Suara.com]

Suara.com - Pemerintah Kota Bekasi kembali bersitegang dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terkait masalah pengelolaan sampah di Bantargebang.

Hubungan kedua pemda kini semakin panas setelah belasan truk sampah milik Pemprov DKI ditahan oleh Dinas Perhubungan Kota Bekasi di pintu masuk Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Rabu (17/10/2018) lalu. 

Pemkot Bekasi beralasan, mereka menahan truk-truk sampah dari Jakarta karena Pemprov DKI dianggap tidak mematuhi perjanjian kerjasama. Seperti muatan sampah yang setiap hari dari Jakarta tahun meningkat, dampak pencemaran lingkungan dan lainnya. 

Namun apakah hanya karena masalah perjanjian kerjasama saja, atau ada sesuatu keuntungan dibalik itu?

Pengamat Tata Kota Universitas Trisakti, Nirwono Joga menilai bahwa penanganan sampah dari DKI di penampungan Bantargebang hanya sebatas proyek yang nilainya cukup besar.

"Sebenarnya penanganan sampah saat ini hanya berorientasi proyek saja, kumpulkan, angkut dan buang ke Bantargebang, dimana disitu ada anggaran kebutuhan yang menggiurkan," kata Nirwono kepada Suara.com. 

Apalagi, lanjut dia, kontrak lahan tempat pembuangan sampah di kawasan Bantagebang masih panjang, yakni sampai 2029. Sehingga anggaran untuk pengolahannya sangat besar.

"Maka dari itu Pemda DKI harus mereformasi penanganan dan pengelolaan sampahnya," ujar dia.

Maka dari itu, ia menyarankan beberapa langkah yang harus dilakukan Pemprov DKI dalam pengelolaan sampah. Pertama, dimulai dari sumbernya atau zaro waste, yakni dari tingkat rumah tangga, RT/RW, Kelurahan, Kecamatan, Kota agar memilih dan memilah sampah organik dan anorganik.

baca juga

"Kalau hal itu dilakukan, maka sampah organik diatas (50 persen) harusnya sudah selesai diolah menjadi kompos untuk kebutuhan pupuk di lingkungan. Sisanya yang anorganik dengan adanya bank sampah dapat dipilah sampah yang masih bisa didaurulang atau digunakan kembali, sehingga akan tersisa sampah yang benar-benar tidak bisa diolah (10-25 persen) saja untuk diangkut secara berjenjang keluar,” terang dia.

Dengan begitu, lanjut dia, pada akhirnya sampah yang dibuang ke Bantargebang hanya tinggal 10-25 persen saja dari yang terkumpul setiap harinya. Sehingga biaya operasional pembuangan sampah jauh lebih hemat dan murah.

"Itu berarti akan sangat menghemat biaya operasional truk sampah, biaya uang bau, uang lewat, biaya kompensasi lingkungan dan kesehatan. Kota Surabaya melakukan ini dan berhasil menekan biaya hingga tinggal 30 persen,” jelas dia.

Dia mengungkapkan, biaya operasional untuk mengangkut sampah ke tempat penampungan di Bantargebang setiap tahun sangat mahal. 

“Biaya pengangkutan sampah DKI Rp 350 miliar pertahun. Misal kalau dibagi ke 5 wilayah masing-maing Rp 70 miliar, kemudian dibagikan lagi ke masing-masing 7 kecamatan, setiap kecamatan Rp 10 miliar. Lalu dibagikan ke 5 kelurahan, setiap kelurahan Rp 2 miliar.  Setiap kelurahan diberi tantangan untuk menyelesaikan sampahnya, jika berhasil diberi bonus lagi. Sehingga ke depan ada harapan Jakarta akan berkurang sampahnya secara signifikan,” jelas dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Kisruh Sampah Jakarta, DPRD Bekasi akan Panggil Anies Baswedan

Kisruh Sampah Jakarta, DPRD Bekasi akan Panggil Anies Baswedan

News | Jum'at, 19 Oktober 2018 | 14:33 WIB

Anies: ITF Bisa Tampung Sampah Jakarta 2.000 ton Per Hari

Anies: ITF Bisa Tampung Sampah Jakarta 2.000 ton Per Hari

News | Jum'at, 19 Oktober 2018 | 13:04 WIB

Kisruh Bantargebang, Anies Diajak Cek Tempat Sampah Warga Bekasi

Kisruh Bantargebang, Anies Diajak Cek Tempat Sampah Warga Bekasi

News | Jum'at, 19 Oktober 2018 | 06:00 WIB

Terkini

Hybrid Fitness Race Khusus Perempuan Hadir di Indonesia

Hybrid Fitness Race Khusus Perempuan Hadir di Indonesia

Sport | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:45 WIB

Sumsel United Tak Terkalahkan 4 Laga, Tegar Hening Absen Jelang Derby Sumatera

Sumsel United Tak Terkalahkan 4 Laga, Tegar Hening Absen Jelang Derby Sumatera

Sumsel | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:42 WIB

Laba PTBA Tembus Rp4,41 Triliun, Pendapatan Naik 12 Persen hingga Kuartal III 2026

Laba PTBA Tembus Rp4,41 Triliun, Pendapatan Naik 12 Persen hingga Kuartal III 2026

Sumsel | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:31 WIB

Nugroho Herucahyono Dorong Talenta Indonesia Berani Bangun Teknologi untuk Dunia

Nugroho Herucahyono Dorong Talenta Indonesia Berani Bangun Teknologi untuk Dunia

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:17 WIB

35 Tahun Yugoslavia Bubar, Siapa Paling Untung di Sepak Bola? Kroasia dan Serbia Menonjol

35 Tahun Yugoslavia Bubar, Siapa Paling Untung di Sepak Bola? Kroasia dan Serbia Menonjol

Bola | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:10 WIB

Gibran Kalahkan Prabowo di Puncak Elektabilitas, Begini Respon Santai Jokowi

Gibran Kalahkan Prabowo di Puncak Elektabilitas, Begini Respon Santai Jokowi

Surakarta | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:06 WIB

Dari Urusan Kerja hingga Menyusui, Teknologi Makin Dekat dengan Rutinitas Harian Perempuan

Dari Urusan Kerja hingga Menyusui, Teknologi Makin Dekat dengan Rutinitas Harian Perempuan

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:57 WIB

Indosat Perkuat 5G di Semarang, Cakupan Capai 96 Persen, UMKM hingga Pengguna AI Jadi Sasaran

Indosat Perkuat 5G di Semarang, Cakupan Capai 96 Persen, UMKM hingga Pengguna AI Jadi Sasaran

Jawa Tengah | Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:54 WIB

Hashim Klaim Indonesia Negara Super Kaya, Sebut Mampu Biayai MBG & Kopdes Merah Putih

Hashim Klaim Indonesia Negara Super Kaya, Sebut Mampu Biayai MBG & Kopdes Merah Putih

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:43 WIB

Tiga Insiden Terjadi di Porprov Jateng, KONI dan Panitia Evaluasi Prosedur Keselamatan Atlet

Tiga Insiden Terjadi di Porprov Jateng, KONI dan Panitia Evaluasi Prosedur Keselamatan Atlet

Jawa Tengah | Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:36 WIB

×