Jurnalis Khashoggi Dimutilasi, Kemunduran Arab Saudi

Reza Gunadha, Ria Rizki Nirmala Sari

Senin, 22 Oktober 2018 | 18:41 WIB
Jurnalis Khashoggi Dimutilasi, Kemunduran Arab Saudi
Wartawan senior Arab Saudi, Jamal Khashoggi, hilang sejak 2 Oktober lalu. Ia diduga dibunuh dan dimutilasi agen-agen Riyadh di gedung Konsulat Saudi di Istanbul, Turki. [AFP/Mohammed al Shaikh]

Suara.com - Pengamat politik dari Universitas Indonesia Ade Reza Haryadi menilai, pembunuhan kolomnis The Washington Post asal Arab Saudi, Jamal Khashoggi, sebagai bentuk tindakan respresif. Kuat dugaan pembunuhan Khashoggi disponsori otoritas Kerajaan Raja Salman.

Khashoggi hilang sejak memasuki konsulat Saudi di Istanbul pada 2 Oktober. Ia diduga dimutilasi oleh intelijen Arab Saudi. Namun, pihak Saudi mengklaim Khashoggi tewas karena berkelahi.

Ade menjelaskan, pembunuhan Khashoggi jelas termasuk ke dalam tindakan pelanggaran HAM berat. Tak hanya itu, dengan adanya dugaan kuat Arab Saudi menjadi dalang dalam pembunuhan tersebut, Ade menilai kerajaan itu telah mengabaikan komitmen sebagai demokratis.

"Tidak hanya pelanggaran HAM berat, tetapi juga merupakan langkah mundur bagi komitmen Arab Saudi untuk mewujudkan negara yang makin demokratis," jelas Ade kepada Suara.com, Senin (22/10/2018).

Ade mengetahui pembunuhan tersebut terjadi dalam lingkungan diplomatik Arab Saudi di Turki. Menurut Ade, hal tersebut dapat memicu adanya kecurigaan karena Arab Saudi yang seolah membiarkan tindakan operasi ilegal di wilayah Turki.

Oleh sebab itu, sudah seharusnya Arab Saudi bertanggung dengan menyeret seluruh aktor di balik pembunuhan Khashoggi.

Selain itu, Arab Saudi harus berani mengungkapkan lokasi jenazah Khashoggi yang telah dimutilasi.

"Menjadi kewajiban bagi pemerintah Arab Saudi guna menyeret ke muka hukum seluruh aktor intelektual maupun operator lapangan yang terlibat dalam pembunuhan dan mengambil tanggungjawab dalam menemukan jenazah Jamal Khashoggi," ujarnya.

Sejauh ini, pemerintah Arab Saudi telah menyampaikan permohonan maafnya kepada keluarga Khashoggi.

baca juga

Akan tetapi, menurut Ade hal tersebut dirasakan belum cukup sebelum Arab Saudi menyampaikan permintaan maafnya juga kepada komunitas internasional.

"Harus disertai permohonan maaf pula pada komunitas internasional, serta memastikan bahwa kejadian serupa tidak akan berulang pada masa depan," pungkasnya.

Untuk diketahui, Jamal Khashoggi, jurnalis sekaligus kolomnis The Washington Post, akhirnya diakui terbunuh oleh Kerajaan Arab Saudi.

Saudi membenarkan Kashoggi tewas di dalam kantor konsulat mereka di Istanbul, Turki. Namun, mereka mengklaim Kashoggi terwas dalam perkelahian.

Sementara versi lain yang beredar adalah, Kashoggi sengaja dibunuh oleh 15 orang tim dokter dari kerajaan dengan cara dimutilasi. Setelah itu, mayatnya dicampur zat asam agar musnah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Jurnalis Washington Post Jamal Khashoggi Dimutilasi, Ini Kata DPR

Jurnalis Washington Post Jamal Khashoggi Dimutilasi, Ini Kata DPR

News | Senin, 22 Oktober 2018 | 10:45 WIB

Mantan Bos MI6 Sebut Pangeran Saudi di Balik Pembunuhan Khashoggi

Mantan Bos MI6 Sebut Pangeran Saudi di Balik Pembunuhan Khashoggi

News | Minggu, 21 Oktober 2018 | 09:33 WIB

Arab Saudi dan Tajikistan Menang, Malaysia dan Cina Tanpa Poin

Arab Saudi dan Tajikistan Menang, Malaysia dan Cina Tanpa Poin

Bola | Sabtu, 20 Oktober 2018 | 23:49 WIB

Pernyataan Terakhir Wartawan Khashoggi Sebelum Dimutilasi Saudi

Pernyataan Terakhir Wartawan Khashoggi Sebelum Dimutilasi Saudi

News | Sabtu, 20 Oktober 2018 | 18:37 WIB

Akui Bunuh Wartawan Khashoggi, Arab Saudi Pecat Pejabat Intelijen

Akui Bunuh Wartawan Khashoggi, Arab Saudi Pecat Pejabat Intelijen

News | Sabtu, 20 Oktober 2018 | 13:54 WIB

Terkini

LPDB Koperasi Perkuat Ekosistem Koperasi, KKMP Sampangan dan KUD Usaha Mina Jadi Contoh Usaha Produk

LPDB Koperasi Perkuat Ekosistem Koperasi, KKMP Sampangan dan KUD Usaha Mina Jadi Contoh Usaha Produk

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 16:55 WIB

WFH dari Hambalang, Prabowo Bahas Naturalisasi hingga Masa Depan Timnas Indonesia

WFH dari Hambalang, Prabowo Bahas Naturalisasi hingga Masa Depan Timnas Indonesia

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 16:44 WIB

Geruduk DPR, Mahasiswa Desak Evaluasi Program MBG dan Kebijakan Anggaran

Geruduk DPR, Mahasiswa Desak Evaluasi Program MBG dan Kebijakan Anggaran

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 16:34 WIB

Rekayasa Kematian Gagal! Brigadir Rizka Sintiani Divonis 10 Tahun usai Terbukti Bunuh Suami

Rekayasa Kematian Gagal! Brigadir Rizka Sintiani Divonis 10 Tahun usai Terbukti Bunuh Suami

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 16:23 WIB

Haul Akbar HUT Jakarta, KAI Buka Alternatif Naik-Turun di Stasiun Jatinegara Mulai Sore Ini

Haul Akbar HUT Jakarta, KAI Buka Alternatif Naik-Turun di Stasiun Jatinegara Mulai Sore Ini

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 16:11 WIB

KPK Periksa Gus Yaqut sebagai Saksi untuk Tiga Tersangka Lain di Kasus Korupsi Kuota Haji

KPK Periksa Gus Yaqut sebagai Saksi untuk Tiga Tersangka Lain di Kasus Korupsi Kuota Haji

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 15:56 WIB

Bappenas: Pakai AI, Polri Bisa Ungkap Kejahatan 20 Tahun Lalu dengan Presisi!

Bappenas: Pakai AI, Polri Bisa Ungkap Kejahatan 20 Tahun Lalu dengan Presisi!

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 15:53 WIB

Bawa Jelangkung Hitam ke Gedung DPR, Massa PB HMI: Prabowo atau Pertamax Turun!

Bawa Jelangkung Hitam ke Gedung DPR, Massa PB HMI: Prabowo atau Pertamax Turun!

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 15:51 WIB

MBG Diperdebatkan, Siapa yang Paling Berkepentingan Program Ini Terus Jalan?

MBG Diperdebatkan, Siapa yang Paling Berkepentingan Program Ini Terus Jalan?

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 15:47 WIB

DPR Jawab Tudingan Celios: MBG Bukan Gimmick, Hasilnya Terlihat 3 Tahun Lagi

DPR Jawab Tudingan Celios: MBG Bukan Gimmick, Hasilnya Terlihat 3 Tahun Lagi

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 15:41 WIB