Sandiaga Tak Terima Kerap Disindir Bicara Tanpa Data

Iwan Supriyatna, Ria Rizki Nirmala Sari

Selasa, 23 Oktober 2018 | 12:04 WIB
Sandiaga Tak Terima Kerap Disindir Bicara Tanpa Data
Sandiaga Uno di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (23/10/2018). (Suara.com/Ria Rizki Nirmala Sari)

Suara.com - Calon Wakil Presiden Sandiaga Uno menegaskan bahwa dirinya tak pernah sembarangan dalam memberikan pernyataan. Sandiaga menuturkan jika dirinya selalu berbicara berdasarkan data.

Pernyataan Sandiaga itu menepis anggapan yang kerap dialamatkan kepadanya yang disebut tidak pernah menggunakan data apabila melontarkan pernyataan.

"I'm crazy about data, I'm really really really crazy. Saya punya big data analitic team yang kerjanya menganalisa data. Nggak mungkin saya bicara tanpa data," kata Sandiaga di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (23/10/2018).

Diketahui Sandiaga merupakan sosok pengusaha muda yang memiliki beberapa perusahaan. Karena telah lama berkecimpung mengelola perusahaan, Sandiaga mengungkapkan bahwa dirinya tidak pernah lepas dengan data.

Bahkan saat dirinya masih menjabat sebagai Wakil Gubernur DKI pun selalu menggunakan data salah satunya dalam pencanangan program Jakarta Smart City.

Dan pada saat dirinya bertugas untuk blusukan ke tengah-tengah masyarakat di masa kampanye Pilpres 2019, Sandiaga mengaku data masih menjadi pegangannya untuk memastikan kurangnya ketersediaan lapangan pekerjaan.

"Memang pekerjaan susah, itu terbukti data BI indeks ketersediaan lapangan kerja untuk S1 ke bawah masuk ke level pesimis. Harga-harga naik betul itu diperlihatkan dolar naik ya harga-harga juga pasti naik," pungkasnya.

Untuk diketahui, Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi - Maruf Amin, Abdul Kadir Karding sempat menyindir Sandiaga Uno yang kerap kali berbicara tanpa data.

Salah satu yang Karding contohkan ialah kala Sandiaga menyebut tempe yang beredar di pasaran saat ini hanya setipis ATM.

Selain itu, Sandiaga juga pernah membandingkan harga nasi ayam di Indonesia yang disebutnya lebih mahal ketimbang nasi ayam yang terdapat di Singapura.

Karena itulah Karding kemudian meminta Sandiaga untuk banyak belajar dan melengkapi segala pernyataannya dengan data.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

4 Tahun Jokowi - JK Membangun Tanah Air Versi Darmin Nasution

4 Tahun Jokowi - JK Membangun Tanah Air Versi Darmin Nasution

Bisnis | Selasa, 23 Oktober 2018 | 11:21 WIB

Banser Bakar Bendera Tauhid, Sandiaga: Jangan Terprovokasi

Banser Bakar Bendera Tauhid, Sandiaga: Jangan Terprovokasi

News | Selasa, 23 Oktober 2018 | 11:12 WIB

4 Tahun Jokowi, Menko Ekonomi Sebut Tingkat Kemiskinan Berkurang

4 Tahun Jokowi, Menko Ekonomi Sebut Tingkat Kemiskinan Berkurang

Bisnis | Selasa, 23 Oktober 2018 | 11:05 WIB

Terkini

KPK Sita Rp106,3 Miliar di Kasus ATR/BPN, Kuasa Hukum Summarecon Buka Suara

KPK Sita Rp106,3 Miliar di Kasus ATR/BPN, Kuasa Hukum Summarecon Buka Suara

Bogor | Senin, 02 November 2026 | 22:49 WIB

Kapolda Banten Larang Polisi dan Tamu Ngevape di Kantor Kepolisian, Pelanggar Terancam Sanksi

Kapolda Banten Larang Polisi dan Tamu Ngevape di Kantor Kepolisian, Pelanggar Terancam Sanksi

Banten | Senin, 02 November 2026 | 22:39 WIB

Dijanjikan Gaji Rp50 Juta dan Bonus Rp620 Juta, 58 WNI Terjebak TPPO Tentara Bayaran Rusia

Dijanjikan Gaji Rp50 Juta dan Bonus Rp620 Juta, 58 WNI Terjebak TPPO Tentara Bayaran Rusia

Sumsel | Senin, 02 November 2026 | 22:36 WIB

Disentil PSI soal AHY Ingin Jadi Wapres Imbas Putusan MA soal Gibran, Jansen: Terlalu Jauh!

Disentil PSI soal AHY Ingin Jadi Wapres Imbas Putusan MA soal Gibran, Jansen: Terlalu Jauh!

News | Senin, 02 November 2026 | 22:29 WIB

Viral Nasabah MNC Bank Tak Bisa QRIS dan Transaksi Dibatasi, Netizen: Krisis Keuangan?

Viral Nasabah MNC Bank Tak Bisa QRIS dan Transaksi Dibatasi, Netizen: Krisis Keuangan?

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 22:26 WIB

Aksi Timnas Indonesia di Piala Asia 2027 Terancam Ditunda, AFC Masih Tunggu Situasi Arab Saudi

Aksi Timnas Indonesia di Piala Asia 2027 Terancam Ditunda, AFC Masih Tunggu Situasi Arab Saudi

Bola | Senin, 02 November 2026 | 22:15 WIB

Dua Korporasi Sudah Diselidiki, WALHI Kini Laporkan 9 Perusahaan soal Karhutla Jambi

Dua Korporasi Sudah Diselidiki, WALHI Kini Laporkan 9 Perusahaan soal Karhutla Jambi

Sumsel | Senin, 02 November 2026 | 22:06 WIB

Copot Kapolres Sukoharjo Usai Penggeledahan Ponpes, Langkah Kapolri Panen Pujian Ulama Bogor

Copot Kapolres Sukoharjo Usai Penggeledahan Ponpes, Langkah Kapolri Panen Pujian Ulama Bogor

News | Senin, 02 November 2026 | 21:51 WIB

Keluarga Tokoh Sumpah Pemuda Berkumpul, Mengenang Perjuangan Para Pendahulu Bangsa

Keluarga Tokoh Sumpah Pemuda Berkumpul, Mengenang Perjuangan Para Pendahulu Bangsa

Lifestyle | Senin, 02 November 2026 | 21:43 WIB

Ketika Membeli Pembalut Harus Berhemat, Perempuan Marginal Palembang Hadapi Risiko Kesehatan

Ketika Membeli Pembalut Harus Berhemat, Perempuan Marginal Palembang Hadapi Risiko Kesehatan

Sumsel | Senin, 02 November 2026 | 21:41 WIB

×