Siapa Sejatinya Jamal Khashoggi dan Mengapa Dilenyapkan ?

RR Ukirsari Manggalani

Kamis, 25 Oktober 2018 | 08:36 WIB
Siapa Sejatinya Jamal Khashoggi dan Mengapa Dilenyapkan ?
Sejumlah demonstran membawa foto Jamal Khashoggi dalam demonstrasi di depan gedung konsulat Arab Saudi di Istanbul, Turki pada 9 Oktober lalu [AFP/Ozan Kose].

Sayangnya, harapan Khashoggi tersendat di negara-negara di mana pemerintahan Saudi terlibat.

"Selama periode Kebangkitan Arab, ia mengambil sikap menentang negaranya sendiri. Dan ide-ide oposisi ini tidak membuatnya menjadi sosok yang benar-benar bisa dibungkam," ujar Aktay.

“Dia kecewa dengan kontribusi negatif yang dibuat negaranya dalam Kebangkitan Arab. Dia dipandang sebagai jurnalis oposisi, dan ini telah menjadi capnya selama satu setengah tahun terakhir. Sebelum itu, dia memiliki hubungan yang cukup baik [dengan otoritas Saudi]."

“Dia tidak berpikir soal alternatif. Misalnya pandangan tentang dinasti atau raja baru. Namun ia menginginkan negaranya agar menjadi lebih demokratis, meski berbentuk kerajaan namun dengan pemerintahan lebih baik, seperti Britania Raya. Itulah sebabnya, ia berharap bahwa kebijakan reformasi yang dicanangkan oleh [Raja] Salman bin Abdulaziz setelah mangkatnya Raja Abdullah [pada 2015]. Dia membuat banyak pernyataan yang diidamkan."

'Kepercayaan' pada Arab Saudi

Menggarisbawahi bahwa Khashoggi memiliki kepercayaan besar terhadap negara Turki, Aktay menyatakan: "Dia percaya bahwa bangsanya tidak akan menentangnya, bila ia mempercayai Turki. Dia terlalu yakin bahwa insiden semacam ini tidak akan terjadi di Turki. Dia tahu bahwa tidak akan ada penculikan di negara ini, karena Turki adalah negara hukum, dengan perlindungan polisi yang berkemampuan sangat baik. Nah, apalagi di konsulat. Rasa percaya dirinya adalah benar-benar milik seorang manusia biasa. Kepercayaan diri inilah yang merusaknya."

Aktay menambahkan: "Kejadian ini benar-benar mengerikan.Benarkah sebuah konsulat tak bisa dipercaya? Padahal setiap warga negara di luar negeri, dalam mengurusi hal tertentu mesti berkunjung ke konsulat negaranya sendiri. Bila konsulat-konsulat bisa  menjadi tempat yang mudah untuk melakukan pembunuhan lalu ditutup-tutupi, warga bakal kehilangan kepercayaan.

Padahal, dunia modern mengenal tingkat kepercayaan yang canggih, bukan? Tentu saja, negaranya tidak menuduh dia melakukan kejahatan. Bila pandangannya yang berseberangan dianggap sebagai kejahatan, maka pertentangan ini akan tetap ada sampai waktu yang demikian panjang. Ia terkadang memiliki pandangan berbeda dengan negaranya sendiri selama Kebangkitan Arab, namun tidak ada seorangpun yang menanyainya, "Mengapa Anda berada di pihak yang berbeda?"

"Ia berkeberatan atas kehadiran Saudi di Yaman [2015] saat terjadi gerakan Kebangkitan Arab yang berujung pada pelanggaran berat hak asasi manusia. Peran Saudi dalam pengamatannya justru memperdalam konflik, bukan memberikan solusi. Kini kita memiliki pandangan yang sama akan hal ini."

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Kasus Pembunuhan Khashoggi, AS Tarik Visa Pejabat Arab Saudi

Kasus Pembunuhan Khashoggi, AS Tarik Visa Pejabat Arab Saudi

News | Rabu, 24 Oktober 2018 | 15:44 WIB

Presiden Turki Sampaikan Duka Mendalam ke Keluarga Khashoggi

Presiden Turki Sampaikan Duka Mendalam ke Keluarga Khashoggi

News | Rabu, 24 Oktober 2018 | 15:06 WIB

Erdogan: Pembunuhan Sadis terhadap Khashoggi Direncanakan

Erdogan: Pembunuhan Sadis terhadap Khashoggi Direncanakan

News | Selasa, 23 Oktober 2018 | 18:59 WIB

Terkini

Materi Pencegahan LGBTQ Masuk Sekolah, Pengamat Ingatkan Guru Jangan Menghakimi Siswa

Materi Pencegahan LGBTQ Masuk Sekolah, Pengamat Ingatkan Guru Jangan Menghakimi Siswa

Jogja | Selasa, 04 Agustus 2026 | 06:43 WIB

Posisi Cermin di Kamar Tidur Baiknya di Mana? Ini Penjelasan Ahli Interior dan Feng Shui

Posisi Cermin di Kamar Tidur Baiknya di Mana? Ini Penjelasan Ahli Interior dan Feng Shui

Lifestyle | Selasa, 04 Agustus 2026 | 06:30 WIB

4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik

4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik

Lifestyle | Selasa, 04 Agustus 2026 | 06:23 WIB

Usai Dibungkam Vietnam, Herdman Kirim Pesan Emosional untuk Suporter Timnas Indonesia

Usai Dibungkam Vietnam, Herdman Kirim Pesan Emosional untuk Suporter Timnas Indonesia

Bola | Selasa, 04 Agustus 2026 | 06:18 WIB

Dibungkam Vietnam 0-3, Peluang Indonesia ke Semifinal AFF 2026 Kian Berat

Dibungkam Vietnam 0-3, Peluang Indonesia ke Semifinal AFF 2026 Kian Berat

Foto | Selasa, 04 Agustus 2026 | 06:00 WIB

Nadiem Makarim Tantang Audit BPKP di Sidang Banding, Minta Hakim Periksa Ulang Bukti

Nadiem Makarim Tantang Audit BPKP di Sidang Banding, Minta Hakim Periksa Ulang Bukti

News | Selasa, 04 Agustus 2026 | 00:45 WIB

Prabowo dan PM Thailand Sepakati Kemitraan Strategis Baru, Fokus Pangan hingga Energi

Prabowo dan PM Thailand Sepakati Kemitraan Strategis Baru, Fokus Pangan hingga Energi

News | Selasa, 04 Agustus 2026 | 00:21 WIB

Jangan Korbankan Nyawa Demi Target! BGN Didesak Usut Tuntas Keracunan Massal MBG di Semarang

Jangan Korbankan Nyawa Demi Target! BGN Didesak Usut Tuntas Keracunan Massal MBG di Semarang

News | Selasa, 04 Agustus 2026 | 00:09 WIB

Trauma Kolektif: Pagar Tinggi Mal Ingatkan Warga pada Kerusuhan Agustus

Trauma Kolektif: Pagar Tinggi Mal Ingatkan Warga pada Kerusuhan Agustus

News | Senin, 03 Agustus 2026 | 23:53 WIB

Kasus Bayi Dijual Rp20 Juta Belum Tuntas, Polisi Didesak Usut Sosok Pemberi Uang

Kasus Bayi Dijual Rp20 Juta Belum Tuntas, Polisi Didesak Usut Sosok Pemberi Uang

Sumsel | Senin, 03 Agustus 2026 | 23:28 WIB

×