Lawan Massa Bercadar, Warga Jogja Gelar Ritual Khusus di Pantai

Bangun Santoso

Sabtu, 27 Oktober 2018 | 08:21 WIB
Lawan Massa Bercadar, Warga Jogja Gelar Ritual Khusus di Pantai
Salah satu ritual acara Labuhan Sakti Nuswantara yang digelar di Pantai Parangkusumo, Bantul, Kamis (25/10 - 2018). (Harian Jogja/Rahmat Jiwandono)

Suara.com - Aliansi Masyarakat Pelestari Budaya (AMPB) menggelar acara Labuhan atau sedekah laut di Pantai Parangkusumo (25/10/2018) sebagai bentuk perlawanan terhadap aksi intoleransi yang dilakukan oleh sekelompok orang di Jogja.

Seperti diberitakan sebelumnya, properti sedekah laut di Pantai Baru, Bantul, Jogja pertengahan Oktober lalu diobrak-abrik oleh sekolompok orang yang menggunakan penutup muka atau cadar hitam. Mereka menuding bahwa tradisi labuhan tersebut syirik dan bertentangan dengan ajaran agama tertentu.

Adapun acara Labuhan kali ini dinamai Labuhan Sakti Nuswantara. Ketua Pelaksana acara Labuhan dari Aliansi Masyarakat Pelestari Budaya (AMPB), Lestanto Boediman mengatakan tradisi budaya yang terus dilestarikan tiba-tiba mendapat pertentangan dari kelompok-kelompok yang intoleran terhadap budaya yang sudah ada.

"Labuhan sudah ada sejak dulu namun akhir-akhir ini terjadi gesekan antara orang yang tidak suka dengan tradisi budaya ini," ujar dia seperti dilansir Solopos.com (jaringan Suara.com), Kamis (25/10/2018).

Dia menegaskan bahwa peristiwa intoleransi dapat memecah bela bangsa.

"Negara Indonesia berasaskan Pancasila jadi harus saling menghormati perbedaan-perbedaan yang ada," imbuh dia.

Sebelum upacara Labuhan di pantai Parangkusumo dimulai para peserta berdoa pada batu yang dianggap keramat di Pantai Parangkusumo. Batu ini dikelilingi tembok berbentuk segi empat. Konon, batu tersebut merupakan bekas tempat semedi para raja Mataram serta tempat pertemuan antara raja Mataram dengan Ratu Pantai Selatan.

Di sela-sela acara Labuhan tersebut, peserta melarung tokoh wayang Dasamuka/Rahwana sebagai simbol keserakahan dan nafsu angkara murka dan tokoh Sengkuni sebagai simbol kelicikan, kemunafikan dan keculasan.

Adapun sebelum acara Labuhan dimulai di Pantai Parangkusumo, peserta juga melakukan ritual Lampah Prihatin. Prosesi ini digelar di depan Pagelaran Kraton.

baca juga

Dalam prosesi ini dilakukan ritual Lampah Prihatin Ndipet Mata yakni aksi berjalan mundur dari depan Pagelaran Kraton menuju Titik Nol yang dilakukan oleh seorang pelaku Budaya Ki Gde Mahesa. Ritual ini mengandung makna yakni dalam berbangsa, selain menggunakan ilmu pengetahuan, nurani juga diutamakan.

Tak hanya ada acara di Pagelaran Kraton, Aliansi Masyarakat Pelestari Budaya (AMPB) juga mendatangi Polda DIY. Kunjungan tersebut kata Lestanto untuk mendesak agar kepolisian mengusut tuntas kasus perusakan properti sedekah laut yang diadakan oleh para nelayan di Pantai Baru.


Selengkapnya baca di sini...

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Khawatir Ada Bentrok, GP Ansor Batalkan Aksi Apel Kebangsaan

Khawatir Ada Bentrok, GP Ansor Batalkan Aksi Apel Kebangsaan

News | Jum'at, 26 Oktober 2018 | 14:31 WIB

Bikin Nagih, Mangut Lele Mbah Marto Pedasnya Menyengat Lidah

Bikin Nagih, Mangut Lele Mbah Marto Pedasnya Menyengat Lidah

Lifestyle | Kamis, 25 Oktober 2018 | 09:44 WIB

Bendera Tauhid Dibakar, FUI Berharap Presiden Jokowi Tobat Nasuha

Bendera Tauhid Dibakar, FUI Berharap Presiden Jokowi Tobat Nasuha

News | Rabu, 24 Oktober 2018 | 20:21 WIB

Renny Sutiyoso Sambangi 'Chef' Tertua di Yogya, Usianya 115 Tahun

Renny Sutiyoso Sambangi 'Chef' Tertua di Yogya, Usianya 115 Tahun

Lifestyle | Sabtu, 20 Oktober 2018 | 21:15 WIB

Heboh Bendera Cina di HUT Kulon Progo, Bupati Ngaku Tidak Tahu

Heboh Bendera Cina di HUT Kulon Progo, Bupati Ngaku Tidak Tahu

News | Kamis, 18 Oktober 2018 | 11:18 WIB

Terkini

Liga Catur Nasional Segera Digulirkan, Percasi Bidik April 2027

Liga Catur Nasional Segera Digulirkan, Percasi Bidik April 2027

Sport | Minggu, 25 Oktober 2026 | 22:05 WIB

Media Vietnam Panas Bahas Adik Mitchell Baker yang Disebut Mau Gabung Timnas Indonesia

Media Vietnam Panas Bahas Adik Mitchell Baker yang Disebut Mau Gabung Timnas Indonesia

Bola | Minggu, 25 Oktober 2026 | 22:05 WIB

Keluarga Polisi Dihantam Tragedi: Avanza Ringsek di Tol Lampung, 6 Orang Tewas Seketika

Keluarga Polisi Dihantam Tragedi: Avanza Ringsek di Tol Lampung, 6 Orang Tewas Seketika

Lampung | Minggu, 25 Oktober 2026 | 22:02 WIB

Drama Menit Akhir, Persib Tundukkan Garudayaksa FC

Drama Menit Akhir, Persib Tundukkan Garudayaksa FC

Bola | Minggu, 25 Oktober 2026 | 21:54 WIB

Singapura Siapkan Opsi Nuklir Usai Indonesia Stop Ekspor Gas

Singapura Siapkan Opsi Nuklir Usai Indonesia Stop Ekspor Gas

Bisnis | Minggu, 25 Oktober 2026 | 21:44 WIB

Kemenkraf Dorong Komersialisasi Penyiaran Melalui Program Akselerasi Ekonomi Kreatif

Kemenkraf Dorong Komersialisasi Penyiaran Melalui Program Akselerasi Ekonomi Kreatif

Bisnis | Minggu, 25 Oktober 2026 | 21:33 WIB

Pemerintah Tunda Kewajiban Sertifikasi Halal UMKM hingga 2028, Ini Kata Menkop

Pemerintah Tunda Kewajiban Sertifikasi Halal UMKM hingga 2028, Ini Kata Menkop

Bisnis | Minggu, 25 Oktober 2026 | 21:20 WIB

Puluhan Jemaat Gereja di Indragiri Hulu Diduga Keracunan Makanan

Puluhan Jemaat Gereja di Indragiri Hulu Diduga Keracunan Makanan

Riau | Minggu, 25 Oktober 2026 | 21:18 WIB

Bukan Cuma Merek dan Harga, Ini yang Perlu Diperhatikan Saat Membeli Jam Tangan Pre-Owned

Bukan Cuma Merek dan Harga, Ini yang Perlu Diperhatikan Saat Membeli Jam Tangan Pre-Owned

Lifestyle | Minggu, 25 Oktober 2026 | 21:05 WIB

Penasaran Kalahkan Persija Jakarta Racikan Shin Tae-yong, Pelatih Persik Rancang Strategi Khusus

Penasaran Kalahkan Persija Jakarta Racikan Shin Tae-yong, Pelatih Persik Rancang Strategi Khusus

Bola | Minggu, 25 Oktober 2026 | 21:05 WIB

×