Penembakan di Sinagoga, Delapan Tewas dan Belasan Luka-luka

Dythia Novianty Suara.Com
Minggu, 28 Oktober 2018 | 05:59 WIB
Penembakan di Sinagoga, Delapan Tewas dan Belasan Luka-luka
Penembakan di Sinagoga, Amerika Serikat tewaskan 8 orang, Sabtu (27/10/2018). [Dustin Franz / AFP]

Suara.com - Seorang lelaki bersenjata menewaskan sedikit-dikitnya delapan orang dan melukai 12 lagi dalam serangan di Sinagoga di Pittsburgh, Amerika Serikat.

Menurut pihak berwenang dan laporan media setempat, penembakan itu terjadi saat ibadah perayaan Sabat berlangsung. Seorang tersangka ditahan dan kemungkinan dikenai dakwaan melakukan kejahatan atas dasar kebencian.

"Seorang lelaki berkulit putih dan berjanggut ditahan," kata televisi KDKA dengan mengutip sumber kepolisian.

Polisi di lapangan ditembaki dan tiga di antara mereka terluka. Namun, belum ada kejelasan apakah ketiganya adalah bagian dari 12 yang luka-luka, kata laporan tersebut.

Gubernur Pennsylvania Tom Wolf, yang dikatakan media setempat berada di lokasi kejadian, mengatakan di Twitter, "Kami mengerahkan para petugas penanganan darurat untuk membantu apa pun yang mereka butuhkan."

Pusat Medis Universitas Pittsburgh mengatakan, pihaknya sedang menangani sejumlah pasien di UPMC Presbyterian.

Sinagoga tersebut, yang bernama Pohon Kehidupan, sedang melangsungkan upacara Sabat, yang dimulai pada pukul 09.45 waktu setempat, menurut laman organisasi tersebut.

Ketua Pohon Kehidupan Sam Schachner mengatakan, melalui telepon bahwa ia belum dapat memberikan pernyataan sementara Michael Eisenberg, mantan ketua sinagoga tersebut, mengatakan kepada KDKA bahwa polisi biasanya hanya akan melakukan penjagaan di sinagoga tersebut pada hari-hari besar.

"Pada hari seperti ini, pintu terbuka, ini acara doa, siapa pun bisa masuk dan keluar," katanya.

Baca Juga: Rencana Ramadan Sadiq Khan, Buka Puasa di Gereja dan Sinagoga

Pada saat penembakan terjadi, gedung sinagoga itu akan digunakan oleh tiga kelompok jemaat, kata Eisenberg.

Sebagian besar anggota jemaat adalah orang-orang yang lebih tua, menurut seorang mantan pendeta Yahudi yang diwawancarai media setempat.

Tidak lama setelah laporan soal penembakan itu muncul, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mencuit bahwa ia melihat peristiwa yang disebutnya "parah". Trump kemudian mengatakan kepada wartawan bahwa penembakan maut itu mungkin bisa dicegah kalau ada penjaga bersenjata di gedung tersebut. [Antara]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Tua Usia Kulitmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apa Mobil yang Cocok untuk Introvert, Ambivert dan Ekstrovert?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Detail Sejarah Isra Miraj?
Ikuti Kuisnya ➔
POLLING: 'Mens Rea' Pandji Pragiwaksono, Apa Layak Dilaporkan Polisi?
Ikuti Kuisnya ➔
Cek Prediksi Keuangan Kamu Tahun Depan: Akan Lebih Cemerlang atau Makin Horor?
Ikuti Kuisnya ➔
POLLING: Kamu di 2026 Siap Glow Up atau Sudah Saatnya Villain Era?
Ikuti Kuisnya ➔
POLLING: Bagaimana Prediksimu untuk Tahun 2026? Lebih Baik atau Lebih Suram?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Trivia Natal: Uji Pengetahuan Anda Tentang Tradisi Natal di Berbagai Negara
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Kepribadian: Siapa Karakter Ikonik Natal dalam Dirimu?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mitos vs Fakta Sampah: Cara Cerdas Jadi Pahlawan Kebersihan Lingkungan
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Sejarah Otomotif: Siapa Penemu Mobil Pertama di Dunia?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI