Cerita Lama, Jokowi Minta Caleg Perempuan Kampanye Door to Door

Dwi Bowo Raharjo | Suara.com

Minggu, 04 November 2018 | 14:40 WIB
Cerita Lama, Jokowi Minta Caleg Perempuan Kampanye Door to Door
Presiden Joko Widodo berbincang bersama pedagang saat meninjau Pasar Anyar, Tangerang, Banten, Minggu (4/11/2018). [Biro Pers Setpres/Kris]

Suara.com - Calon Presiden nomor urut 01 Joko Widodo atau Jokowi menyarankan para calon anggota legislatif perempuan yang berasal dari partai politik yang tergabung dalam Koalisi Indonesia Kerja untuk melakukan kampanye door to door. Ini disampaikan Jokowi dalam deklarasi calon legislatif perempuan untuk pemenangan Jokowi - Ma'ruf Amin di Hotel JHL Solitare Serpong, Tangerang, Minggu (4/11/2018).

Jokowi menerangkan, gaya kampanye door to door sudah dilakukan sejak dirinya masju sebagai Wali Kota Solo.

"Saya titip ini cerita lama saja, saat saya mencalonkan diri jadi wali kota pada 2005. Ibu-ibu itu pada 2004 tanya yang namanya Jokowi tidak ada yang tahu, di Solo saja tidak ada yang tahu," kata Jokowi seperti dikutip dari Antara.

Dalam kesempatan ini Jokowi juga menceritakan saat berhadapan dengan calon petahan di Pilkada Jakarta 2012 lalu. Saat itu, Jokowi bisa memenangi pesta demokrasi karena menggunakan cara baru saat berkampanye.

“Kemudian pilkada berlangsung apa yang saya lakukan? Menghadapi 'incumbent' memang berat, tapi saya tidak pakai cara-cara lama mengmpulkan orang di lapangan, butuh uang, jadi pikiran saya, 'door to door', ada orang lalu salaman, salamannya gak enak 'ooh gak dukung ini', salaman ragu saya datang lagi," kata Jokowi.

Selain itu pada Pilkada Kota Solo, Jokowi menang tipis dan meraih suara 37 persen, mengalahkan petahan. Jokowi lalu bercerita ia mulai membuat program kartu sehat di Solo, kartu pintar dan membangun total 43 pasar.

"Pilkada kedua sebetulnya saya tidak mau, saya mau balik ke dunia usaha tapi karena disuruh ya sudah mencalonkan lagi. Saya tidak mau keluar duit, tidak mau karena duitnya sudah habis di pilkada pertama dan kedua memang tidak punya duit. Saya nggak mau kampanye dengan cara mengumpulkan massa di lapangan, di daerah biayanya bisa Rp 400 juta – Rp 500 juta jadi saya tetap 'door to door'," ungkap Jokowi.

Meski demikian, Jokowi mengatakan ada perbedan dengan periode pertama. Sebagai calon petahana, Jokowi sudah memiliki program dan dapat diceritakan kepada warga Solo.

"Dulu tidak bisa cerita apa-apa, dan hanya cerita pengalaman pribadi tapi setelah 5 tahun wali kota, saya bisa cerita, 'bapak ibu terima kartu sehat belum? Oh terima, sudah dimanfaatkan belum? 1-2 kali, Bapak ibu tahu itu program saya? Oh tahu Pak, kartu pintar juga, saya tahu anak-anak yang dapat kartu pintar lalu saya datangi rumahnya," jelas Jokowi.

Mantan Gubernur DKI Jakarta ini kemudian menerangkan kalau pendekatan dari pintu ke pintu merupakan kunci kesukseskan di Pemilu. Apalagi, kata Jokowi, tidak harus mengeluarkan uang banyak.

“Dari pintu ke pintu adalah kunci, kita dapat dua, tidak keluar uang dan tanpa kalimat bertele-tele, tapi keringat bercucuran, karena harus berani dari pintu ke pintu, hasilnya 91 persen menang," cerita Jokowi disambut tepuk tangan para caleg.

Jokowi kemudian bercerita saat mencalonkan diri sebagai calon wali kota Solo. Jokowi mengatakan saat itu ia tidak terlalu dikenal oleh warga, dan hanya melakukan pendekatan yang sama, yakni dengan datang dari kampung ke kampung, dari RT ke RT.

"Saya melakukan hal yang sama dari subuh sampai subuh, karena saya tahu, dan saya juga sama tidak punya duit, dan semua orang kaget, putaran pertama menang 43 persen, 'incumbent' dapat suara 32 persen. Putaran kedua sebanyak 82 persen suara semua partai di sana, di sini hanya 18 persen, tapi saya yakin karena saya turun ke bawah, saya yakin insya Allah menang akhirnya juga menang," kata Jokowi.

Sebagai calon petahana di Pilpres 2019, Jokowi mengatakan sudah banyak program yang terwujudk dalam 5 tahun terakhir. Utamanya pembangunan infrastruktur seperti bandara, jalan tol, pembangkit listrik, bendungan yang tidak hanya dibangun di Jawa tapi juga di luar Jawa.

"Pembangunan infrastruktur ini bisa diceritakan, Kartu Indonesia Sehat juga sudah dibagikan sebanyak 96 juta yang tanpa iuran, Kartu Indonesia Sehat ada 19 juta, belum urusan dana desa,” kata Jokowi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Naik Motor Custom, Jokowi Blusukan ke Pasar Anyar Tangerang

Naik Motor Custom, Jokowi Blusukan ke Pasar Anyar Tangerang

News | Minggu, 04 November 2018 | 12:04 WIB

Jokowi Minta Pengusaha yang Suka Marah-marah Jadi Lebih Sabar

Jokowi Minta Pengusaha yang Suka Marah-marah Jadi Lebih Sabar

Bisnis | Sabtu, 03 November 2018 | 17:14 WIB

Prabowo Ledek Tampang Warga Boyolali, Kubu Jokowi: Maksudnya Apa?

Prabowo Ledek Tampang Warga Boyolali, Kubu Jokowi: Maksudnya Apa?

News | Jum'at, 02 November 2018 | 20:54 WIB

Marahi Emak-emak, Jubir Jokowi Tertawai Prabowo

Marahi Emak-emak, Jubir Jokowi Tertawai Prabowo

News | Jum'at, 02 November 2018 | 19:51 WIB

Ibur Korban Lion Air Menangis Mengadu ke Jokowi

Ibur Korban Lion Air Menangis Mengadu ke Jokowi

News | Jum'at, 02 November 2018 | 19:20 WIB

Terkini

Titah Kaesang Pangarep di Papua Barat: Jangan Biarkan Pembangunan Infrastruktur Terhenti

Titah Kaesang Pangarep di Papua Barat: Jangan Biarkan Pembangunan Infrastruktur Terhenti

News | Senin, 04 Mei 2026 | 23:21 WIB

Hormati Pertemuan PGI - HKBP dan Jusuf Kalla, GAMKI Ajak Publik Hindari Polarisasi

Hormati Pertemuan PGI - HKBP dan Jusuf Kalla, GAMKI Ajak Publik Hindari Polarisasi

News | Senin, 04 Mei 2026 | 23:09 WIB

Dosen UI: Tantangan Literasi Bencana Ada pada Aksi, Bukan Sekadar Informasi

Dosen UI: Tantangan Literasi Bencana Ada pada Aksi, Bukan Sekadar Informasi

News | Senin, 04 Mei 2026 | 22:41 WIB

Geruduk Kementerian Diktisaintek, BEM SI Teriakan Tiga Dosa Perguruan Tinggi

Geruduk Kementerian Diktisaintek, BEM SI Teriakan Tiga Dosa Perguruan Tinggi

News | Senin, 04 Mei 2026 | 22:18 WIB

Prabowo Panggil Mendiktisaintek, Kampus Diminta Jadi Mitra Pemda Atasi Masalah Daerah

Prabowo Panggil Mendiktisaintek, Kampus Diminta Jadi Mitra Pemda Atasi Masalah Daerah

News | Senin, 04 Mei 2026 | 22:15 WIB

Ribka Haluk: Keselarasan Kebijakan Pusat - Daerah Kunci Sukses PSN Pantura Jawa

Ribka Haluk: Keselarasan Kebijakan Pusat - Daerah Kunci Sukses PSN Pantura Jawa

News | Senin, 04 Mei 2026 | 22:08 WIB

Telisik Penyebab Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur, Polisi Periksa Dinas PU Hingga Sopir Green SM

Telisik Penyebab Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur, Polisi Periksa Dinas PU Hingga Sopir Green SM

News | Senin, 04 Mei 2026 | 22:07 WIB

Kapal Perang AS Terjang Iran di Selat Hormuz dengan Dalih "Project Freedom"

Kapal Perang AS Terjang Iran di Selat Hormuz dengan Dalih "Project Freedom"

News | Senin, 04 Mei 2026 | 21:56 WIB

Polisi Ciduk Pelaku Penusukan Terhadap Ibu di Pondok Aren Tangsel, Motif Masih Dalam Penyelidikan

Polisi Ciduk Pelaku Penusukan Terhadap Ibu di Pondok Aren Tangsel, Motif Masih Dalam Penyelidikan

News | Senin, 04 Mei 2026 | 21:37 WIB

Ade Armando, Abu Janda, dan Grace Natalie Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Video Ceramah JK

Ade Armando, Abu Janda, dan Grace Natalie Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Video Ceramah JK

News | Senin, 04 Mei 2026 | 21:31 WIB