Ade Korban Peluru Nyasar Ternyata Tak Pernah Lapor RT

Bangun Santoso, Walda Marison

Selasa, 06 November 2018 | 14:37 WIB
Ade Korban Peluru Nyasar Ternyata Tak Pernah Lapor RT
Lokasi penemuan jasad montir yang diduga terkena peluru nyasar oknum polisi di Jakarta Timur. (Suara.com/Walda Marison)

Suara.com - Ade Supardi, seorang montir di Jakarta Timur diduga tewas akibat terkena peluru nyasar dari oknum polisi Polda Metro Jaya. Ia sehari-hari diketahui tinggal di sebuah rumah kontrakan di Jalan Asem RT 14/09, Ciracas, Jakarta Timur.

Namun selama kurang lebih empat bulan menempati kontrakan itu, Ade diketahui tidak pernah melapor ke Ketua RT setempat.

Suara.com pun sempat menemui Ketua RT 14, Hidayat. Hidayat pun membenarkan jika Ade, korban tewas diduga terkena peluru nyasar itu belum pernah melapor.

"Belum sempat melapor ke saya. Biasanya sehari atau dua hari setelah pindahan harusnya melapor," ujar Hidayat, Selasa (6/11/2018).

Selaku ketua RT, Hidayat cukup menyayangkan hal tersebut. Seharusnya, Ade melapor ke pihak RT agar bisa didata sehingga ketua RT lebih mudah mengkoordinir warganya.

"Paling kalau habis pindahan gak sampai seminggu atau dua minggu kan untuk berberes-beresnya. Sehabis beres-beres seharusnya langsung lapor," katanya.

Namun demikian, selama tinggal di daerahnya, Hidayat tidak pernah sekalipun mendengar kabar miring tentang Ade. Ade dikenal sebagai pemuda ramah dan tidak pernah bikin onar.

"Dia (Ade) gak pernah buat onar, tapi kalau dibilang tertutup sih tertutup," imbuh Hidayat.

Sebelumnya, Ade diperikirakan tewas sekitar pukul 22.30 WIB pada Sabtu (3/11/2018). Ia tewas tepat di depan gang rumahnya yang letaknya tidak jauh dari kontrakan yang ia tempati.

baca juga

"Saya awalnya sedang tidur. Istri saya dengar suara ledakan di depan gang. Istri saya kira ini suara petasan, " ujar tetanggka korban, Abdul Kodir.

Abdul pun berinisiatif memeriksa kondisi depan gang, tempat suara itu berasal. Namun Abdul heran banyak orang orang yang lari berhamburan.

"Saya lihat ada kayak orang tiduran posisi badan miring ke arah tebing. Saya gak mikir itu mayat," ujarnya.

Abdul bahkan tidak menyangka jika mayat tersebut merupakan tetangganya yang bernama Ade. Abdul menjelaskan jika korban menggunakan kaos warna biru. Namun ia tidak sempat melihat bekas darah pada tubuh korban.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ade Diduga Terkena Peluru Nyasar Saat Asyik Bermain FB

Ade Diduga Terkena Peluru Nyasar Saat Asyik Bermain FB

News | Selasa, 06 November 2018 | 12:29 WIB

Tewas Diduga Terkena Peluru Nyasar Polisi, Rumah Ade Kini Kosong

Tewas Diduga Terkena Peluru Nyasar Polisi, Rumah Ade Kini Kosong

News | Selasa, 06 November 2018 | 12:16 WIB

Dikenal Sopan, Tetangga Tak Menyangka Ade Bisa Tewas Mengenaskan

Dikenal Sopan, Tetangga Tak Menyangka Ade Bisa Tewas Mengenaskan

News | Selasa, 06 November 2018 | 11:36 WIB

Cerita Warga Saat Lihat Ade Supardi Roboh Terkena Peluru Nyasar

Cerita Warga Saat Lihat Ade Supardi Roboh Terkena Peluru Nyasar

News | Selasa, 06 November 2018 | 11:06 WIB

Terkini

Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri

Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:28 WIB

Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok

Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:12 WIB

Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya

Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya

Bola | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:10 WIB

Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok

Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok

Bogor | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:05 WIB

Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI

Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:03 WIB

Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan

Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:00 WIB

Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator

Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator

Banten | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan

Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:49 WIB

Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!

Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:37 WIB

BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan

BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan

Bri | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:28 WIB

×