Identitas 3 Korban Tewas Insiden Drama Kolosal Surabaya Membara

Bangun Santoso

Sabtu, 10 November 2018 | 09:56 WIB
Identitas 3 Korban Tewas Insiden Drama Kolosal Surabaya Membara
Sejumlah warga mengevakuasi korban yang terjatuh dari viaduk ketika menonton drama kolosal Surabaya Membara di Jalan Pahlawan Surabaya, Jawa Timur, Jumat (9/11/2018). Menurut Kasatreskrim Polrestabes Surabaya sebanyak 10 korban luka-luka dan tiga meninggal dunia usai tertabrak kereta api yang melintas di viaduk. (ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat)

Suara.com - Identitas tiga korban tewas saat menonton drama kolosal 'Surabaya Membara' di Tugu Pahlawan, Jumat (9/11/2018) malam akhirnya diketahui. Dua korban meninggal karena jatuh dari viaduk (jembatan rel kereta api di atas jalan raya) dan satu lagi meninggal karena terlindas kereta api.

Korban yang teridentifikasi pertama kali adalah Erikawati (9), warga Jl Kalimas Baru No 61 Surabaya. Sementara dua korban lain sebelumnya berjam-jam menjadi Mr X, karena identitasnya belum diketahui. Namun identitas tersebut akhirnya terkuak.

Masing-masing Helmi Suryawijaya (13) warga Karang Tembok Gang 5, Surabaya, dan Bagus Ananda (17) warga Jalan Ikan Gurami 6/27, Surabaya. Hingga Jumat dini hari keluarga korban sudah berada di kamar mayat untuk membawa jenazah korban pulang.

Sebelumnya, drama kolosal untuk memperingati Hari Pahlawan yang digelar di area Tugu Pahlawan memakan korban jiwa. Ribuan warga yang menyaksikan harus berdesak-desakan sampai mereka rela naik ke viaduk. Naas, di saat yang sama ada kereta api lewat sehingga belasan orang terjatuh dari atas viaduk.

Berikut identitas 3 Korban Tewas Saat menyaksikan Drama Kolosal Surabaya Membara:

1). Erikawati (9) warga Jalan Kalimas Baru No. 61, Surabaya. (Jatuh dari Viaduk). Dibawa ke KM RSU dr Soetomo Surabaya.

2). Helmi Suryawijaya (13) warga Karang Tembok Gang 5, Surabaya. (Terlindas Kereta Api). Dibawa ke KM RSU dr Soetomo Surabaya.

3). Bagus Ananda (17) warga Jalan Ikan Gurami 6/27, Surabaya. (Jatuh dari Viaduk). Dibawa ke KM RSUD dr Soewandi Surabaya.


Artikel ini dikutip dari laman Beritajatim.com dengan judul: "Identitas 3 Korban Tewas Insiden 'Surabaya Membara' Terkuak"

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Sejarah Viaduk Tugu Pahlawan, Lokasi Insiden Surabaya Membara

Sejarah Viaduk Tugu Pahlawan, Lokasi Insiden Surabaya Membara

News | Sabtu, 10 November 2018 | 09:41 WIB

Korban Tewas Insiden Drama Kolosal Surabaya Jadi 3 Orang

Korban Tewas Insiden Drama Kolosal Surabaya Jadi 3 Orang

News | Sabtu, 10 November 2018 | 07:28 WIB

Polisi Selidiki Dugaan Kelalaian Panitia 'Surabaya Membara'

Polisi Selidiki Dugaan Kelalaian Panitia 'Surabaya Membara'

News | Sabtu, 10 November 2018 | 06:54 WIB

Detik-detik Mengerikan Tragedi Drama Kolosal Surabaya Membara

Detik-detik Mengerikan Tragedi Drama Kolosal Surabaya Membara

News | Sabtu, 10 November 2018 | 06:02 WIB

Data Korban Drama Kolosal Surabaya Membara

Data Korban Drama Kolosal Surabaya Membara

News | Sabtu, 10 November 2018 | 05:45 WIB

Terkini

Program 'Speling' Jateng di Banyumas, Wagub Taj Yasin Dekatkan Dokter Spesialis ke Tingkat Kecamatan

Program 'Speling' Jateng di Banyumas, Wagub Taj Yasin Dekatkan Dokter Spesialis ke Tingkat Kecamatan

News | Sabtu, 04 Juli 2026 | 20:49 WIB

Rencana Kemasan Rokok Polos Tuai Protes, Dinilai Rugikan Petani dan Industri Tembakau

Rencana Kemasan Rokok Polos Tuai Protes, Dinilai Rugikan Petani dan Industri Tembakau

News | Sabtu, 04 Juli 2026 | 20:00 WIB

Roy Suryo Ajukan Praperadilan Lagi, Padahal Putusan Gugatan Pertama Tinggal Hitungan Hari

Roy Suryo Ajukan Praperadilan Lagi, Padahal Putusan Gugatan Pertama Tinggal Hitungan Hari

News | Sabtu, 04 Juli 2026 | 19:00 WIB

OTT Diduga Bocor di Kasus Bupati Kuansing dan Langkat, KPK Bakal Evaluasi

OTT Diduga Bocor di Kasus Bupati Kuansing dan Langkat, KPK Bakal Evaluasi

News | Sabtu, 04 Juli 2026 | 18:39 WIB

Agus Jabo Minta Kader PRIMA Kawal Program Kerakyatan Pemerintahan Prabowo

Agus Jabo Minta Kader PRIMA Kawal Program Kerakyatan Pemerintahan Prabowo

News | Sabtu, 04 Juli 2026 | 17:59 WIB

Pengembalian Gratifikasi Tak Hapus Pidana, KPK Bakal Dalami Pernyataan Raja Juli

Pengembalian Gratifikasi Tak Hapus Pidana, KPK Bakal Dalami Pernyataan Raja Juli

News | Sabtu, 04 Juli 2026 | 17:27 WIB

Tawuran Remaja di Cengkareng Digagalkan Patroli Gabungan, Celurit hingga Petasan Disita

Tawuran Remaja di Cengkareng Digagalkan Patroli Gabungan, Celurit hingga Petasan Disita

News | Sabtu, 04 Juli 2026 | 17:22 WIB

Transportasi dan Wisata Jakarta Bakal Digratiskan 5 Hari Saat HUT Ke-500

Transportasi dan Wisata Jakarta Bakal Digratiskan 5 Hari Saat HUT Ke-500

News | Sabtu, 04 Juli 2026 | 16:54 WIB

Sambut HUT ke-80, BNI Hadirkan Program Terus Ada, Ada Terus bagi Pengabdian untuk Negeri

Sambut HUT ke-80, BNI Hadirkan Program Terus Ada, Ada Terus bagi Pengabdian untuk Negeri

News | Sabtu, 04 Juli 2026 | 16:47 WIB

Biaya Haji 2027 Berpotensi Naik, DPR Minta Pemerintah Cari Celah Efisiensi

Biaya Haji 2027 Berpotensi Naik, DPR Minta Pemerintah Cari Celah Efisiensi

News | Sabtu, 04 Juli 2026 | 16:30 WIB

×