Mau Jadi Pahlawan Nasional? Ini Syarat dan Tahapannya

Agung Sandy Lesmana, Walda Marison

Sabtu, 10 November 2018 | 17:31 WIB
Mau Jadi Pahlawan Nasional? Ini Syarat dan Tahapannya
Sejarahwan senior, Asvi Warman Adam. (suara.com/Pebriansyah Ariefana)

Suara.com - Sejarawan, Asvi Warman Adam mengatakan ada beberapa tahapan pengajuan nama untuk dijadikan pahlawan nasional. Para nama calon pahlawan tersebut akan melewati seleksi dari Dewan Gelar Tanda Jasa dan Kehormatan yang terdiri dari kalangan militer, akademisi dan tokoh masyarakat.

Menurutnya, ada beberapa tahapan yang harus dilewati sebelum diusulkan ke dewan. Langkah awal pengajuan nama menjadi pahlawan nasional dimulai dari tingkat kabupaten.

"Gelar pahlawan diusulkan dari bawah, pertama dari tingkat kabupaten kota. Tingkat kabupaten kota diusulkan ke Provinsi. Di sana, kemudian ada sosialisasi tentang siapa sih yang diusulkan itu dan ada proses pengkajian," kata Asvi dalam diskusi "Makna Kepahlawanan" di gedung Sarina, Jakarta pusat. Sabtu (11/10/2018).

Setelah lolos dalam tahap provinsi, nama calon akan dikirim ke Kementerian Sosial. Pada tahap itu tim dari Kemensos akan turun langsung meninjau nama calon tersebut.

"Di kementerian sosial itu kemudian akan membentuk tim penilai dan tim pengkaji gelar pahlawan nasional yang kemudian turun ke bawah untuk mengecek tentang tokoh yang diusulkan. Jangan sampai nanti kontroversial," bebernya.

Setelah dinyatakan lolos penelitian, nama calon pahlawan nantinya akan masuk ke dalam Dewan Gelar Tanda Jasa dan Kehormatan. Para nama tersebut akan digodok bersama Kementerian Sosial dan akan diajukan ke Presiden.

"Kemudian dimasukan ke dewan tadi, dewan penilai yang terdiri dari unsur akademisi unsur tokoh masyarakat dan unsur militer. Kalah enggak salah 7 orang. Nah, setelah ini baru diusulkan ke negara, kepada pemerintah, kepada presiden untuk mengeluarkan keputusan,"jelasnya.

Proses penyeleksian kandidat tersebut dinilai ketat dan ditangani oleh pihak yang independen. Hal ini untuk menghasilkan calon pahlawan nasional yang representatif dan memiliki jasa dalam memajukan bangsa.

"Ini bukan sekedar pahalawan tapi ini pahawan nasional. Ini gelar resmi yang diberikan negara sejak tahun 1959," kata dia.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Selain G30S/PKI, Ini Film Propaganda Orba dan Soeharto

Selain G30S/PKI, Ini Film Propaganda Orba dan Soeharto

News | Rabu, 20 September 2017 | 07:22 WIB

Sejarawan LIPI Desak Kurikulum Sejarah G30S Direvisi

Sejarawan LIPI Desak Kurikulum Sejarah G30S Direvisi

News | Selasa, 19 September 2017 | 15:20 WIB

Sejarawan: Purnawirawan Jangan Libatkan TNI ke Politik Praktis

Sejarawan: Purnawirawan Jangan Libatkan TNI ke Politik Praktis

News | Selasa, 19 September 2017 | 14:02 WIB

Film 'G30S/PKI' Propaganda Orde Baru Guna Diskreditkan Bung Karno

Film 'G30S/PKI' Propaganda Orde Baru Guna Diskreditkan Bung Karno

News | Selasa, 19 September 2017 | 12:52 WIB

Nobar Film G30S/PKI, Sejarawan LIPI: Tugas TNI Bukan Nobar Film

Nobar Film G30S/PKI, Sejarawan LIPI: Tugas TNI Bukan Nobar Film

News | Selasa, 19 September 2017 | 11:32 WIB

Terkini

Sultan HB X Pertanyakan Mekanisme Gaji ASN Lewat Kopdes Merah Putih

Sultan HB X Pertanyakan Mekanisme Gaji ASN Lewat Kopdes Merah Putih

Jogja | Minggu, 18 Oktober 2026 | 20:16 WIB

Sering Alami Kedutan Kelopak Mata Kiri Atas? Ini Artinya Menurut Medis

Sering Alami Kedutan Kelopak Mata Kiri Atas? Ini Artinya Menurut Medis

Lifestyle | Minggu, 18 Oktober 2026 | 20:15 WIB

BGN Usut Kasus Dugaan Penganiayaan KPPG Bogor

BGN Usut Kasus Dugaan Penganiayaan KPPG Bogor

Jabar | Minggu, 18 Oktober 2026 | 20:09 WIB

Rangkuman Kericuhan Demo Karhutla Sumsel: Ormas Berbaju Hitam, 2 Jurnalis Dianiaya, 2 Tersangka

Rangkuman Kericuhan Demo Karhutla Sumsel: Ormas Berbaju Hitam, 2 Jurnalis Dianiaya, 2 Tersangka

Sumsel | Minggu, 18 Oktober 2026 | 20:09 WIB

'Beautiful Pain': Kisah Perjuangan Perempuan yang Berani Keluar dari Pernikahan Toxic

'Beautiful Pain': Kisah Perjuangan Perempuan yang Berani Keluar dari Pernikahan Toxic

Your Say | Minggu, 18 Oktober 2026 | 20:07 WIB

Amarah Rakyat Meledak! Demonstrasi Besar Meluas di 4 Negara Eropa Dipicu Biaya Hidup Mahal

Amarah Rakyat Meledak! Demonstrasi Besar Meluas di 4 Negara Eropa Dipicu Biaya Hidup Mahal

News | Minggu, 18 Oktober 2026 | 20:00 WIB

Ter Stegen Main Buruk, Pelatih Ajax Bakal Turunkan Maarten Paes Lawan FC Groningen?

Ter Stegen Main Buruk, Pelatih Ajax Bakal Turunkan Maarten Paes Lawan FC Groningen?

Bola | Minggu, 18 Oktober 2026 | 19:48 WIB

Prabowo Sambut Sekjen PBB Antnio Guterres di Hambalang

Prabowo Sambut Sekjen PBB Antnio Guterres di Hambalang

News | Minggu, 18 Oktober 2026 | 19:45 WIB

Tren Baru Wisata MICE, Ketika Agenda Bisnis Dipadukan dengan Pengalaman Liburan

Tren Baru Wisata MICE, Ketika Agenda Bisnis Dipadukan dengan Pengalaman Liburan

Lifestyle | Minggu, 18 Oktober 2026 | 19:42 WIB

Persebaya Ditahan PSS, Bonek Panen Pujian Bentangkan Spanduk Save Kalimantan

Persebaya Ditahan PSS, Bonek Panen Pujian Bentangkan Spanduk Save Kalimantan

Bola | Minggu, 18 Oktober 2026 | 19:36 WIB

×