DVI Teliti Cincin dan Jam Tangan untuk Kenali Korban Lion Air

Reza Gunadha

Selasa, 13 November 2018 | 03:00 WIB
DVI Teliti Cincin dan Jam Tangan untuk Kenali Korban Lion Air
Tim SAR gabungan mengidentifikasi kantong jenazah korban pesawat Lion Air PK-LQP dari KN SAR Basarnas di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (8/11). (Suara.com/Fakhri Hermansyah)

Suara.com - Rumah Sakit Polri Tingkat I Raden Said Sukanto Kramat Jati, Jakarta Timur menyimpan sementara properti pada tubuh korban jatuhnya pesawat udara Lion Air JT 610, untuk keperluan identifikasi.

“Properti yang disimpan sementara itu di antaranya cincin, jam tangan, pakaian atau sepatu yang dipakai korban saat menumpangi pesawat Lion Air JT 610,” kata Kepala Bidang Identifikasi Korban Bencana (DVI) RS Polri Kombes drg Lisda Cancer, Senin (12/11/2018).

Namun, properti tersebut akan dikembalikan kepada keluarga saat jenazah sudah teridentifikasi.

Properti yang melekat itu merupakan data sekunder yang digunakan untuk mengidentifikasi identitas korban.

Tim DVI dan petugas posko antemortem akan mencocokkan barang yang melekat pada korban dengan kesaksian ataupun foto dari keluarga.

Wakil Kepala DVI RS Polri Kramat Jati Kombes Triawan Marsudi mengatakan, pihaknya membedakan dua jenis properti milik korban, yaitu barang yang punya potensi sebagai pengidentifikasi dan non-pengidentifikasi.

Barang yang punya potensi identifikasi akan disimpan sementara oleh pihak RS Polri untuk kepentingan pencocokkan identitas korban.

Sementara barang tanpa potensi identifikasi dihimpun oleh pihak maskapai Lion Air, sebelum dikembalikan ke keluarga.

Kepala Bidang Pelayanan RS Polri Kombes Sumirat turut menambahkan, barang-barang yang dihimpun pihak maskapai saat ini sedang disimpan di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur.

baca juga

"Barang itu sedang disterilisasi dulu sebelum dikembalikan ke keluarga," sebut Kombes Sumirat di halaman Gedung Sentra Visum dan Medikolegal RS Polri Kramat Jati.

Hingga hari ke-15 sejak pesawat Lion Air PK-LQP JT 610 jatuh di Tanjung Pakis, Karawang, Jabar, tim DVI RS Polri telah memeriksa 195 kantong jenazah, dan mengidentifikasi 82 penumpang.

Sebanyak 62 di antaranya berjenis kelamin laki-laki, dan 20 perempuan. Sementara itu, tim DVI juga masih mengeksaminasi 666 sampel DNA dan belasan sidik jari.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Rio, Hari Ini Aku Pakai Baju Pengantin Pilihanmu Sayang....

Rio, Hari Ini Aku Pakai Baju Pengantin Pilihanmu Sayang....

News | Senin, 12 November 2018 | 20:28 WIB

Identitas Korban Lion Air Terungkap Lewat DNA di Tulang

Identitas Korban Lion Air Terungkap Lewat DNA di Tulang

News | Senin, 12 November 2018 | 19:08 WIB

Update Korban Lion Air Hari ke-15, 82 Orang Teridentifikasi

Update Korban Lion Air Hari ke-15, 82 Orang Teridentifikasi

News | Senin, 12 November 2018 | 18:55 WIB

Sinyal CVR Black Box Lion JT 610 Lemah karena Rusak, Bukan Lumpur

Sinyal CVR Black Box Lion JT 610 Lemah karena Rusak, Bukan Lumpur

News | Senin, 12 November 2018 | 18:12 WIB

Terkini

Program 'Speling' Jateng di Banyumas, Wagub Taj Yasin Dekatkan Dokter Spesialis ke Tingkat Kecamatan

Program 'Speling' Jateng di Banyumas, Wagub Taj Yasin Dekatkan Dokter Spesialis ke Tingkat Kecamatan

News | Sabtu, 04 Juli 2026 | 20:49 WIB

Rencana Kemasan Rokok Polos Tuai Protes, Dinilai Rugikan Petani dan Industri Tembakau

Rencana Kemasan Rokok Polos Tuai Protes, Dinilai Rugikan Petani dan Industri Tembakau

News | Sabtu, 04 Juli 2026 | 20:00 WIB

Roy Suryo Ajukan Praperadilan Lagi, Padahal Putusan Gugatan Pertama Tinggal Hitungan Hari

Roy Suryo Ajukan Praperadilan Lagi, Padahal Putusan Gugatan Pertama Tinggal Hitungan Hari

News | Sabtu, 04 Juli 2026 | 19:00 WIB

OTT Diduga Bocor di Kasus Bupati Kuansing dan Langkat, KPK Bakal Evaluasi

OTT Diduga Bocor di Kasus Bupati Kuansing dan Langkat, KPK Bakal Evaluasi

News | Sabtu, 04 Juli 2026 | 18:39 WIB

Agus Jabo Minta Kader PRIMA Kawal Program Kerakyatan Pemerintahan Prabowo

Agus Jabo Minta Kader PRIMA Kawal Program Kerakyatan Pemerintahan Prabowo

News | Sabtu, 04 Juli 2026 | 17:59 WIB

Pengembalian Gratifikasi Tak Hapus Pidana, KPK Bakal Dalami Pernyataan Raja Juli

Pengembalian Gratifikasi Tak Hapus Pidana, KPK Bakal Dalami Pernyataan Raja Juli

News | Sabtu, 04 Juli 2026 | 17:27 WIB

Tawuran Remaja di Cengkareng Digagalkan Patroli Gabungan, Celurit hingga Petasan Disita

Tawuran Remaja di Cengkareng Digagalkan Patroli Gabungan, Celurit hingga Petasan Disita

News | Sabtu, 04 Juli 2026 | 17:22 WIB

Transportasi dan Wisata Jakarta Bakal Digratiskan 5 Hari Saat HUT Ke-500

Transportasi dan Wisata Jakarta Bakal Digratiskan 5 Hari Saat HUT Ke-500

News | Sabtu, 04 Juli 2026 | 16:54 WIB

Sambut HUT ke-80, BNI Hadirkan Program Terus Ada, Ada Terus bagi Pengabdian untuk Negeri

Sambut HUT ke-80, BNI Hadirkan Program Terus Ada, Ada Terus bagi Pengabdian untuk Negeri

News | Sabtu, 04 Juli 2026 | 16:47 WIB

Biaya Haji 2027 Berpotensi Naik, DPR Minta Pemerintah Cari Celah Efisiensi

Biaya Haji 2027 Berpotensi Naik, DPR Minta Pemerintah Cari Celah Efisiensi

News | Sabtu, 04 Juli 2026 | 16:30 WIB

×