PSI Tolak Perda Berlandaskan Agama, Gun Romli Sindir PKS

Bangun Santoso, Ria Rizki Nirmala Sari

Rabu, 14 November 2018 | 12:21 WIB
PSI Tolak Perda Berlandaskan Agama, Gun Romli Sindir PKS
Politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Guntur Romli. (Suara.com/Ria Rizki Nirmala Sari)

Suara.com - Sikap Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang menolak perda berlandaskan agama berbuntut panjang. Argumen soal PSI yang dinilai anti agama pun tak dapat dihindarkan.

Politisi PSI Guntur Romli atau Gun Romli menegaskan bahwa perda agama merupakan salah satu bentuk dari politisasi agama. Sebagai informasi, PSI menyatakan untuk tidak mendukung adanya perda Injil dan perda Syariah.

Perda Agama adalah politisasi agama. Menolak politisasi agama tidak berarti menolak agama,” kata Gun Romli dalam akun Twitter pribadinya @GunRomli yang ditulis Rabu (14/11/2018).

Gun Romli pun menyinggung salah satu politisi PKS yang sempat memberikan tanggapan soal penolakan perda agama tersebut. Politisi PKS itu menyebut hanya PKI yang menolak agama.

Ingin meluruskan, Gun Romli malah mencontohkan politisasi agama ialah sama seperti yang dilakukan oleh PKS yang terbukti melakukan korupsi dengan menggunakan kode juz dan liqo’.

Contoh politisasi agama politisi PKS yang terbukti korupsi dengan kode juz & liqo'. Ada tokoh PKS yang mengatakan, "PKS adalah partai komunis dengan cita rasa ideologi Islam". PKS: PKI Bersyariah?,” pungkasnya.

Untuk diketahui, Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menyatakan tidak akan pernah mendukung peraturan daerah (perda) yang berlandaskan agama. PSI akan menolak perda seperti Perda Injil dan Perda Syariah.

Sekretaris Jenderal Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Raja Juli Antoni mengatakan bahwa perda agama sudah memecah persatuan masyarakat Indonesia. Dengan keberagaman yang ada di Indonesia, Juli menilai perda agama semacam Perda Injil dan Perda Syariah dapat mengancam persatuan nasional.

Sebelumnya Ketua Umum PSI Grace Natalie sempat menyampaikan hal yang serupa. Grace menyebut kalau PSI tidak akan pernah mendukung Perda Injil dan Perda Syariah. Hal tersebut lantaran Perda Agama itu dapat membatasi kebebasan masyarakat. Semisal, perda yang mengatur kewajiban siswa untuk berbusana tertentu sehingga dapat membatasi kebebasan umat dalam beribadah.

baca juga

"PSI akan mencegah lahirnya ketidakadilan, diskriminasi, dan seluruh tindakan intoleransi di negeri ini. PSI tidak akan pernah mendukung perda-perda Injil atau perda-perda syariah. Tidak boleh ada lagi penutupan rumah ibadah secara paksa," kata Grace dalam sambutannya di acara peringatan hari ulang tahun keempat PSI, ICE BSD, Tangerang, Minggu (11/11/2018) malam.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

PSI Tolak Perda Agama, Jubir Jokowi: Bukan Putusan Koalisi

PSI Tolak Perda Agama, Jubir Jokowi: Bukan Putusan Koalisi

News | Rabu, 14 November 2018 | 10:59 WIB

Tolak Perda Injil dan Syariah, PSI Bantah Berideologi Anti Agama

Tolak Perda Injil dan Syariah, PSI Bantah Berideologi Anti Agama

News | Selasa, 13 November 2018 | 19:55 WIB

FPI: Berpaham Sesat Sepilis, PSI Bisa Dibubarkan

FPI: Berpaham Sesat Sepilis, PSI Bisa Dibubarkan

News | Selasa, 13 November 2018 | 18:53 WIB

PSI Anti Perda Syariah, FPI: Jangan Pancing Kami Marah

PSI Anti Perda Syariah, FPI: Jangan Pancing Kami Marah

News | Selasa, 13 November 2018 | 17:56 WIB

Tolak Perda Syariat, Novel FPI: PSI dan Ahok Sama, Anti Ayat Suci

Tolak Perda Syariat, Novel FPI: PSI dan Ahok Sama, Anti Ayat Suci

News | Selasa, 13 November 2018 | 17:44 WIB

Terkini

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:45 WIB

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Bola | Sabtu, 19 September 2026 | 23:10 WIB

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:00 WIB

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jawa Tengah | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:35 WIB

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:29 WIB

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:15 WIB

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:05 WIB

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

News | Sabtu, 19 September 2026 | 21:34 WIB

×