Agni Masih Kecewa Meski UGM Sudah Akui dan Minta Maaf Dia Diperkosa

Pebriansyah Ariefana

Jum'at, 07 Desember 2018 | 18:37 WIB
Agni Masih Kecewa Meski UGM Sudah Akui dan Minta Maaf Dia Diperkosa
Rektor UGM Prof Ir Panut Mulyono MEng Deng menggelar konferensi pers mengenai seminar Sudirman Said mendadak tak diizinkan. [Suara.com/Abdus Somad]

Suara.com - Mahasiswi korban pemerkosaan saat kuliah kerja nyata (KKN) 2017 Universitas Gajah Mada atau UGM Agni kecewa. Agni merupakan korban pemerkosaan KNN UGM di Pulau Seram, Maluku.

Kekecewaan Agni merespon perminta Maafan UGM atas kejadian pemerkosaan itu. UGM juga mengakui jika ada aksi pemerkosaan terhadap Agni.

Cornelia Natasya selaku teman dekat Agni sekaligus salah satu inisiator gerakan #KitaAgni, menyatakan permintaan maaf UGM tidak sesuai dengan tuntutan Agni. Menurutnya yang diinginkan dari Agni adalah UGM meminta maaf kepadanya dan mengakui bahwa kasus Agni adalah kasus pemerkosaan dan merupakan pelanggaran berat, bukan meminta maaf atas lambannya kasus ini.

“Kami kecewa, UGM tidak secara eksplisit meminta maaf akan kasus Agni tetapi kelambatan atas kasus seksual saja,” kata Natasya saat dihubungi melalui telepon, Jumat (7/12/2018).

Ia menambahkan bahwa pihak Rektorat UGM belum menunjukan komitmennya untuk menyelesaikan kasus Agni, permintaan maaf baginya hanya sebatas formalitas saja.

“Kami merasa rektorat UGM belum cukup memberikan komitmenya, permintaan maaf hanya sebatas formalitas belakang, tapi tidak menunjukan penyelesaian kasus seksual di kampus,’’ ungkapnya.

Sebelumnya, Rektor Universitas Gadjah Mada, Panut Mulyono mengakui adanya pelecehan seksual terhadap Agni saat sedang mengikuti kuliah kerja nyata (KKN) 2017 di Pulau Seram. Rektrorat juga menyatakan pengakuan atas kelambanan dalam menangani kasus dugaan pelecehan seksual terhadap Agni.

“UGM mengakui telah terjadi kelambanan dalam merespon peristiwa itu (dugaan pelecehan seksual). UGM meminta maaf atas kelambanan yang terjadi,” kata Panut Mulyono saat memberikan keterangan di Gedung Pusat UGM, Jumat siang.

Panut menjelaskan atas kelambanan penanganan kasus ini ternyata telah berdampak sangat serius akan kondisi psikologis, finansial dan akademik yang diderita Agni. Hal ini membuat UGM melakukan intropeksi diri atas apa yang terjadi kepada Agni

baca juga

“Kelambanan ini berdampak serius secara psikologis, finansial dan akademik pada terduga penyintas dan terduga pelaku,’’ kata Panut.

UGM juga menyadari masih adanya budaya menyalahkan korban dan budaya ini berdampak pada lambatnya pemenuhan hak-hak korban. Untuk itu, UGM melakukan langkah-langkah strategis dalam penanganan kasus ini seperti mencabut KKN pelaku di pulau Seram, menunda yudisium, membatalkan proses wisuda pelaku serta memberikan konseling kepada korban dan pelaku.

“UGM menyadari masih ada budaya menyalahkan korban (blaming the victim) yang berdampak pada lambannya pemenuhan hak-hak korban,’’ terang Panut.

Kontributor : Abdus Somad

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

UGM Minta Maaf Agni Diperkosa saat KKN di Maluku

UGM Minta Maaf Agni Diperkosa saat KKN di Maluku

News | Jum'at, 07 Desember 2018 | 17:20 WIB

Eka Dibunuh Lalu Diperkosa Fajar, Keluarga: Nyawa Dibayar Nyawa

Eka Dibunuh Lalu Diperkosa Fajar, Keluarga: Nyawa Dibayar Nyawa

News | Selasa, 04 Desember 2018 | 16:40 WIB

DPR Kerap Dikritik, Namun Juga Dirindukan, Begini Kata Sosiolog

DPR Kerap Dikritik, Namun Juga Dirindukan, Begini Kata Sosiolog

DPR | Selasa, 04 Desember 2018 | 12:15 WIB

VIDEO: Makhluk Misterius Terekam CCTV di Parkiran UNY, Gollum?

VIDEO: Makhluk Misterius Terekam CCTV di Parkiran UNY, Gollum?

Lifestyle | Senin, 03 Desember 2018 | 09:30 WIB

Miris, Perempuan Boyolali Dibunuh, Disetubuhi Lalu Dibuang di Kebun

Miris, Perempuan Boyolali Dibunuh, Disetubuhi Lalu Dibuang di Kebun

News | Senin, 03 Desember 2018 | 08:30 WIB

Terkini

Geledah Kantor Summarecon, KPK Sita Dokumen SHGB Hingga Bukti Pemblokiran Sengketa Tanah

Geledah Kantor Summarecon, KPK Sita Dokumen SHGB Hingga Bukti Pemblokiran Sengketa Tanah

News | Jum'at, 18 September 2026 | 18:10 WIB

Rawat Skin Barrier Kulit Kering! 4 Pelembap Cholesterol Kunci Wajah Lembap

Rawat Skin Barrier Kulit Kering! 4 Pelembap Cholesterol Kunci Wajah Lembap

Your Say | Jum'at, 18 September 2026 | 18:10 WIB

3 Rekomendasi Sunscreen Khusus Kulit Rosacea agar Wajah Tidak Mudah Memerah

3 Rekomendasi Sunscreen Khusus Kulit Rosacea agar Wajah Tidak Mudah Memerah

Lifestyle | Jum'at, 18 September 2026 | 18:08 WIB

BRI Perkuat Pembiayaan Perumahan, KPP Capai Rp12 Triliun hingga September 2026

BRI Perkuat Pembiayaan Perumahan, KPP Capai Rp12 Triliun hingga September 2026

Malang | Jum'at, 18 September 2026 | 18:04 WIB

Menhub Copot Dirjen Perhubungan Laut, Imbas Kecelakaan Kapan Beruntun?

Menhub Copot Dirjen Perhubungan Laut, Imbas Kecelakaan Kapan Beruntun?

Bisnis | Jum'at, 18 September 2026 | 18:04 WIB

Akselerasi Pembiayaan Perumahan, BRI Catat Penyaluran KPP Rp12 Triliun

Akselerasi Pembiayaan Perumahan, BRI Catat Penyaluran KPP Rp12 Triliun

Lampung | Jum'at, 18 September 2026 | 18:03 WIB

BRI Dorong Ekosistem Perumahan, Salurkan KPP Rp427,5 Miliar kepada 1.619 Debitur

BRI Dorong Ekosistem Perumahan, Salurkan KPP Rp427,5 Miliar kepada 1.619 Debitur

Bekaci | Jum'at, 18 September 2026 | 18:01 WIB

Penyebab Rupiah Merosot Tipis ke Level Rp17.758

Penyebab Rupiah Merosot Tipis ke Level Rp17.758

Bisnis | Jum'at, 18 September 2026 | 18:00 WIB

Film Crayon Shin-chan ke-33 jadi Film Terlaris Sepanjang Waralaba Ini

Film Crayon Shin-chan ke-33 jadi Film Terlaris Sepanjang Waralaba Ini

Your Say | Jum'at, 18 September 2026 | 18:00 WIB

BRI Perluas Akses Pembiayaan Perumahan, KPP Rp427,5 Miliar Disalurkan

BRI Perluas Akses Pembiayaan Perumahan, KPP Rp427,5 Miliar Disalurkan

Bogor | Jum'at, 18 September 2026 | 17:59 WIB

×