SD Mangunan Ini Tanpa Pagar, Seragam, dan Tidak Ada Pelajaran Agama

Reza Gunadha

Senin, 10 Desember 2018 | 16:15 WIB
SD Mangunan Ini Tanpa Pagar, Seragam, dan Tidak Ada Pelajaran Agama
Siswa kelas I belajar di kelas SD Kanisius Mangunan, Kalitirto, Berbah, Sleman, belum lama ini. [Harian Jogja/Yogi Anugrah]

“Saat itu, sekolah dikhususkan untuk anak-anak sekitar Mangunan yang tidak mampu untuk bersekolah,” ucap Eko.

Menurut dia, Romo Mangun memiliki pandangan bahwa masyarakat adalah sekolah. Ilmu tidak hanya didapat dari sekolah.

Siswa juga bisa menimba pengetahuan yang tidak diajarkan di sekolah dari lingkungan masyarakat. Tanpa pagar-pagar pembatas, akan timbul sikap saling memiliki antara masyarakat dan sekolah.

“Pakaian sekolah yang dibebaskan adalah suatu bentuk penghargaan kami terhadap anak yang memiliki karakter berbeda-beda, jadi murid tidak harus memakai seragam, yang penting rapi dan sopan,” kata Eko.

Sepeninggal Romo Mangun yang wafat pada 1999, sekolah terguncang karena jumlah murid terus berkurang daerah tersebut terus berkembang.

Saat itu, pengelola sekolah harus mendatangi tiap-tiap rumah warga untuk mencari murid. Akhirnya pada 2003, yayasan memutuskan membuka sekolah untuk umum.

“Jadi sekolah dibuka untuk publik, tetapi prioritas yang diterima tetap warga Mangunan dan yang tidak mampu.”

Sekolah akhirnya berkembang dan animo masyarakat luas semakin besar. Saat ini SD kanisius memiliki 253 siswa dengan jumlah 11 guru kelas dan lima guru bidang studi.

“Sampai sekarang, sekolah masih menerapkan konsep pendidikan yang digagas oleh Romo Mangun,” ucap Eko.

baca juga

Sekolah ini menggunakan sistem subsidi silang. Keluarga yang mampu akan ditawari untuk membantu siswa dari keluarga yang tidak mampu.

“Kami masih memegang teguh tujuan awal sekolah ini didirikan, sekecil apa pun yang uang dibayarkan murid, dia akan kami terima.”

Dengan sistem pendidikan, ruang kelas, dan lingkunamgan sekolah yang bebas dan nyaman, tak jarang siswa yang awalnya malas bersekolah, malah menjadi malas pulang.

“Ada orang tua yang mengeluh karena anaknya susah untuk diajak pulang dari sekolah,” tutur Eko.

Konsep Pendidikan

Secara umum, konsep pendidikan di sekolah ini sama dengan sekolah lainnya. Yang membedakan hanya ada lima tambahan pelajaran: Kotak Pertanyaan, Musik Pendidikan, Matematika Pluspunt, Membaca Buku Bagus, dan Komunikasi Iman.

Komunikasi Iman adalah satu konsep pendidikan yang digagas Romo Mangun. Jadi, SD Kanisius Mangunan tidak mengajarkan pelajaran agama secara spesifik. Sebab, Romo Mangun memiliki pandangan bahwa sekolah itu adalah tempat publik, sedangkan agama adalah ranah privat, relasi pribadi antara seorang manusia dan Tuhan.

Komunikasi Iman fokus kepada penggalian nilai-nilai kepercayaan yang ada di setiap agama: seperti cinta kasih, saling menyayangi, menghargai, cinta lingkungan, menghormati, dan sebagainya.

Pada pelajaran Komunikasi Iman, siswa akan diajak berdialog, bercerita tentang sebuah peristiwa yang mereka.

Dari dialog itu, siswa diajak berefleksi dan membangun niat. Apa yang akan mereka lakukan manakala mengalami peristiwa itu.

“Sebagai contoh, siswa kelas VI diajak keliling di masyarakat, dan menemukan ada orang kurang mampu yang sedang sakit,” ujar Eko.

Kemudian para siswa akan mendiskusikan apa yang harus diperbuat. Mereka pun menyusun rencana untuk mengumpulkan dana, misalnya dengan berjualan.

Siswa-siswa kemudian membantu orang sakit itu dengan uang hasil berjualan. Guru terus mendampingi selama proses pembelajaran.

“Nilai-nilai seperti itu tentu diajarkan di setiap agama, dan lebih konkret untuk siswa.”

Dalam Komunikasi Iman, dikenal istilah 5A: Aku, Anda, Alam, Alat, Allah/Tuhan. Siswa diajarkan untuk mengenal diri sendiri, kemudian mengenal orang lain, mencintai dan merawat alam, menggunakan perkakas modern, dan mencintai Tuhan.

Dengan konsep seperti ini, sekolah sangat mudah mengajarkan nilai-nilai  toleransi dalam keseharian dengan cara saling mengenal satu sama lain.

Ketika umat Islam akan merayakan Idul Fitri, siswa diajak untuk melakukan bakti sosial. Mereka mengumpulkan barang-barang kebutuhan pokok untuk dibagikan ke masyarakat sekitar. Secara tidak langsung, murid SD ini akan paham makna Idul Fitri dan saling memberi selamat kepada teman kelas yang beragama Islam.

“Begitu juga dalam perayaan Natal,” ucap Eko.

Di sekolah yang mayoritas siswanya beragama Katolik, tidak ada larangan untuk siswi yang ingin memakai jilbab saat sekolah.

“Kami punya siswi yang memakai jilbab di kelas, dari situ akan muncul pertanyaan teman-teman sekelasnya yang berbeda agama, sehingga akan muncul sikap toleransi dengan sendirinya,” ucap Eko.

Berita ini kali pertama diterbitkan Harianjogja.com dengan judul “FEATURE: Sekolah Tanpa Pagar, Seragam, & Pelajaran Agama”

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ancam Bunuh Mangsanya, Dua Begal Justru Tewas Ditabrak Korban

Ancam Bunuh Mangsanya, Dua Begal Justru Tewas Ditabrak Korban

News | Jum'at, 07 Desember 2018 | 16:21 WIB

Jajan di Mall, Uang Saku Anak SMA di Yogya Bikin Terkejut

Jajan di Mall, Uang Saku Anak SMA di Yogya Bikin Terkejut

Lifestyle | Kamis, 06 Desember 2018 | 20:10 WIB

Belum Sepekan Beroperasi, Kereta Joglosemarkerto Tabrak Warga Hingga Tewas

Belum Sepekan Beroperasi, Kereta Joglosemarkerto Tabrak Warga Hingga Tewas

News | Senin, 03 Desember 2018 | 15:05 WIB

Ratusan PNS di Yogyakarta Terjangkit HIV AIDS, Karena Perjalanan Dinas?

Ratusan PNS di Yogyakarta Terjangkit HIV AIDS, Karena Perjalanan Dinas?

News | Minggu, 02 Desember 2018 | 15:12 WIB

Terkini

Dari Gaya Hidup hingga Cek Kesehatan, Langkah Preventif Bisa Dimulai dari Kebiasaan Sehari-hari

Dari Gaya Hidup hingga Cek Kesehatan, Langkah Preventif Bisa Dimulai dari Kebiasaan Sehari-hari

Health | Selasa, 03 November 2026 | 19:41 WIB

Pertalite Viral Disebut Tercampur Air, Ini Tanggapan Pertamina

Pertalite Viral Disebut Tercampur Air, Ini Tanggapan Pertamina

Bisnis | Selasa, 03 November 2026 | 19:38 WIB

Tim Freeport Indonesia Raih Juara Umum IFRC 2026

Tim Freeport Indonesia Raih Juara Umum IFRC 2026

Bisnis | Selasa, 03 November 2026 | 19:35 WIB

Menguliti Sisi Gelap Dunia Kerja di Novel Kami (Bukan) Jongos Berdasi

Menguliti Sisi Gelap Dunia Kerja di Novel Kami (Bukan) Jongos Berdasi

Your Say | Selasa, 03 November 2026 | 19:35 WIB

Penerima Bansos Punya Tabungan Rp100 Juta, Kemensos Dalami Data

Penerima Bansos Punya Tabungan Rp100 Juta, Kemensos Dalami Data

News | Selasa, 03 November 2026 | 19:34 WIB

Duit Kripto Rp85 Triliun di Binance Kabur!

Duit Kripto Rp85 Triliun di Binance Kabur!

Bisnis | Selasa, 03 November 2026 | 19:34 WIB

Promo 11.11 Gadget Day Blibli Histeria, Kenali iPhone 18 Pro Max dengan Fitur Premium!

Promo 11.11 Gadget Day Blibli Histeria, Kenali iPhone 18 Pro Max dengan Fitur Premium!

Sumsel | Selasa, 03 November 2026 | 19:28 WIB

Dari Pekarangan ke Pasar, Perempuan Ganesha Mukti Membangun Kemandirian Pangan

Dari Pekarangan ke Pasar, Perempuan Ganesha Mukti Membangun Kemandirian Pangan

Sumsel | Selasa, 03 November 2026 | 19:23 WIB

9 Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam Usia 30 Tahun ke Atas

9 Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam Usia 30 Tahun ke Atas

Lifestyle | Selasa, 03 November 2026 | 19:21 WIB

Soroti Aksi 28 Oktober, LBH Yogyakarta Ungkap 32 Korban dan Dugaan Kekerasan

Soroti Aksi 28 Oktober, LBH Yogyakarta Ungkap 32 Korban dan Dugaan Kekerasan

Your Say | Selasa, 03 November 2026 | 19:20 WIB

×