Korupsi DAK Pendidikan, KPK Minta Kakak Ipar Bupati Cianjur Serahkan Diri

Pebriansyah Ariefana | Muhammad Yasir
Korupsi DAK Pendidikan, KPK Minta Kakak Ipar Bupati Cianjur Serahkan Diri
KPK menetapkan Bupati Cianjur periode 2016-2021 Irvan Rivano Muchtar, yang terjaring operasi tangkap tangan, sebagai tersangka. [Suara.com/Muhamad Yasir]

Tubagus Cepy Sethiady Muchtar bertindak sebagai perantara transaksi aliran uang dari kepala sekolah ke Irvan selaku Bupati Cianjur.

Suara.com - Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK meminta Tubagus Cepy Sethiady Muchtar menyerahkan diri. Tubagus Cepy Sethiady Muchtar merupakan kakak ipar Bupati Cianjur Irvan Rivano.

Tubagus Cepy Sethiady Muchtar ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK bersama Irvan Rivano terkait dugaan korupsi Dana Alokasi Khusus (DAK) di Dinas Pendidikan Kabupaten Cianjur tahun 2018.

Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan menuturkan bahwasanya Tubagus Cepy Sethiady Muchtar dipercayai oleh kepala sekolah di Cianjur sebagai orang kepercayaan Irvan Rivano. Tubagus Cepy Sethiady Muchtar bertindak sebagai perantara transaksi aliran uang dari kepala sekolah ke Irvan selaku Bupati Cianjur.

"Terhadap TCS kami imbau untuk datang ke KPK dan menyerahkan diri sesegera mungkin begitu mendapat informasi ini. Sikap koperatif dalam proses hukum akan kami hargai," tutur Basaria saat jumpa pers di Gedung KPK Jakarta Selatan, Rabu (12/12/2018) malam.

Selain Irvan Rivano dan Tubagus Cepy Sethiady Muchtar, KPK turut menetapkan dua orang lainnya sebagai tersangka, yakni Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Cianjur Cecep Sobandi dan Kepala Bidang SMP di Dinas Pendidikan Kabupaten Cianjur Rosidin.

"KPK meningkatkan status perkara ke penyidikan serta menetapkan Bupati Cianjur IRM dan tiga orang lainnya sebagai tersangka," ungkapnya.

KPK menyimpulkan adanya dugaan Tindak Pidana Korupsi meminta, menerima atau memotong pembayaran, atau memaksa seseorang memberikan sesuatu, atau menerima gratifikasi yang berhubungan dengan jabatan terkait DAK Pendidikan Kabupaten Cianjur Tahun 2018.

Diduga Bupati Cianjur bersama sejumlah pihak telah meminta, menerima atau memotong pembayaran terkait DAK Pendidikan Kabupaten Cianjur Tahun 2018 sekitar 14.5 persen dari total 46.8 miliar. Sedangkan, Irvan Rivano diduga mendapat alokasi fee sebesar 7 persen dari alokasi DAK tersebut.

Padahal anggaran tersebut akan dipergunakan untuk membangun fasilitas pendidikan di 140 SMP di Kabupaten Cianjur. Sementara, beberapa di antaranya untuk pembangunan ruang kelas dan laboratorium.

Atas perbuatannya itu, Irvan Rivano, Cecep, Rosidin dan Tubagus Cepy Sethiady Muchtar disangkakan melanggar Pasal 12 huruf f atau Pasal 12 huruf e atau Pasal 12 B Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP jo Pasal 64 ayat (1) KUHP.

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS