Kisah Pasutri Pengeroyok TNI, Kini Hidup Terpisah di Penjara

Agung Sandy Lesmana, Walda Marison

Sabtu, 22 Desember 2018 | 15:11 WIB
Kisah Pasutri Pengeroyok TNI, Kini Hidup Terpisah di Penjara
Iwan dan Suci, pasutri yang mengeroyok anggota TNI di Cibubur. (Dok Polisi)

Suara.com - Genap 10 hari, Iwan Hutapea dan istrinya, Suci Ramdani mendekam di rumah tahanan Polda Metro Jaya setelah ditetapkan sebagai tersangka kasus pengeroyokan anggota TNI di kawasan Cibubur, Jakarta Timur, beberapa waktu lalu. Buntut dari kasus tersebut, Iwan kini terpaksa tak bisa hidup bersama-sama dengan istrinya. Sebab, polisi memisahkan pasangan suami-istri itu di sel berbeda.

"Pasti dipisah lah (Iwan dan Suci. Masak ditaruh dalam satu sel yang sama," kata Direktur Perawatan Tahanan dan Barang Bukti Polda Metro Jaya AKBP Barnabas saat dihubungi Suara.com, Sabtu (22/12/2018).

Dia juga memastikan, tak ada perlakuan khusus, pasutri itu diperlakukan sama dengan tahanan lainnya. Walau Suci merupakan istri sah Iwan, keduanya tetap tidak boleh dipertemukan selama ditahan. Diketahui, Iwan ditempatkan di salah satu sel yang diisi enam tahanan. Sementara Suci ditempatkan di sel khusus wanita.

"Kita pakai SOP (Standar Operasional Prosedur) saja," kata dia.

Barnabas juga mengklaim, penjagaan terhadap pasutri itu juga dilakukan secara ketat.

Diketahui, Iwan dan Suci turut ditetapkan sebagai tersangka bersama tiga orang lain terkait aksi pengeroyokan terhadap anggota TNI. Tersangka lain dalam kasus ini adalah Agus Priyantara (32), Herianto Panjaitan (30) dan Depi (35). Kelima tersangka tersebut kini telah mendekam di rutan Polda Metro Jaya.

Kelimanya dikenakan pasal 170 KUHP dengan pidana paling lama lima tahun, enam bulan penjara.

Kasus tersebut bermula ketika anggota TNI Angkatan Laut (AL) bernama Kapten Komarudin (47) menjadi korban pengeroyokan oleh beberapa tukang parkir di depan Toko Arundina, Ciracas, Jakarta Timur pada Senin (10/12/2018) sekitar pukul 15.40 WIB.

Setelah ada aksi pengeroyokan itu, Markas Polsek Ciracas didatangi massa yang berjumlah 100 orang lebih pada Selasa (11/12/2018) malam. Mereka melakukan perusakan dan pembakaran terhadap kantor polisi tersebut. Kapolsek Ciracas Kompol Agus Widartono turut dikeroyok massa. Aksi penyerangan itu diduga karena massa tak puas atas penanganan kasus pengeroyokan anggota TNI yang sempat ditangani Polsek Ciracas.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Merasa Diselingkuhi, Pasutri Cekcok Mulut Hingga Berakhir Bakar Diri

Merasa Diselingkuhi, Pasutri Cekcok Mulut Hingga Berakhir Bakar Diri

News | Rabu, 19 Desember 2018 | 19:17 WIB

Sering Bertengkar, Pasutri Bakar Diri di Indekos

Sering Bertengkar, Pasutri Bakar Diri di Indekos

News | Rabu, 19 Desember 2018 | 18:43 WIB

Program Bayi Tabung Kini Hadir dengan Harga Lebih Terjangkau

Program Bayi Tabung Kini Hadir dengan Harga Lebih Terjangkau

Health | Rabu, 19 Desember 2018 | 11:15 WIB

Tak Dikenal Warga, Pengeroyok TNI Ternyata Kabur ke Rumah Mertua

Tak Dikenal Warga, Pengeroyok TNI Ternyata Kabur ke Rumah Mertua

News | Jum'at, 14 Desember 2018 | 15:57 WIB

Kesaksian Warga Lihat Pasutri Pengeroyok TNI Dibekuk di Gang Laskar

Kesaksian Warga Lihat Pasutri Pengeroyok TNI Dibekuk di Gang Laskar

News | Jum'at, 14 Desember 2018 | 15:39 WIB

Terkini

MotoGP Mandalika 2026 Target Rp5 Triliun, Intip Kesiapan Sirkuit dan Teknologi di Baliknya

MotoGP Mandalika 2026 Target Rp5 Triliun, Intip Kesiapan Sirkuit dan Teknologi di Baliknya

Otomotif | Minggu, 13 September 2026 | 12:02 WIB

Holding UMi 5 Tahun, dari Akses Menuju Kesejahteraan

Holding UMi 5 Tahun, dari Akses Menuju Kesejahteraan

Malang | Minggu, 13 September 2026 | 12:01 WIB

Pencarian 5 Jurnalis Masih Berlanjut, Tim SAR Gabungan Menyisir Lewat Laut, Darat, dan Udara

Pencarian 5 Jurnalis Masih Berlanjut, Tim SAR Gabungan Menyisir Lewat Laut, Darat, dan Udara

News | Minggu, 13 September 2026 | 11:57 WIB

Sinyal Darurat di Laut Jawa: Tim SAR Sisir Titik Koordinat Terakhir Kapal Virgo Transport 8

Sinyal Darurat di Laut Jawa: Tim SAR Sisir Titik Koordinat Terakhir Kapal Virgo Transport 8

News | Minggu, 13 September 2026 | 11:56 WIB

Lima Tahun Integrasi BRI, Pegadaian, dan PNM, UMKM Naik Kelas

Lima Tahun Integrasi BRI, Pegadaian, dan PNM, UMKM Naik Kelas

Lampung | Minggu, 13 September 2026 | 11:56 WIB

Cara PHE NSO Kembalikan Jalan Pulang Gajah Lewat Restorasi Lahan Kritis

Cara PHE NSO Kembalikan Jalan Pulang Gajah Lewat Restorasi Lahan Kritis

Riau | Minggu, 13 September 2026 | 11:55 WIB

5 Tahun Holding Ultra Mikro, Ekosistem UMKM Makin Kuat

5 Tahun Holding Ultra Mikro, Ekosistem UMKM Makin Kuat

Bekaci | Minggu, 13 September 2026 | 11:53 WIB

Gubsu Bobby Nasution Minta Publik Hentikan Komentar Negatif terhadap Korban MBG di Karo

Gubsu Bobby Nasution Minta Publik Hentikan Komentar Negatif terhadap Korban MBG di Karo

News | Minggu, 13 September 2026 | 11:53 WIB

Lima Tahun Holding Ultra Mikro, UMKM Makin Naik Kelas

Lima Tahun Holding Ultra Mikro, UMKM Makin Naik Kelas

Bogor | Minggu, 13 September 2026 | 11:50 WIB

Pepatah Lama Kini Dibantah Gen Z, Benarkah Nasihatnya Tak Lagi Relevan?

Pepatah Lama Kini Dibantah Gen Z, Benarkah Nasihatnya Tak Lagi Relevan?

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 11:50 WIB

×