Pemprov DKI Siagakan Rumah Sakit Tampung Korban Tsunami Selat Sunda

Bangun Santoso | Suara.com

Senin, 24 Desember 2018 | 06:56 WIB
Pemprov DKI Siagakan Rumah Sakit Tampung Korban Tsunami Selat Sunda
Suasana pasca tsunami di kawasan Anyer, Banten, Minggu (23/12). [Suara.com/Fakhri Hermansyah]

Suara.com - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyiagakan beberapa rumah sakit untuk menampung korban tsunami Selat Sunda yang menerjang pantai Banten dan Lampung.

"Sebetulnya selain RSUD Tarakan yang sudah menerima korban hari ini, kami juga menyiagakan rumah sakit yang ada di bawah naungan pemprov untuk menampung korban tsunami," kata pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Khafifah Any di RSUD Tarakan Jakarta, Minggu (23/12/2018) malam.

Khafifah mengatakan, rumah sakit di Jakarta tidak hanya menerima korban warga DKI Jakarta saja, namun juga dari daerah lainnya.

"Bukan hanya dari Jakarta saja, tapi juga dari daerah lainnya, jika memang tidak bisa ditampung di RS terdekat, bisa dilarikan ke RSUD di Jakarta," ujar Khafifah seperti diwartakan Antara.

Untuk membantu proses penanganan bencana yang sebagian besar di wilayah Banten, Pemprov DKI Jakarta telah mengirimkan puluhan tim medis, 13 ambulan dari RSUD Tarakan, Dinas Kesehatan, Dinas Pemakaman, serta mengirimkan personel Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dan tim SAR untuk membantu proses evakuasi.

Untuk bantuan lainnya, Pemprov DKI menunggu permintaan selanjutnya dari pihak Pemprov Banten untuk mengirimkan bantuan yang dibutuhkan.

Adapun di RSUD Tarakan, sudah ada 11 orang yang telah dievakuasi oleh tim Pemprov DKI Jakarta dan menjalani perawatan, sebanyak sembilan orang merupakan anggota rombongan wisata RSUD Tarakan dan dua orang lainnya adalah warga DKI, serta 10 orang meninggal dunia yang semuanya merupakan karyawan peserta koperasi RSUD Tarakan namun lima jenazah sudah dibawa keluarga.

Diketahui, gelombang tinggi tsunami menerjang kawasan pantai di Kabupaten Pandeglang, Serang dan Lampung Selatan diduga akibat erupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda pada Sabtu (22/12) pukul 21.10 WIB.

Hingga Minggu (23/12) pukul 16.00 WIB, korban jiwa akibat tsunami Selat Sunda yang melanda perairan Banten dan Lampung sudah tercatat 222 korban jiwa, 843 orang luka-luka dan 28 orang hilang.

Kerusakan material meliputi 556 unit rumah rusak, sembilan unit hotel rusak berat, 60 warung kuliner rusak, 350 kapal dan perahu rusak.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Anak-anak dan Lansia Korban Tsunami di Lampung Butuh Bantuan Popok

Anak-anak dan Lansia Korban Tsunami di Lampung Butuh Bantuan Popok

News | Senin, 24 Desember 2018 | 06:49 WIB

Takut Tsunami Susulan, 2.500 Warga Menginap di Kantor Gubernur Lampung

Takut Tsunami Susulan, 2.500 Warga Menginap di Kantor Gubernur Lampung

News | Senin, 24 Desember 2018 | 06:40 WIB

Diterjang Tsunami, 16 Orang Rombongan RSUD Tarakan Hilang di Pantai Carita

Diterjang Tsunami, 16 Orang Rombongan RSUD Tarakan Hilang di Pantai Carita

News | Senin, 24 Desember 2018 | 05:51 WIB

Gelar Pembubaran Panita Maulid, Keluarga Ustadz Tewas Diterjang Tsunami

Gelar Pembubaran Panita Maulid, Keluarga Ustadz Tewas Diterjang Tsunami

News | Senin, 24 Desember 2018 | 06:50 WIB

Temui Keluarga Korban Tsunami, Anies: Ibu yang Kuat Ya, Ini Ujian

Temui Keluarga Korban Tsunami, Anies: Ibu yang Kuat Ya, Ini Ujian

News | Minggu, 23 Desember 2018 | 23:50 WIB

Terkini

50 Santriwati Dicabuli, Komnas HAM Desak Polisi Jerat Kiai di Pati Pakai UU TPKS

50 Santriwati Dicabuli, Komnas HAM Desak Polisi Jerat Kiai di Pati Pakai UU TPKS

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 20:34 WIB

Kader PSI Bro Ron Jadi Korban Pemukulan, Ahmad Ali: Siapapun Pelakunya Harus Bertanggung Jawab

Kader PSI Bro Ron Jadi Korban Pemukulan, Ahmad Ali: Siapapun Pelakunya Harus Bertanggung Jawab

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 20:26 WIB

Respons Kapolri Soal Reformasi Polri, Siap Tindak Lanjuti Rekomendasi di Depan Prabowo

Respons Kapolri Soal Reformasi Polri, Siap Tindak Lanjuti Rekomendasi di Depan Prabowo

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 20:24 WIB

Misteri Isi 10 Buku Reformasi Polri, Prabowo Setuju Kompolnas Diperkuat dan Jabatan Dibatasi

Misteri Isi 10 Buku Reformasi Polri, Prabowo Setuju Kompolnas Diperkuat dan Jabatan Dibatasi

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 20:09 WIB

Hapus Jejak Masa Lalu! Ketua Komisi XIII DPR Setuju Hak untuk Dilupakan Masuk RUU HAM

Hapus Jejak Masa Lalu! Ketua Komisi XIII DPR Setuju Hak untuk Dilupakan Masuk RUU HAM

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 20:04 WIB

Periksa Plt Bupati Cilacap, KPK Telusuri Pemerasan pada Periode Sebelumnya

Periksa Plt Bupati Cilacap, KPK Telusuri Pemerasan pada Periode Sebelumnya

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 19:59 WIB

Tak Ada Kementerian Keamanan, Polri Tetap di Bawah Presiden

Tak Ada Kementerian Keamanan, Polri Tetap di Bawah Presiden

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 19:55 WIB

33 Tahun Tanpa Keadilan, Kasus Marsinah Disebut Jadi Alarm Bahaya Kebangkitan Militerisme

33 Tahun Tanpa Keadilan, Kasus Marsinah Disebut Jadi Alarm Bahaya Kebangkitan Militerisme

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 19:48 WIB

KPK Periksa Eks Staf Ahli Menhub Terkait Dugaan Suap Proyek Jalur Kereta

KPK Periksa Eks Staf Ahli Menhub Terkait Dugaan Suap Proyek Jalur Kereta

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 19:42 WIB

Partai Buruh Kritik Sistem Pemilu Berbiaya Tinggi: Hanya Pemilik Modal dan Massa Besar yang Bertahan

Partai Buruh Kritik Sistem Pemilu Berbiaya Tinggi: Hanya Pemilik Modal dan Massa Besar yang Bertahan

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 19:14 WIB