Terus Dipantau, Ilmuwan Ingatkan Potensi Tsunami Susulan Anak Krakatau

Angga Roni Priambodo

Senin, 24 Desember 2018 | 14:20 WIB
Terus Dipantau, Ilmuwan Ingatkan Potensi Tsunami Susulan Anak Krakatau
Erupsi Gunung Anak Krakatau ( Shutterstock )

Suara.com - Beberapa hari lalu, Indonesia kembali dikejutkan dengan hantaman gelombang  tsunami Selat Sunda yang menyapu kawasan pesisir di Kabupaten Padeglang di Banten, dan Lampung Selatan, Sabtu (22/12).

Hingga 24 Desember, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho dalam keterangan tertulis mencatat jumlah korban sebanyak 281 orang meninggal, 1.016 luka-luka, 57 orang hilang dan 11.687 orang terpaksa mengungsi. Masing-masing korban tersebar di 5 titik kabupaten yakni Pandeglang, Serang, Lampung Selatan, Tanggamus dan Pesawaran.

Tsunami yang diperkirakan terjadi karena peningkatan aktivitas Gunung Anak Krakatau ini juga menyebabkan kerusakan pada 611 unit rumah, 69 penginapan dan 420 perahu.

Sejumlah ilmuwan mengingatkan untuk tetap waspada memantau aktivitas Gunung Anak Krakatau yang belum stabil dan terus bergejolak.

''Kemungkinan tsunami susulan di Selat Sunda masih tinggi sebab Gunung Anak Krakatau tengah memasuki fase aktif,'' ujar Richard Teeuw, ilmuwan dari Portsmouth University, Inggris, seperti dikutip Guideku.com dari AFP.

Suasana pasca tsunami di kawasan Anyer, Banten, Minggu (23/12). [Suara.com/Fakhri Hermansyah]
Suasana pasca tsunami di kawasan Anyer, Banten, Minggu (23/12). [Suara.com/Fakhri Hermansyah]

Tak hanya itu, para ilmuwan pun mengkhawatirkan kemungkinan terburuk seperti letusan gunung berapi di dalam laut yang dapat meningkatkan volume air dan menghasilkan gelombang tsunami menilik laman International Tsunami Information Center UNESCO.

Dalam sejarahnya, Gunung Krakatau tercatat pernah memberikan andil letusan gunung api laut terbesar dalam sejarah Indonesia pada 26 Agustus 1883. Letusan tersebut menghasilkan gelombang pasang setinggi 41 meter dan menewaskan lebih dari 35 ribu jiwa.

Aktivitas Gunung Anak Krakatau pun terus dipantau sejak Juni 2018. Tercatat dari Oktober hingga November 2018 Gunung Anak Krakatau menghasilkan sejumlah erupsi besar dan statusnya bergeser menjadi waspada.

Gunung yang berada dalam fase pertumbuhan inimengalami pertumbuhan tinggi 4 hingga 6 meter setiap tahunnya.

baca juga

Sumber : Guideku.com

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Tsunami Selat Sunda, Jalan dari Tanjung Lesung ke Ujung Kulon Terputus

Tsunami Selat Sunda, Jalan dari Tanjung Lesung ke Ujung Kulon Terputus

News | Senin, 24 Desember 2018 | 14:14 WIB

Heboh, Mobil Tanpa Sopir Tiba-tiba Bergerak saat Evakuasi Korban Tsunami

Heboh, Mobil Tanpa Sopir Tiba-tiba Bergerak saat Evakuasi Korban Tsunami

News | Senin, 24 Desember 2018 | 14:03 WIB

Begini Penjelasan Ilmiah Terjadinya Gelombang Tinggi Hingga Tsunami

Begini Penjelasan Ilmiah Terjadinya Gelombang Tinggi Hingga Tsunami

Tekno | Senin, 24 Desember 2018 | 14:03 WIB

Israel Turut Bersedih untuk Korban Tsunami Selat Sunda

Israel Turut Bersedih untuk Korban Tsunami Selat Sunda

News | Senin, 24 Desember 2018 | 13:54 WIB

Terkini

Metallica dan Memudarnya Semangat Pemberontakan

Metallica dan Memudarnya Semangat Pemberontakan

Your Say | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 18:50 WIB

BRI Peduli Perkuat Akses Infrastruktur Desa Kemang Lewat Jembatan Gantung

BRI Peduli Perkuat Akses Infrastruktur Desa Kemang Lewat Jembatan Gantung

Jakarta | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 18:46 WIB

DIM RUU Migas Hampir Rampung, BUK Migas Dipastikan Terbentuk

DIM RUU Migas Hampir Rampung, BUK Migas Dipastikan Terbentuk

Bisnis | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 18:46 WIB

Atasi Kendala Penyeberangan Sungai, BRI Resmikan Jembatan Gantung di Cianjur

Atasi Kendala Penyeberangan Sungai, BRI Resmikan Jembatan Gantung di Cianjur

Riau | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 18:45 WIB

Ulasan Bapak Paling Jujur: Komedi Politik yang Menertawakan Janji Penguasa

Ulasan Bapak Paling Jujur: Komedi Politik yang Menertawakan Janji Penguasa

Your Say | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 18:45 WIB

BRI Peduli Hadirkan Jembatan Gantung untuk 7.000 Warga Desa Kemang Cianjur

BRI Peduli Hadirkan Jembatan Gantung untuk 7.000 Warga Desa Kemang Cianjur

Kaltim | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 18:44 WIB

Harta Kekayaan Ahmad Luthfi, Kepala BPK Jateng Terjaring OTT KPK Bersama Bupati Klaten

Harta Kekayaan Ahmad Luthfi, Kepala BPK Jateng Terjaring OTT KPK Bersama Bupati Klaten

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 18:42 WIB

BRI Bangun Jembatan Gantung di Desa Kemang Cianjur, Mobilitas Warga Kini Lebih Aman

BRI Bangun Jembatan Gantung di Desa Kemang Cianjur, Mobilitas Warga Kini Lebih Aman

Sumsel | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 18:42 WIB

BRI Peduli Resmikan Jembatan Gantung di Cianjur, Permudah Akses Warga dan Anak Sekolah

BRI Peduli Resmikan Jembatan Gantung di Cianjur, Permudah Akses Warga dan Anak Sekolah

Sumbar | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 18:40 WIB

Bahlil Minta Kapolri Tindak Tegas Pelaku Penimbun BBM Subsidi

Bahlil Minta Kapolri Tindak Tegas Pelaku Penimbun BBM Subsidi

Bisnis | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 18:39 WIB

×