Diterjang Tsunami, 1.800 Orang Terjebak di Pulau Sebesi Dekat Krakatau

Reza Gunadha | Erick Tanjung | Suara.com

Senin, 24 Desember 2018 | 14:24 WIB
Diterjang Tsunami, 1.800 Orang Terjebak di Pulau Sebesi Dekat Krakatau
Pulau Sebesi. (Suara.com/Risna Halidi)

Suara.com - Sebanyak 1.800 jiwa masih terjebak di Pulau Sebesi, Lampung, setelah gelombang tsunami Selat Sunda menerjang sejumlah wilayah di Banten serta Lampung, Sabtu (22/12) akhir pekan lalu.

Pulau Sebesi adalah pulau terdekat dengan Gunung Anak Krakatau, dan paling terdampak tsunami. Namun, hingga kekinian, aparat belum bisa memberikan bantuan kepada warga di pulau terisolasi tersebut.

“Warga kami ada 1.800 orang. Semua masih mengungsi ke atas bukit, berjarak 2 kilometer dari bibir pantai. Belum ada bantuan apa pun dan evakuasi, kami mohon, tolong bantu kami,” kata Sekretaris Desa Sebesi Lampung Selatan Syamsiar kepada Suara.com via telepon, Senin (24/12/2018).

Ia menuturkan, suasana masih mencekam di Pulau Sebesi. Hal itu diperparah dengan terputusnya sinyal komunikasi ponsel.

“Saya bisa dihubungi karena ada di dermaga. Saya diminta ke dermaga ini untuk menelepon pihak terkait, untuk meminta pertolongan.”

Ia menjelaskan, berdasarkan pendataan seadanya, sedikitnya 100 rumah rusak diterjang tsunami.

“Sebanyak 90 rumah habis, rusak di Dusun 3. Sedangkan di Dusun 4 Sebesi ada 10 rumah rusak. Korban jiwa belum bisa kami pastikan,” tuturnya.

Sementara Tim SAR Provinsi Lampung mencatat 58 jenazah ditemukan di sejumlah lokasi, dampak dari terjangan tsunami di wilayah pesisir Kabupaten Lampung Selatan.

"Berdasarkan data yang dihimpun sampai pukul 16.52 WIB bahwa korban meninggal dunia yang ditemukan oleh tim SAR gabungan sampai saat ini berjumlah 58 jenazah," kata Dedi Kurniawan Humas SAR Lampung dihubungi.

Adapun jenazah terdapat di berbagai lokasi, di antaranya RSUD Bob Bazar 19 jenazah, Masjid Nurul Huda 16 jenazah, dan Masjid Way Muli 11 jenazah Desa Way Muli, Pulau Sebesi dua jenazah, Desa Kunjir enam jenazah, Desa Sukaraja dua jenazah serta Desa Banding maupun Desa Pangkul masing-masing satu jenazah.

Sementara korban luka sebanyak 242 orang. "Kalau korban hilang kami belum mendapat laporan," ujar Deni.

Desa terparah terdampak tsunami, menurut dia, adalah Desa Way Muli dan Desa Kunjir, Kecamatan Rajabasa.

"Untuk desa yang terkena dampak paling berat itu berdasarkan pantauan tim di lapangan yaitu Desa Way Muli dan Desa Kunjir dikarenakan banyak bangunan rumah yang hancur dan diperkirakan banyak korban yg tertimpa puing tersebut," kata Deni.

Dia menyatakan, Tim SAR Lampung dan tim gabungan terus mencari korban menggunakan alat ekstrikasi untuk membuka jalan pada puing-puing bangunan yang runtuh sehingga korban bisa ditemukan.

Kemudian, menyisir sepanjang pesisir pantai di daerah Lampung Selatan. Sementara warga saat ini mengungsi ke daerah aman.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Terus Dipantau, Ilmuwan Ingatkan Potensi Tsunami Susulan Anak Krakatau

Terus Dipantau, Ilmuwan Ingatkan Potensi Tsunami Susulan Anak Krakatau

News | Senin, 24 Desember 2018 | 14:20 WIB

Tsunami Selat Sunda, Jalan dari Tanjung Lesung ke Ujung Kulon Terputus

Tsunami Selat Sunda, Jalan dari Tanjung Lesung ke Ujung Kulon Terputus

News | Senin, 24 Desember 2018 | 14:14 WIB

Begini Penjelasan Ilmiah Terjadinya Gelombang Tinggi Hingga Tsunami

Begini Penjelasan Ilmiah Terjadinya Gelombang Tinggi Hingga Tsunami

Tekno | Senin, 24 Desember 2018 | 14:03 WIB

Israel Turut Bersedih untuk Korban Tsunami Selat Sunda

Israel Turut Bersedih untuk Korban Tsunami Selat Sunda

News | Senin, 24 Desember 2018 | 13:54 WIB

Terkini

Survei Cyrus Network: 70 Persen Masyarakat Puas Kinerja Menteri Kabinet Merah Putih

Survei Cyrus Network: 70 Persen Masyarakat Puas Kinerja Menteri Kabinet Merah Putih

News | Rabu, 15 April 2026 | 00:14 WIB

Survei Cyrus: 65,4 Persen Publik Dukung MBG

Survei Cyrus: 65,4 Persen Publik Dukung MBG

News | Selasa, 14 April 2026 | 23:49 WIB

Lolos dari Bandara Soetta, Sabu 4,8 Kg Kiriman dari Iran Disergap di Pamulang!

Lolos dari Bandara Soetta, Sabu 4,8 Kg Kiriman dari Iran Disergap di Pamulang!

News | Selasa, 14 April 2026 | 22:14 WIB

Mendagri Tito Bahas Persiapan Program Perumahan di Wilayah Perbatasan

Mendagri Tito Bahas Persiapan Program Perumahan di Wilayah Perbatasan

News | Selasa, 14 April 2026 | 21:51 WIB

Bisa Jadi Pintu Masuk HIV: 19 dari 20 Remaja Jakarta Terinfeksi Penyakit Menular Seksual

Bisa Jadi Pintu Masuk HIV: 19 dari 20 Remaja Jakarta Terinfeksi Penyakit Menular Seksual

News | Selasa, 14 April 2026 | 21:45 WIB

Begal Petugas Damkar Ditangkap di Hotel Pluit, Polisi: Masih Ada 4 Pelaku yang Buron!

Begal Petugas Damkar Ditangkap di Hotel Pluit, Polisi: Masih Ada 4 Pelaku yang Buron!

News | Selasa, 14 April 2026 | 21:07 WIB

Makar atau Kebebasan Berekspresi? Membedah Kontroversi Pernyataan Saiful Mujani

Makar atau Kebebasan Berekspresi? Membedah Kontroversi Pernyataan Saiful Mujani

News | Selasa, 14 April 2026 | 20:35 WIB

Perintah Tegas Pramono ke Pasukan Kuning: Jangan Tunggu Viral, Jalan Rusak Harus Cepat Ditangani!

Perintah Tegas Pramono ke Pasukan Kuning: Jangan Tunggu Viral, Jalan Rusak Harus Cepat Ditangani!

News | Selasa, 14 April 2026 | 20:31 WIB

Dipolisikan Faizal Assegaf ke Polda Metro, Jubir KPK Santai: Itu Hak Konstitusi, Kami Hormati

Dipolisikan Faizal Assegaf ke Polda Metro, Jubir KPK Santai: Itu Hak Konstitusi, Kami Hormati

News | Selasa, 14 April 2026 | 20:08 WIB

Analis Selamat Ginting: Gibran Mulai Manuver Lawan Prabowo Demi Pilpres 2029

Analis Selamat Ginting: Gibran Mulai Manuver Lawan Prabowo Demi Pilpres 2029

News | Selasa, 14 April 2026 | 19:39 WIB