Derita Susulan Korban Gempa Palu, Warga Petobo Kesulitan Air

Pebriansyah Ariefana

Rabu, 02 Januari 2019 | 13:55 WIB
Derita Susulan Korban Gempa Palu, Warga Petobo Kesulitan Air
Tim SAR gabungan melakukan pencarian korban di Perumnas Balaroa, Palu, Sulawesi Tengah, Sabtu (6/10), salah satu area yang hancur akibat likuifaksi tanah. [Antara/Hafidz Mubarak]

Suara.com - Warga korban bencana gempa Palu di Kelurahan Petobo, Kecamatan Palu Selatan, Kota Palu, Sulawesi Tengah mengalami kesulitan air. Mereka masih berada di pengungsian.

Kebanyakan dari mereka rumah ditelan lumpur karena likuifaksi saat gempa Palu.

"Susah air untuk mandi dan minum dan sebagainya. Apalagi sudah jarang bantuan air yang biasa dibawa oleh mobil tangki," ujar RT 1/RW 5 Kelurahan Petobo Abd Naim, di Palu, Rabu (2/1/2018).

Kesulitas air bukan baru terjadi atau baru dialami warga, melainkan telah lama dialami oleh warga korban gempa dan tsunami kurang lebih 3 bulan hingga saat ini.

Sekitar 1.642 kepala keluarga atau 3.800 jiwa korban terdampak gempa dan likuifaksi Kelurahan Petobo yang saat ini berada di lokasi pengungsian di jalan Jepang atau sebelah timur dari area likuifaksi.

Naim mengakui bahwa wilayah yang ditempati oleh korban di pengungsian saat ini, merupakan wilayah/daerah yang kering, tandus, sehingga sulit untuk mendapat air.

Untuk mendapat air, menurut dia, warga harus menggali tanah dengan alat dan mesin dengan kedalaman bervariasi mulai dari 50 meter hingga 100 meter.

"Kami sangat berharap agar kesulitan ini segera dicarikan solusinya oleh pemerintah. Pemerintah harus menyediakan air bersih untuk korban," katanya.

Dia mengatakan agar kebutuhan air bersih terpenuhi, warga harus rela pergi ke kompleks perumahan jingga land dan beberapa perumahan lainnya yang berjarak sekitar 500 meter dari lokasi pengungsian atau hunian sementara (huntara) menumpang mandi, mencuci dan menimbah air untuk di konsumsi.

baca juga

Ia mengatakan warga juga menyesalkan ulah oknum yang melakukan tindakan a-moral, tindakan tidak terpuji yaitu korupsi dana SPAM untuk korban bencana termasuk di Palu.

Sebelumnya, Anggota DPRD Sulawesi Tengah Muhammad Masykur mendesak pemerintah segera merampungkan pembangunan sistem penyediaan air minum (SPAM) yang meliputi Kota Palu, Kabupaten Sigi dan Donggala.

"Kita mendesak perbaikan SPAM Palu, Sigi dan Donggala disegerakan demi warga korban bencana di tiga daerah itu," katanya.

Masykur mengatakan pada 2009, negara melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) meluncurkan mega proyek SPAM di Sulteng. Pekerjaannya ini dilaksanakan dengan tahun jamak (multi years).

Ia menyebut mega proyek SPAM di kawasan Kota Palu, Sigi dan Donggala itu kemudian disebut SPAM Pasigala. Sumber airnya dari sumber air baku Sungai Saluki Kecamatan Gumbasa Kabupaten Sigi. Berdasarkan informasi dan data yang diterima, bahwa direncakan SPAM itu secara resmi difungsikan pada 2016.

"Begitu isi norma yang disebutkan secara eksplisit dalam dokumen perjanjian antara Kementerian PUPR, Pemprov Sulteng, Pemkot Palu, Pemkab Sigi dan Donggala," kata Wakil Ketua Komisi III DPRD Sulteng itu.

Ketua Fraksi Nasdem di DPR RI itu mengemukakan, namun di saat uji coba pertama, gagal, karena pipa pecah. Daya tahan pipa tidak mampu menahan kecepatan air dengan kapasitas 300 meter kubik per detik.

"Jika uji coba itu mulus, direncanakan tahap selanjutnya akan menampung kapasitas air 600 meter kubik per detik," kata dia.

Bagi pemerintah, kata dia, rencana induk SPAM Palu, Sigi dan Donggala yang berada di Desa Oloboju Kabupaten Sigi akan diinterkoneksikan ke seluruh layanan penyediaan air bersih kebutuhan rumah tangga, industri, termasuk kawasan ekonomi khusus di Palu, Sigi dan Donggala.

"Lebih dari Rp 500 miliar anggaran negara telah digelontorkan ke pembangunan SPAM Palu, Sigi dan Donggala, sebelum bencana melanda tiga daerah itu, namun sampai saat ini belum berfungsi baik dan bermanfaat," ujar Masykur, mantan Direktur Eksekutif PBHR Sulteng. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Pasca Gempa, Semen di Palu Mahal Tapi Warga Sangat Butuh

Pasca Gempa, Semen di Palu Mahal Tapi Warga Sangat Butuh

News | Jum'at, 07 Desember 2018 | 13:09 WIB

Korban Gempa Terlibat Pembersihkan Reruntuhan Bangunan

Korban Gempa Terlibat Pembersihkan Reruntuhan Bangunan

Press Release | Jum'at, 30 November 2018 | 20:38 WIB

Trauma Gempa, Pasha Ungu Lompat dari Tempat Tidur

Trauma Gempa, Pasha Ungu Lompat dari Tempat Tidur

Entertainment | Selasa, 13 November 2018 | 20:51 WIB

Jalaluddin, Pahlawan Bagi Pengungsi Palu Donggala di Makassar

Jalaluddin, Pahlawan Bagi Pengungsi Palu Donggala di Makassar

News | Minggu, 11 November 2018 | 23:19 WIB

Terkini

Wanita Diduga ODGJ Melahirkan di Pinggir Jalan Pematangsiantar, Bayi Meninggal Dunia

Wanita Diduga ODGJ Melahirkan di Pinggir Jalan Pematangsiantar, Bayi Meninggal Dunia

Sumut | Senin, 02 November 2026 | 20:26 WIB

Proteksi Double! 4 Sunscreen Lokal PDRN Ini Bikin Wajah Awet Muda dan Sehat

Proteksi Double! 4 Sunscreen Lokal PDRN Ini Bikin Wajah Awet Muda dan Sehat

Your Say | Senin, 02 November 2026 | 20:25 WIB

Debut Sistem Skor 3x15 BWF, 707 Pebulu Tangkis dari 8 Negara Siap Bersaing di Superliga Junior 2026

Debut Sistem Skor 3x15 BWF, 707 Pebulu Tangkis dari 8 Negara Siap Bersaing di Superliga Junior 2026

Sport | Senin, 02 November 2026 | 20:24 WIB

Tergiur Bonus Ratusan Juta, 58 Korban TPPO Nyaris Dikirim ke Medan Perang Rusia

Tergiur Bonus Ratusan Juta, 58 Korban TPPO Nyaris Dikirim ke Medan Perang Rusia

News | Senin, 02 November 2026 | 20:21 WIB

Cara Mengaktifkan BPJS PBI yang Tidak Aktif, Ini Langkah Reaktivasi dan Syaratnya

Cara Mengaktifkan BPJS PBI yang Tidak Aktif, Ini Langkah Reaktivasi dan Syaratnya

Lifestyle | Senin, 02 November 2026 | 20:20 WIB

Sukses Gelar Konser Solo di Seoul, Onew SHINee Umumkan Comeback Album Baru

Sukses Gelar Konser Solo di Seoul, Onew SHINee Umumkan Comeback Album Baru

Your Say | Senin, 02 November 2026 | 20:20 WIB

Mary and The Witch's Flower: Kita Tak Butuh Sihir untuk Menjadi Istimewa

Mary and The Witch's Flower: Kita Tak Butuh Sihir untuk Menjadi Istimewa

Your Say | Senin, 02 November 2026 | 20:15 WIB

PMI Manufaktur Melonjak, Menperin Berharap Berdampak ke Lapangan Pekerjaan

PMI Manufaktur Melonjak, Menperin Berharap Berdampak ke Lapangan Pekerjaan

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 20:14 WIB

Indeks CFX10 Menguat 0,31%, TRON Jadi Kripto dengan Kenaikan Tertinggi

Indeks CFX10 Menguat 0,31%, TRON Jadi Kripto dengan Kenaikan Tertinggi

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 20:12 WIB

Awas, Patah Tulang Pertama Bisa Jadi Awal Dari Bencana Berikutnya! Ini Kata Ahli

Awas, Patah Tulang Pertama Bisa Jadi Awal Dari Bencana Berikutnya! Ini Kata Ahli

Health | Senin, 02 November 2026 | 20:10 WIB

×