Jalaluddin, Pahlawan Bagi Pengungsi Palu Donggala di Makassar

Suwarjono

Minggu, 11 November 2018 | 23:19 WIB
Jalaluddin, Pahlawan Bagi Pengungsi Palu Donggala di Makassar
Warga Palu dievakuasi (Suara.com/Peter Rotti)

Suara.com - Gempa bumi disertai tsunami di Palu dan Donggala benar-benar memuluhlantakkan kawasan SUlawesi bagian barat. Banyak warga kehilangan sanak famili, keluarga hingga rumah rata dengan tanah. Banyak warga kemudian mengungsi ke tempat lebih aman, seperti Makassar.

Tidak hanya pengungsi, suasana hari itu semakin ramai dengan hadirnya sejumlah relawan yang diturunkan dan ditugaskan secara khusus untuk memberikan pertolongan bagi para korban yang tengah dalam kondisi tidak menentu.

Selain tim medis dari dinas kesehatan, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan juga menurunkan relawan yang berasal dari Taruna Siaga Bencana (Tagana) Sulsel.

Tim reaksi cepat Dinas Sosial Sulsel ini langsung mengambil peran masing-masing mulai dari pendataan korban, dapur umum, hingga masalah pendistribusian logistik atau bantuan yang berasal dari pemerintah, swasta dan masyarakat umum.

Untuk masalah penyaluran logistik dan dapur umum hasil sumbangan masyarakat dan pemerintah, Tagana Sulsel mempercayakan pada sosok Jalaluddin.

Pria kelahiran 27 Desember 1975 itu mengakui jika tugasnya sebagai koordinator logistik di Posko Asrama Haji Sudiang memang terfokus bagaimana menjamin bahan makanan hasil sumbangan kaum dermawan dapat sampai dan dirasakan para pengungsi baik yang berada di posko di Makassar ataupun di beberapa titik lokasi pengungsian di Sulawesi Tengah.

"Jadi tugas kami itu bagaimana agar bantuan dari dermawan bisa sampai dan dirasakan para pengungsi yang memang begitu membutuhkan makanan," katanya.

Pria yang sudah bergabung bersama Tagana Sulsel sejak 2014 itu mengakui jika awal-awal pengaktifan posko Asrama Haji memang masih banyak yang perlu ditingkatkan. Termasuk bagaimana menangani dengan segera bantuan yang datang begitu deras dari masyarakat Makassar dan sekitarnya.

Hal ini penting mengingat kondisi korban gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah, ketika itu begitu membutuhkan bantuan khususnya bahan makanan, minuman, obat-obatan, selimut, pakaian dan keperluan bayi yang berstatus sangat mendesak.

Sementara untuk menyalurkan bantuan yang terus berdatangan dan telah menggunung di Posko Asrama Haji, tentunya butuh transportasi bukan hanya kapal atau pesawat, namun juga kendaraan sejenis truk guna menawarkan bantuan itu menembus jalur darat ataupun mengirimkannya ke pelabuhan, selanjutnya diangkut menggunakan kapal.

"Iya, sumbangan masyarakat begitu besar untuk saudara kita yang terkena bencana di Sulawesi Tengah. Kami terus berupaya lebih keras agar sumbangan dan bantuan ini bisa sampai ke tujuan dan dapat dimanfaatkan para pengungsi," jelasnya.

Selama proses distribusi, dia mengakui sedikit terhambat. Selain karena minimnya truk yang bisa digunakan membawa bantuan ke lokasi gempa, juga dikarenakan pihak Pelindo juga sudah menutup penerimaan bantuan karena bantuan di tempat itu juga masih banyak dan belum diberangkatkan.

Jalaluddin bersama relawan yang lain bahkan harus bekerja hingga pukul 24.00 karena disesuaikan dengan kesiapan truk.Bahkan begitu berharap para pengusaha atau pemilik truk agar bersedia menyumbangkan truknya mengangkut bantuan masyarakat.

Persoalan keterbatasan truk memang cukup dirasakan para relawan dalam menyalurkan bantuan. Sebab kadang kala hanya bisa mengirimkan sebanyak tiga truk bantuan sampai sore hari.

"Untuk tenaga relawan kita cukup, begitupun barang atau bantuan yang akan dikirimkan begitu banyak. Namun kita kesulitan karena truk yang terbatas sehingga membuat proses penyaluran bantuan masyarakat yang sudah bertumpuk tidak maksimal," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Yang Tersisa dari Gempa Venezuela, Kamar Mayat Penuh Hingga Ibu Masih Cari Jasad Anaknya

Yang Tersisa dari Gempa Venezuela, Kamar Mayat Penuh Hingga Ibu Masih Cari Jasad Anaknya

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 14:42 WIB

Gempa Kumamoto Jepang Tewaskan 38 Orang, Lumpuhkan Pasokan Air Ribuan Rumah

Gempa Kumamoto Jepang Tewaskan 38 Orang, Lumpuhkan Pasokan Air Ribuan Rumah

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 14:19 WIB

Korban Gempa Bumi Venezuela Melonjak, 60 Ribu Orang Dirawat di Rumah Sakit

Korban Gempa Bumi Venezuela Melonjak, 60 Ribu Orang Dirawat di Rumah Sakit

News | Selasa, 04 Agustus 2026 | 12:29 WIB

Korban Tewas Gempa Venezuela Tembus 6.125 Orang

Korban Tewas Gempa Venezuela Tembus 6.125 Orang

News | Selasa, 04 Agustus 2026 | 12:10 WIB

Kenapa Jepang Sering Diguncang Gempa Bumi Besar?

Kenapa Jepang Sering Diguncang Gempa Bumi Besar?

News | Jum'at, 31 Juli 2026 | 14:24 WIB

Korban Tewas Gempa Jepang Tembus 34 Orang, Masih Banyak Terjebak di Bangunan Runtuh

Korban Tewas Gempa Jepang Tembus 34 Orang, Masih Banyak Terjebak di Bangunan Runtuh

News | Jum'at, 31 Juli 2026 | 11:52 WIB

Gempa Jepang Lumpuhkan Pabrik Otomotif Hingga Kelangkaan Suku Cadang, Toyota Stop Produksi Sementara

Gempa Jepang Lumpuhkan Pabrik Otomotif Hingga Kelangkaan Suku Cadang, Toyota Stop Produksi Sementara

News | Jum'at, 31 Juli 2026 | 11:29 WIB

Korban Jiwa Gempa Bumi Jepang Tembus 30 Orang Tewas, Ribuan Warga Mengungsi

Korban Jiwa Gempa Bumi Jepang Tembus 30 Orang Tewas, Ribuan Warga Mengungsi

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 15:29 WIB

Korban Tewas Gempa Jepang Terus Bertambah, Ada Warga Negara Asing

Korban Tewas Gempa Jepang Terus Bertambah, Ada Warga Negara Asing

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 10:48 WIB

Di Tengah Evakuasi Korban Gempa Bumi Kumamoto, Jepang Diterjang Cuaca Panas Ekstrem

Di Tengah Evakuasi Korban Gempa Bumi Kumamoto, Jepang Diterjang Cuaca Panas Ekstrem

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 12:04 WIB

Terkini

3 Shio Paling Beruntung Pekan Ini, Ketiban Rezeki dan Kesuksesan Mulai 10 Agustus 2026

3 Shio Paling Beruntung Pekan Ini, Ketiban Rezeki dan Kesuksesan Mulai 10 Agustus 2026

Lifestyle | Senin, 10 Agustus 2026 | 06:35 WIB

Teks Dasa Darma dan Tri Satya Pramuka, Lengkap dengan Tips Mudah Menghafalnya

Teks Dasa Darma dan Tri Satya Pramuka, Lengkap dengan Tips Mudah Menghafalnya

Lifestyle | Senin, 10 Agustus 2026 | 06:30 WIB

Jatuh dari Tongkang di Sungai Baung OKI, Dua Korban Ditemukan Meninggal

Jatuh dari Tongkang di Sungai Baung OKI, Dua Korban Ditemukan Meninggal

Sumsel | Minggu, 09 Agustus 2026 | 23:14 WIB

Karhutla Dekati Runway Bandara Atung Bungsu, Penerbangan Pagar Alam Masih Normal?

Karhutla Dekati Runway Bandara Atung Bungsu, Penerbangan Pagar Alam Masih Normal?

Sumsel | Minggu, 09 Agustus 2026 | 22:56 WIB

Baru 2 Hari Direhab, Anak Mantan DPRD Muratara Kabur Usai Dobrak Pintu Yayasan

Baru 2 Hari Direhab, Anak Mantan DPRD Muratara Kabur Usai Dobrak Pintu Yayasan

Sumsel | Minggu, 09 Agustus 2026 | 22:38 WIB

Program Cetak Sawah Berhadapan dengan Karhutla, Api Membakar Lahan di Muara Enim

Program Cetak Sawah Berhadapan dengan Karhutla, Api Membakar Lahan di Muara Enim

Sumsel | Minggu, 09 Agustus 2026 | 22:16 WIB

Kebakaran Bromo Meluas hingga 520 Hektare, Destinasi Wisata Probolinggo Disebut Masih Aman

Kebakaran Bromo Meluas hingga 520 Hektare, Destinasi Wisata Probolinggo Disebut Masih Aman

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 22:06 WIB

Pernah Jadi Anak Buah Nadiem, Pakar Minta Kejagung Ganti Jaksa Chatarina di Kasus Eks Jampidsus

Pernah Jadi Anak Buah Nadiem, Pakar Minta Kejagung Ganti Jaksa Chatarina di Kasus Eks Jampidsus

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 21:43 WIB

Puluhan Kios di Bawah Jembatan Babat Terbakar, Polisi Selidiki Dugaan Pembakaran Sampah

Puluhan Kios di Bawah Jembatan Babat Terbakar, Polisi Selidiki Dugaan Pembakaran Sampah

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 21:39 WIB

30 Ribu Kopdes Merah Putih Dikebut Sebelum 17 Agustus, Siapa yang Akan Mengelola?

30 Ribu Kopdes Merah Putih Dikebut Sebelum 17 Agustus, Siapa yang Akan Mengelola?

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 21:11 WIB

×