KPU Diingatkan Bahaya Jika Kepercayaan Publik ke Pilpres 2019 Menurun

Pebriansyah Ariefana, Walda Marison

Selasa, 08 Januari 2019 | 15:58 WIB
KPU Diingatkan Bahaya Jika Kepercayaan Publik ke Pilpres 2019 Menurun
Diskusi di Bawaslu, Jakarta. (Suara.com/Walda Marison)

Suara.com - Komisi Pemilihan Umum atau KPU diingatkan kemungkinan terjadi konflik jika kepercayaan publik ke penyelenggara pemilihan umum 2019 atau Pemilu 2019 menurun. Belakangan ada hoaks 7 kontainer surat suara Pilpres 2019 sudah tercoblos.

Mantan Komisioner KPU, Sigit Pamungkas menilai kinerja penyelenggara pemilu tengah di uji saat ini. Ujian terberat mereka meningkatkan kapercayaan masyarakat dalam ajang pemilu mendatang.

Kepercayaan publik menurutnya sangat perlu dijaga untuk meningkatkan tingkat kepercayaan jalanya pemilu. Hal itu diucapkannya dalam diskusi 'Membangun Kepercayaan Dalam Pemilu 2019' di Gedung Bawaslu Pusat, Jalan MH Thamrin, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (8/1/2019).

"Ketika Kepercayaan publik tidak tinggi maka berbagai hal bisa terjadi. Keseluruhan proses dan hasil pemilu bisa kehilangan legitimasi meskipun proses dan hasil pemilu itu sebenernya tidak ada yang bermasalah," ujarnya.

Tingkat kepercayaan publik sempat membaik pada survei beberapa lembaga di 2017. Tingkat kepercayaa publik bisa mencapai 80 persen.

"Survey SMRC pada mei 2017 itu kepercayaan kepada penyelenggara pemilu itu mencapai 80 persen, ini merupakan angka yang baik," bebernya.

Namun angka kepercayaan tersebut tercatat turun di beberapa survey. Hal ini yang perlu diwanti wanti oleh para penyelenggara pemilu.

"Tapi kalau kita merujuk survey LSI dan ICW, Desember 2018, kepercayaan publik di bawah 70 persen, Bawaslu 69 (persen), KPU 68 (persen), turun 10 persen. Ini tentu jadi Peringatan bagi kita semua untuk introspeksi apa yang sedang terjadi," jelasnya.

Tentu saja himbauan ini ditujukan kepada KPU dan Bawaslu selaku penyelenggara pemilu. Jika tingkat kepercayaan itu menurun makan akan berpotensi menimbulkan konflik di tengah masyarakat.

baca juga

"Ketidakpercayaan terhadap hasil pemilu lebih jauh juga bisa menghasilkan potensi konflik, baik antara penyelenggara pemilu maupun kontestan," terangnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

KPU: Mayoritas Pemilih Pemilu 2019 di Surabaya Kaum Muda

KPU: Mayoritas Pemilih Pemilu 2019 di Surabaya Kaum Muda

News | Selasa, 08 Januari 2019 | 15:31 WIB

Kritik KPU Soal Bocoran Pertanyaan Debat, JK: Berarti yang Menjawab Itu Tim

Kritik KPU Soal Bocoran Pertanyaan Debat, JK: Berarti yang Menjawab Itu Tim

News | Selasa, 08 Januari 2019 | 15:13 WIB

Kubu Prabowo Tunjuk SBY, TKN: Jokowi - Ma'ruf Tak Punya Mentor untuk Debat

Kubu Prabowo Tunjuk SBY, TKN: Jokowi - Ma'ruf Tak Punya Mentor untuk Debat

News | Selasa, 08 Januari 2019 | 14:53 WIB

6 Perusahaan Percetakan Akan Cetak Surat Suara Pemilu 2019, Ini Daftarnya

6 Perusahaan Percetakan Akan Cetak Surat Suara Pemilu 2019, Ini Daftarnya

News | Selasa, 08 Januari 2019 | 14:08 WIB

Singgung Andi Arief Kubu Prabowo, Anggota KPU Dilaporkan ke DKPP

Singgung Andi Arief Kubu Prabowo, Anggota KPU Dilaporkan ke DKPP

News | Selasa, 08 Januari 2019 | 13:23 WIB

Terkini

Fahd A Rafiq 3 Kali Terjerat Kasus Korupsi, Bukti Hukuman Tak Bikin Jera?

Fahd A Rafiq 3 Kali Terjerat Kasus Korupsi, Bukti Hukuman Tak Bikin Jera?

News | Jum'at, 18 September 2026 | 22:48 WIB

Realisasi Anggaran Subsidi Tembus Rp 331,4 Triliun per Agustus 2026, Naik Rp 100 T dari Tahun Lalu

Realisasi Anggaran Subsidi Tembus Rp 331,4 Triliun per Agustus 2026, Naik Rp 100 T dari Tahun Lalu

Bisnis | Jum'at, 18 September 2026 | 22:38 WIB

Prabowo Ungkap Kekuatan Ekonomi Besar Mau Sogok Hakim sampai Presiden

Prabowo Ungkap Kekuatan Ekonomi Besar Mau Sogok Hakim sampai Presiden

News | Jum'at, 18 September 2026 | 22:28 WIB

Tabrak Lari Maut di Toba, 2 Mahasiswi Tewas Usai Senggolan dengan Mobil

Tabrak Lari Maut di Toba, 2 Mahasiswi Tewas Usai Senggolan dengan Mobil

Sumut | Jum'at, 18 September 2026 | 22:20 WIB

Awas! Perampok di Deli Serdang Pancing Korban Lewat Aplikasi Kencan Online

Awas! Perampok di Deli Serdang Pancing Korban Lewat Aplikasi Kencan Online

Sumut | Jum'at, 18 September 2026 | 22:14 WIB

Zulhas: PAN Akan Terus Bersama Bapak Prabowo

Zulhas: PAN Akan Terus Bersama Bapak Prabowo

News | Jum'at, 18 September 2026 | 22:14 WIB

Prabowo Mau Gratiskan Pendidikan SD hingga Universitas Negeri, Dananya dari Uang Korupsi

Prabowo Mau Gratiskan Pendidikan SD hingga Universitas Negeri, Dananya dari Uang Korupsi

News | Jum'at, 18 September 2026 | 22:11 WIB

Di Depan Prabowo, Zulhas Pamer Rp8 Miliar Hasil Potong Gaji Anggota DPR PAN untuk Rakyat

Di Depan Prabowo, Zulhas Pamer Rp8 Miliar Hasil Potong Gaji Anggota DPR PAN untuk Rakyat

News | Jum'at, 18 September 2026 | 22:06 WIB

Asing Mulai Serbu RI, Arus Modal Tembus Rp 141,6 T di Q3 2026

Asing Mulai Serbu RI, Arus Modal Tembus Rp 141,6 T di Q3 2026

Bisnis | Jum'at, 18 September 2026 | 22:03 WIB

Ketika Hijab Harus Mengikuti Gerak Perempuan Modern

Ketika Hijab Harus Mengikuti Gerak Perempuan Modern

Lifestyle | Jum'at, 18 September 2026 | 21:56 WIB

×