Kualitas Udara Jakarta Terburuk, Pramono Anung Janji Percepat Bus Listrik dan PLTSa

Vania Rossa, Adiyoga Priyambodo

Senin, 04 Mei 2026 | 14:42 WIB
Kualitas Udara Jakarta Terburuk, Pramono Anung Janji Percepat Bus Listrik dan PLTSa
Pramono Anung. (Suara.com/Adiyoga)
baca 10 detik
  • Jakarta mencatat kualitas udara terburuk di Indonesia dengan angka polusi 130 pada Minggu, 3 Mei 2026 malam.
  • Gubernur Pramono Anung berencana membangun pembangkit listrik tenaga sampah berkapasitas 120 megawatt untuk menekan tingkat polusi.
  • Pemprov DKI Jakarta menargetkan penggantian seluruh armada bus Transjakarta menjadi kendaraan listrik sepenuhnya pada tahun 2030 mendatang.

Suara.com - Jakarta menduduki peringkat pertama sebagai wilayah dengan kualitas udara terburuk di Indonesia pada Minggu (3/5/2026) malam.

Berdasarkan data Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) milik Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), angka polusi di Jakarta menyentuh level 130.

Angka tersebut mencerminkan kondisi mutu udara ambien yang berdampak langsung pada kesehatan manusia hingga estetika lingkungan.

Penentuan status udara ini mengacu pada pengukuran tujuh parameter pencemar, mulai dari PM2.5 hingga karbon monoksida di puluhan stasiun pemantau.

Menyikapi kondisi atmosfer yang memprihatinkan, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memaparkan langkah taktis pemerintah daerah.

Berbicara di kawasan Senen, Jakarta Pusat, sang Gubernur menjanjikan pembenahan menyeluruh demi menekan laju polusi udara yang kian pekat.

"Yang jelas, Jakarta segera berbenah menangani persoalan polusi," ujar Pramono, Senin (4/5/2026).

Salah satu pilar utama dalam strategi perbaikan kualitas udara ini adalah percepatan pembangunan pembangkit listrik tenaga sampah.

"Kalau nanti sudah selesai, kurang lebih akan menghasilkan sampai dengan 120 megawatt," tutur eks Sekretaris Kabinet itu.

baca juga

Pramono juga menyoroti peran industri yang masih mengandalkan energi batubara sebagai salah satu pemicu utama keruhnya langit Jakarta.

"Kalau itu bisa dikurangi, terutama di daerah Suralaya yang kemudian udaranya masuk ke Jakarta, itu akan secara signifikan mengurangi polusi," tegasnya.

Selain sektor industri, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta turut merancang revolusi besar-besaran di sektor transportasi publik.

Targetnya adalah mengubah seluruh armada bus Transjakarta menjadi kendaraan berbasis listrik sepenuhnya pada 2030 mendatang.

"Yang jumlahnya kurang lebih 10 ribu, akan kami wujudkan," ungkap Pramono.

Hingga tahun ini, tercatat baru sekitar 460 unit bus listrik yang resmi mengaspal di jalanan ibu kota.

"Tahun depan, pengadaan untuk bus listrik disiapkan dalam porsi yang lebih besar," pungkas politisi PDIP tersebut. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Gubernur Pramono Anung Lepas 561 Alumni SMK Jakarta Bekerja ke Jerman hingga Jepang

Gubernur Pramono Anung Lepas 561 Alumni SMK Jakarta Bekerja ke Jerman hingga Jepang

News | Senin, 04 Mei 2026 | 11:04 WIB

Langit Tangsel Memburuk, Pemkot Siapkan Sanksi Denda hingga Genjot Ekosistem Kendaraan Listrik

Langit Tangsel Memburuk, Pemkot Siapkan Sanksi Denda hingga Genjot Ekosistem Kendaraan Listrik

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 20:11 WIB

Meski Masih Macet, Jakarta Dinobatkan Jadi Kota Teraman Nomor 2 di ASEAN

Meski Masih Macet, Jakarta Dinobatkan Jadi Kota Teraman Nomor 2 di ASEAN

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 14:10 WIB

Terkini

Cha Eun Woo Ajukan Banding atas Ketetapan Pajak, Agensi Beri Tanggapan

Cha Eun Woo Ajukan Banding atas Ketetapan Pajak, Agensi Beri Tanggapan

Your Say | Senin, 03 Agustus 2026 | 07:05 WIB

Timnas Indonesia vs Vietnam, Rizky Ridho: Kunci Bisa Menang Jangan Mau Diprovokasi

Timnas Indonesia vs Vietnam, Rizky Ridho: Kunci Bisa Menang Jangan Mau Diprovokasi

Bola | Senin, 03 Agustus 2026 | 07:01 WIB

Tragedi Petugas Damkar di Kramat Jati Jadi Alarm Bahaya Sampah Ilegal di Jakarta

Tragedi Petugas Damkar di Kramat Jati Jadi Alarm Bahaya Sampah Ilegal di Jakarta

News | Senin, 03 Agustus 2026 | 06:50 WIB

Kecelakaan Beruntun di Pasaman, Dua Penumpang Luka-luka dan Sejumlah Kendaraan Rusak

Kecelakaan Beruntun di Pasaman, Dua Penumpang Luka-luka dan Sejumlah Kendaraan Rusak

Sumbar | Minggu, 02 Agustus 2026 | 23:05 WIB

Tragedi Proyek Sekolah Rakyat, 3 Pekerja Hanyut di Sungai Ogan Saat Menyeberang

Tragedi Proyek Sekolah Rakyat, 3 Pekerja Hanyut di Sungai Ogan Saat Menyeberang

Sumsel | Minggu, 02 Agustus 2026 | 22:50 WIB

Anak Kembali Aktif Bersekolah, Jangan Lupakan Perlindungan dari Demam Berdarah Dengue

Anak Kembali Aktif Bersekolah, Jangan Lupakan Perlindungan dari Demam Berdarah Dengue

Health | Minggu, 02 Agustus 2026 | 22:27 WIB

Bypass Jantung Kini Tak Perlu Belah Tulang Dada, Teknik Minimal Invasif Percepat Pemulihan

Bypass Jantung Kini Tak Perlu Belah Tulang Dada, Teknik Minimal Invasif Percepat Pemulihan

Health | Minggu, 02 Agustus 2026 | 22:04 WIB

Polisi Ungkap Plot Twist Kasus Jesslyn Wijaya, Dugaan Penculikan Terpatahkan

Polisi Ungkap Plot Twist Kasus Jesslyn Wijaya, Dugaan Penculikan Terpatahkan

News | Minggu, 02 Agustus 2026 | 21:33 WIB

IHSG Diproyeksi Menguat Besok, Ini Saham yang Bisa Dipantau

IHSG Diproyeksi Menguat Besok, Ini Saham yang Bisa Dipantau

Bisnis | Minggu, 02 Agustus 2026 | 20:47 WIB

Produk RI Makin Dilirik Asing, UMKM Perak Lokal Tembus Tiga Negara

Produk RI Makin Dilirik Asing, UMKM Perak Lokal Tembus Tiga Negara

Bisnis | Minggu, 02 Agustus 2026 | 20:41 WIB

×