PKS Nilai Ada Sisi Gelap Penegakan Hukum Era Jokowi

Reza Gunadha | Ria Rizki Nirmala Sari | Suara.com

Selasa, 08 Januari 2019 | 19:36 WIB
PKS Nilai Ada Sisi Gelap Penegakan Hukum Era Jokowi
Anggota Komisi Hukum DPR dari Fraksi PKS Nasir Djamil [suara.com/Dian Rosmala]

Suara.com - Politikus PKS Nasir Djamil mengungkapkan, penegakan hukum di Indonesia sejatinya harus mendapatkan perbaikan dalam kepemimpinan berikutnya.

Pasalnya, ia amenilai banyak pekerjaan berat yang menurutnya dilahirkan dari masa pemerintahan Presiden Joko Widodo atau Jokowi.

Hal tersebut diungkapkan terkait tema debat sesi pertama yang akan dijalani masing-masing pasangan Capres – Cawapres Pilpres 2019. Tema yang akan dibahas pada 17 Januari  mendatang adalah persoalan hukum, HAM, terorisme dan korupsi.

Nasir mengungkapkan, keempat isu itu sudah seyogyanya menjadi jantung negara. Apabila penegakan hukum suatu negara berjalan semakin baik, maka semakin tinggi pula martabat di mata rakyatnya.

Terkait dengan penegakan hukum itu, Nasir mengungkapkan terbangun dengan sistem penegakan hukum yang terdiri dari kepolisian, kejaksaan, hakim, dan petugas lapas.

"Seorang filsuf pernah bilang, jika hukum yang buruk atau aparat baik, lebih baik aparat baik, kalau sistem bagus tapi aparat sontoloyo maka sistem jadi sontoloyo," kata Nasir dalam diskusi bertajuk 'Kalau Bersih Kenapa Risih' di Prabowo - Sandiaga Media Center, Jalan Sriwijaya I, Jakarta Selatan, Selasa (8/1/2018).

Menurut Nasir, masih ada sisi gelap dari penegakan hukum di Indonesia. Banyak yang menilai kalau perekrutan di badan penegak hukum masih berdasarkan kekuatan orang 'dalam'.

Dirinya memberikan contoh ungkapan candaan dari salah satu pihak kepolisian daerah yang menyebut jargon Kepolisian RI yakni promoter malah diartikan lain. Promoter sendiri merupakan singkatan dari Profesional, Modern dan Terpercaya.

"(Jenderal Pol) Tito sampaikan promoter, ada sebagian polisi di Sumut (Sumatera Utara) (mengatakan kepanjangannya) bukan profesional dan lain-lain, tapi promosi orang tertentu," ujarnya sambil tertawa.

"Kalau aparat bermental sontoloyo perilaku genderuwo ya capek, negara hukum jadi negara kekuasaan," sambungnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Prabowo Diserang Isu Penculikan Aktivis, Mardani: Hoaks yang Miskin Konten

Prabowo Diserang Isu Penculikan Aktivis, Mardani: Hoaks yang Miskin Konten

News | Selasa, 08 Januari 2019 | 17:06 WIB

Terkait Hoaks, Kubu Jokowi Merasa Unggul 5 - 0 dari Prabowo - Sandiaga

Terkait Hoaks, Kubu Jokowi Merasa Unggul 5 - 0 dari Prabowo - Sandiaga

News | Selasa, 08 Januari 2019 | 16:56 WIB

Rapor Jokowi Merah, Kubu Prabowo: Petahana Bakal Gelagapan Jelang Debat

Rapor Jokowi Merah, Kubu Prabowo: Petahana Bakal Gelagapan Jelang Debat

News | Selasa, 08 Januari 2019 | 16:30 WIB

Habis Ditagih Prabowo, PKS Klaim Sudah Sumbang Dana Kampanye Pilpres

Habis Ditagih Prabowo, PKS Klaim Sudah Sumbang Dana Kampanye Pilpres

News | Selasa, 08 Januari 2019 | 16:21 WIB

Terkini

Kader PSI Bro Ron Jadi Korban Pemukulan, Ahmad Ali: Siapapun Pelakunya Harus Bertanggung Jawab

Kader PSI Bro Ron Jadi Korban Pemukulan, Ahmad Ali: Siapapun Pelakunya Harus Bertanggung Jawab

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 20:26 WIB

Respons Kapolri Soal Reformasi Polri, Siap Tindak Lanjuti Rekomendasi di Depan Prabowo

Respons Kapolri Soal Reformasi Polri, Siap Tindak Lanjuti Rekomendasi di Depan Prabowo

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 20:24 WIB

Misteri Isi 10 Buku Reformasi Polri, Prabowo Setuju Kompolnas Diperkuat dan Jabatan Dibatasi

Misteri Isi 10 Buku Reformasi Polri, Prabowo Setuju Kompolnas Diperkuat dan Jabatan Dibatasi

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 20:09 WIB

Hapus Jejak Masa Lalu! Ketua Komisi XIII DPR Setuju Hak untuk Dilupakan Masuk RUU HAM

Hapus Jejak Masa Lalu! Ketua Komisi XIII DPR Setuju Hak untuk Dilupakan Masuk RUU HAM

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 20:04 WIB

Periksa Plt Bupati Cilacap, KPK Telusuri Pemerasan pada Periode Sebelumnya

Periksa Plt Bupati Cilacap, KPK Telusuri Pemerasan pada Periode Sebelumnya

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 19:59 WIB

Tak Ada Kementerian Keamanan, Polri Tetap di Bawah Presiden

Tak Ada Kementerian Keamanan, Polri Tetap di Bawah Presiden

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 19:55 WIB

33 Tahun Tanpa Keadilan, Kasus Marsinah Disebut Jadi Alarm Bahaya Kebangkitan Militerisme

33 Tahun Tanpa Keadilan, Kasus Marsinah Disebut Jadi Alarm Bahaya Kebangkitan Militerisme

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 19:48 WIB

KPK Periksa Eks Staf Ahli Menhub Terkait Dugaan Suap Proyek Jalur Kereta

KPK Periksa Eks Staf Ahli Menhub Terkait Dugaan Suap Proyek Jalur Kereta

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 19:42 WIB

Partai Buruh Kritik Sistem Pemilu Berbiaya Tinggi: Hanya Pemilik Modal dan Massa Besar yang Bertahan

Partai Buruh Kritik Sistem Pemilu Berbiaya Tinggi: Hanya Pemilik Modal dan Massa Besar yang Bertahan

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 19:14 WIB

Gibran Kecam Keras Pelecehan 50 Santriwati di Pati: Tidak Bisa Ditoleransi!

Gibran Kecam Keras Pelecehan 50 Santriwati di Pati: Tidak Bisa Ditoleransi!

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 18:55 WIB