Rumah 2 Pimpinan KPK Dilempar Bom Molotov, Polisi Bentuk Tim Khusus

Pebriansyah Ariefana | Yosea Arga Pramudita
Rumah 2 Pimpinan KPK Dilempar Bom Molotov, Polisi Bentuk Tim Khusus
Ketua KPK Agus Rahardjo. (Suara.com/Oke Atmaja)

Tim tersebut terdiri dari Detasemen Khusus atau Densus 88 dan Polda Metro Jaya.

Suara.com - Kepolisian Indonesia membentuk tim khusus untuk menyelidik pelemparan bom molotov ke rumah 2 pimpinan KPK, Wakil Ketua KPK Laode M Syarif dan Ketua KPK Agus Rahardjo. Tim tersebut terdiri dari Detasemen Khusus atau Densus 88 dan Polda Metro Jaya.

Tim tersebut sekarang sedang meluncur ke TKP pelemparan. Hal itu dibenarkan Karopenmas Div Humas Mabes Polri, Brigjen Pol Dedi Prasetya saat di Mabes Polri, Jakarta Selatan.

"Untuk kejadian pada pagi hari ini ada insiden di rumah bapak Agus dan Laode kejadian itu benar terjadi hari ini. Saat ini Polda Metro bentuk tim di-back up Densus 88 akan segera mungkin ungkap peristiwa di rumah Agus dan Laode. Berikan kesempatan kepada tim yang sudah dibentuk untuk ungkap kasus," ujarnya, Rabu (8/1/2019).

Sebelum Kediaman Wakil Ketua KPK Laode Muhammad Syarif di Jalan Kalibata Selatan, Pancoran, Jakarta Selatan diduga dilempar bom molotov oleh orang tak dikenal. Kejadian tersebut terjadi pada Rabu (9/1/3019) dini hari.

Dari informasi yang beredar, sekitar pukul 05.30 WIB ditemukan botol berisikan spirtus dan sumbu api. Setelah dilihat di kamera CCTV, sekitar pukul 01.00 WIB, ada orang dicurigai melakukan aktivitas di depan kediaman Laode.

Pihak kepolisian telah memeriksa saksi bernama Suwarni yang berjualan di depan rumah Laode. Dalam laporan polisi tersebut disebutkan, sekitar pukul 01.00 WIB saksi mendengar suara pecahan barang suara agak keras. Namun saksi tidak keluar rumah.

Saat ini, polisi telah berada di rumah Wakil Ketua KPK tersebut untuk memastikan kebenarannya.

Suara.Com

Suara.com adalah portal berita yang
menyajikan informasi terhangat, baik peristiwa politik, bisnis, hukum, entertainment...

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS