KPK Belum Temukan Indikasi Teror Bom ke Pimpinan Terkait Kasus Korupsi

Agung Sandy Lesmana, Welly Hidayat

Rabu, 09 Januari 2019 | 19:44 WIB
KPK Belum Temukan Indikasi Teror Bom ke Pimpinan Terkait Kasus Korupsi
Juru Bicara KPK Febri Diansyah memberi keterangan pers di Gedung KPK, Jakarta. [Suara.com/Muhaimin A Untung]

Suara.com - Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Febri Diansyah mengaku belum menemukan adanya kaitan teror bom terhadap dua pimpinan dengan kasus-kasus korupsi yang ditangani lembaga antirasuah itu. Sejauh ini, KPK masih menunggu penyelidikan di kepolisian untuk mengungkap motif dalam teror yang terjadi di rumah Ketua KPK Agus Rahardjo dan Wakil Ketua Laode M. Syarief.

"Belum ada (teror bom berkaitan dengan kasus korupsi). Karena fakta-faktanya perlu ditemukan dulu oleh tim dari Polri baru kemudian dari fakta-fakta itu dilihat apa keterkaitannya, motifnya dan lain-lain," kata Febri di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (9/1/2019).

Menurutnya, KPK tak mau berandai-andai apakah teror yang menimpa dua pimpinan KPK itu berkait dengan penanganan kasus korupsi.

"Jadi, lebih baik kami tunggu penegak hukum (polisi) bekerja. Terlebih dahulu agar informasinya bisa lebih mempunyai dasar dan lebih substansial prosesnya," ujar Febri.

Ketika disinggung, teror dua pimpinan KPK ada kaitannya dengan kasus penyidik senior KPK Novel Baswedan, Febri pun lebih menunggu fakta-fakta pembuktian dilapangan yang kini tengah dilakukan Polri.

"Saya belum tahu ada atau tidak ada kaitannya ya (dengan kasus Novel). Karena proses pencarian informasi dan pengumpulan barang bukti kan baru berjalan, untuk peristiwa yang tadi pagi. Jadi lebih baik kami tunggu dari Polri," tutup Febri

Diketahui, terjadi dua teror di rumah Agus Rahardjo di kawasan Bekasi dan rumah Laode di kawasan Pancoran, Jakarta Selatan, pagi tadi. Dua peristiwa nyaris terjadi dalam waktu yang sama.

Dari hasil pemeriksaan di kediaman Agus, polisi menyita tas hitam mencurigakan berisi paralon berukuran besar yang terisi paku, kabel, serbuk, dan baterai. Sedangkan aksi teror yang terjadi di rumah Laode M. Syarif di Kalibata, Jakarta Selatan berupa teror bom molotov.

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Teror Bom Molotov, Wakil Ketua KPK Laode M Syarief Diperiksa Polisi

Teror Bom Molotov, Wakil Ketua KPK Laode M Syarief Diperiksa Polisi

News | Rabu, 09 Januari 2019 | 19:35 WIB

Dua Pimpinan Diteror Bom, KPK: Kita Tunggu Hasil Kerja Polisi

Dua Pimpinan Diteror Bom, KPK: Kita Tunggu Hasil Kerja Polisi

News | Rabu, 09 Januari 2019 | 19:20 WIB

Melawan, Wisnu Wardhana Ajukan PK ke MA

Melawan, Wisnu Wardhana Ajukan PK ke MA

News | Rabu, 09 Januari 2019 | 14:45 WIB

Polisi: Tidak Ada Bahan Peledak dalam Tas Hitam di Pagar Rumah Ketua KPK

Polisi: Tidak Ada Bahan Peledak dalam Tas Hitam di Pagar Rumah Ketua KPK

News | Rabu, 09 Januari 2019 | 14:25 WIB

Setelah Ditangkap, Hanura Coret Wisnu Wardhana dari Caleg DPRD Jatim

Setelah Ditangkap, Hanura Coret Wisnu Wardhana dari Caleg DPRD Jatim

News | Rabu, 09 Januari 2019 | 13:49 WIB

Terkini

Uji Coba MBG Prasmanan di Yogyakarta: Siswa Puas, tapi Masih Ada Sisa Makanan 3,3 Kg

Uji Coba MBG Prasmanan di Yogyakarta: Siswa Puas, tapi Masih Ada Sisa Makanan 3,3 Kg

News | Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:24 WIB

1.500 Mahasiswa Unhan Turun ke Sekolah Rakyat, Bantu Siswa Belajar Disiplin hingga Mandiri

1.500 Mahasiswa Unhan Turun ke Sekolah Rakyat, Bantu Siswa Belajar Disiplin hingga Mandiri

News | Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:22 WIB

Privilege Layanan Diagnostik Eksklusif BRI dan Laboratorium Prodia

Privilege Layanan Diagnostik Eksklusif BRI dan Laboratorium Prodia

Bri | Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:20 WIB

Menduniakan Batik atau Merusak Bumi? Sisi Gelap Industri yang Jarang Dibahas

Menduniakan Batik atau Merusak Bumi? Sisi Gelap Industri yang Jarang Dibahas

Your Say | Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:20 WIB

Jelang Putusan MK Kasus Ijazah Gibran Malam Ini: Menkopolkam Siaga, PDIP Buka Suara

Jelang Putusan MK Kasus Ijazah Gibran Malam Ini: Menkopolkam Siaga, PDIP Buka Suara

News | Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:18 WIB

Soroti Pendidikan, Ugoran Sebut Aksi Kamisan Kini Jadi Kampus Rakyat

Soroti Pendidikan, Ugoran Sebut Aksi Kamisan Kini Jadi Kampus Rakyat

Your Say | Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:18 WIB

Gempa Sumba Barat Daya Berdampak ke 3 Kabupaten, Ratusan Rumah dan Fasilitas Publik Rusak

Gempa Sumba Barat Daya Berdampak ke 3 Kabupaten, Ratusan Rumah dan Fasilitas Publik Rusak

News | Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:15 WIB

The Disciple Tayang 16 Oktober di Netflix, Album Rahasia Wu-Tang Terungkap

The Disciple Tayang 16 Oktober di Netflix, Album Rahasia Wu-Tang Terungkap

Your Say | Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:15 WIB

UU Pelindungan Ketenagakerjaan Disahkan DPR, Aspirasi Buruh Berujung Solusi

UU Pelindungan Ketenagakerjaan Disahkan DPR, Aspirasi Buruh Berujung Solusi

Bisnis | Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:13 WIB

Rp 13,24 Triliun Uang Hasil Penertiban Hutan Diserahkan ke Negara, Ditumpuk di Gedung Bundar

Rp 13,24 Triliun Uang Hasil Penertiban Hutan Diserahkan ke Negara, Ditumpuk di Gedung Bundar

News | Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:12 WIB

×