Ledakan Gas Besar di Paris Tewaskan Tiga Orang dan Puluhan Luka-Luka

Dythia Novianty
Ledakan Gas Besar di Paris Tewaskan Tiga Orang dan Puluhan Luka-Luka
Ledakan gas besar di sebuah toko bakery, Paris. [Carl Labrosse/AFP]

Dua petugas pemadam kebakaran dan seorang perempuan asal Spanyol tewas setelah ledakan besar di Paris.

Suara.com - Dua petugas pemadam kebakaran dan seorang perempuan asal Spanyol tewas setelah ledakan besar di sebuah toko roti di ibukota Prancis, Paris.

Menurut Menteri Dalam Negeri Christophe Castaner, layanan darurat menanggapi kebocoran gas ketika "ledakan besar" terjadi. Sebanyak 47 orang terluka, 10 orang dalam kondisi kritis, akibat ledakan di rue de Trévise sekitar pukul 09:00 (08:00 GMT).

Peristiwa ini terjadi di dekat Opera Paris, daerah wisata populer dan terasa hingga beberapa jalan jauhnya.

Mobil terbalik dan puing-puing dari bagian depan toko berserakan di jalan di depan toko roti yang terbakar dan orang-orang berdiri di sekitar, tampak terpana oleh kekuatan ledakan.

Seorang perempuan asal Spanyol, yang sedang berlibur dengan suaminya di Paris, meninggal di rumah sakit setelah ledakan, sementara warga negara Spanyol lainnya juga terluka.

Dikutip dari surat kabar lokal, Le Parisien, toko roti Hubert di 6, rue de Trévise tidak akan dibuka pada saat ledakan.

Kebocoran gas telah dilaporkan di gedung dan petugas pemadam kebakaran sedang dalam perjalanan untuk mengatasinya, ketika ledakan terjadi.

Helikopter mendarat di tempat terdekat de l'Opéra untuk mengevakuasi yang terluka.

Sekitar 150 orang mengungsi di balai kota distrik ke-9 kota setelah ledakan, wakil walikota Paris yang bertanggung jawab atas keamanan, Colombe Brossel, mengatakan kepada radio Prancis.

Seorang jurnalis, Emily Molli, menggambarkan kerusakan yang parah.

Seorang penasihat Paris telah menunjukkan bahwa jaringan gas kota itu dalam "keadaan bencana".

"Itu sudah tua dan di atas segalanya, kondisinya sudah buruk," kata Alexandre Vesperini kepada surat kabar Le Parisien.

Sementara itu, seorang warga bernama Killian tertidur ketika ledakan meledak di jendelanya. Semua orang di gedung turun, katanya, dan dia bisa mendengar teriakan.

Ledakan itu juga menghancurkan sebuah teater, katanya kepada saluran berita Perancis BFMTV.

"Saya sedang tidur dan terbangun oleh gelombang ledakan. Semua jendela di apartemen meledak, pintu terlepas dari engselnya, aku harus berjalan di pintu untuk meninggalkan kamar, semua anak panik, mereka tidak bisa keluar dari kamar mereka," kata Claire Sallavuard kepada AFP.

BBC mengutip dari AFP, puluhan turis dievakuasi dari banyak hotel di kawasan itu.

Paula Nagui, seorang resepsionis di Diva Hotel di dekatnya, mengatakan telah terjadi "ledakan besar" yang menghancurkan semua jendela.

Para tamu yang cemas telah menerima jaminan bahwa itu bukan serangan teror, katanya pada Le Parisien.

Suara.Com

Suara.com adalah portal berita yang
menyajikan informasi terhangat, baik peristiwa politik, bisnis, hukum, entertainment...

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS