CEK FAKTA: SBY Berbalik Dukung Jokowi, Serius?

Bangun Santoso | Suara.com

Kamis, 31 Januari 2019 | 09:40 WIB
CEK FAKTA: SBY Berbalik Dukung Jokowi, Serius?
Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Suara.com - Menjelang detik-detik pemilihan presiden atau Pilpres 2019 kontestasi politik makin memanas. Dukung-mendukung paslon makin seru dipergunjingkan khalayak ramai, khususnya di media sosial.

Terkini, sebuah video diunggah oleh salah satu akun Facebook bernama Adi Purwanto. Video itu diunggah pada tanggal 22 Januari 2019 pukul 10.42 WIB. Video itu sudah dibagikan sebanyak 1.900 kali dan 154 komentar.

"Sby akhirnya mendukung kerja pemerintah jokowi," tulis Adi Purwanto dalam narasi unggahannya.

Kabar tersebut cukup heboh di media sosial, khususnya Facebook. Di mana dalam video berdurasi 6 menit 16 detik itu, SBY terlihat memberikan pidato. Presiden RI ke-6 itu tampak didampingi sejumlah petinggi Partai Demokrat.

Berikut isi pidato SBY yang terdapat dalam video tersebut:

Izinkan kami Partai Demokrat menyampaikan sebuah refeksi berkaitan dengan situasi kehidupan nasional saat ini. Refleksi ini kami sampaikan sebagai wujud kepedulian, kecintaan, dan tanggung jawab kami, sebagai institusi yang diwajibkan untuk memahami perasaan dan aspirasi rakyat dan bahkan kemudian ikut mewujudkan harapan dan aspirasi rakyat itu.

Kami memberanikan diri menyampaikan kritik, koreksi, sekaligus solusi yang kami sarankan secara ikhlas dan jujur, kami juga akan menyampaikan penghargaan dan ucapan terima kasih kepada negara, pemerintah termasuk presiden, atas prestasi dan kebaikan yang dikontribusikan kepada bangsa dan negara kita, atas prestasi yang diraih itu.

Partai Demokrat mencatat sejumlah prestasi dan kemajuan satu tahun terakhir ini. Kemajuan ini kami kaitkan dengan pengamatan dan rekomendasi resmi partai demokrat yang tiga kali kami sampaikan.

Pertama rekomendasi Surabaya, bulan Mei 2015, pasca kongres Partai Demokrat. Kedua, rekomendasi Jakarta bulan Oktober 2015 dalam bentuk evaluasi satu tahun pemerintahan Presiden Jokowi dan ketiga rekomendasi Surabaya bulan Maret 2016 di akhir musyawarah Partai Demokrat di Pulau Jawa.

Selengkapnya kemajuan dan prestasi yang Partai Demokrat catat adalah:

1. Keamanan dalam negeri termasuk keamanan publik terjaga baik. Meskipun ada serangan teroris di Jakarta dan terjadi insiden keamanan di Aceh dan Papua. Tetapi secara nasional dan secara umum keamanan negara kita terpelihara dengan baik.

2. Stabilitas politik di tingkat nasional juga terjaga dengan baik. Secara politik tidak ada gangguan yang berarti terhadap Presiden dan pemerintah dalam menjalankan tugas-tugasnya. Kondisi seperti ini diperlukan agar tugas-tugas pemerintahan dan pembangunan dapat dilaksanakan sebagaimana mestinya.

3. Meskipun keadaan ekonomi nasional belum menggembirakan namun survei terbaru menunjukan angka pengangguran terbaru kita berkurang alias membaik. Di tengah lemahnya sektoril dan lemahnya daya beli masyarakat, berkurangnya pengangguran ini tentu memiliki dampak yang positif.

4. Kabinet semakin kompak dan semakin bisa menahan diri dari pertengkaran di depan umum. Hal ini baik, karena dengan kabinet yang kompak saja tak selalu mudah untuk bersinergi dan berkoordinasi, apalagi jika tidak Kompak.

5. Pantauan kami, Presiden Jokowi tidak lagi obral dengan janji-janji beliau, terutama yang membawa konsekuensi pada keuangan negara dan APBN. Kami menduga beliau sungguh menyadari bahwa di tengah perekonomian yang melambat saat ini, ruang fiskal kita semakin sempit dan menjalankan pemerintahan tidak mudah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Berita Terpopuler Politik: Jokowi Berdarah-darah, Prabowo Meriang

Berita Terpopuler Politik: Jokowi Berdarah-darah, Prabowo Meriang

News | Kamis, 31 Januari 2019 | 06:45 WIB

Presiden Tinjau Jembatan Jokowi di Bekasi

Presiden Tinjau Jembatan Jokowi di Bekasi

News | Kamis, 31 Januari 2019 | 01:05 WIB

Kubu Prabowo Kritik Pemerintah Jual Surat Berharga Negara

Kubu Prabowo Kritik Pemerintah Jual Surat Berharga Negara

Bisnis | Rabu, 30 Januari 2019 | 21:58 WIB

Fadli Zon Minta saat Agenda Presiden atau Capres Jokowi Tak Bawa Jan Ethes

Fadli Zon Minta saat Agenda Presiden atau Capres Jokowi Tak Bawa Jan Ethes

News | Rabu, 30 Januari 2019 | 21:31 WIB

Menteri Susi Cerita Ditegur Jokowi Soal Hasil Tangkapan Ikan

Menteri Susi Cerita Ditegur Jokowi Soal Hasil Tangkapan Ikan

News | Rabu, 30 Januari 2019 | 21:15 WIB

Terkini

Menteri PPPA Kecam Dugaan Pelecehan di FH UI, Minta Pelaku Dihukum Tegas Sesuai UU TPKS

Menteri PPPA Kecam Dugaan Pelecehan di FH UI, Minta Pelaku Dihukum Tegas Sesuai UU TPKS

News | Selasa, 14 April 2026 | 16:56 WIB

Deforestasi Bergeser ke Timur, Bisakah Indonesia Lindungi Benteng Terakhir Hutannya?

Deforestasi Bergeser ke Timur, Bisakah Indonesia Lindungi Benteng Terakhir Hutannya?

News | Selasa, 14 April 2026 | 16:55 WIB

Menhaj Pastikan Wacana War Tiket Haji Tak Hapus Antrean Jemaah Lama

Menhaj Pastikan Wacana War Tiket Haji Tak Hapus Antrean Jemaah Lama

News | Selasa, 14 April 2026 | 16:47 WIB

DPR Minta Kasus Dugaan Pelecehan di FH UI Diproses Tegas Sesuai Aturan

DPR Minta Kasus Dugaan Pelecehan di FH UI Diproses Tegas Sesuai Aturan

News | Selasa, 14 April 2026 | 16:35 WIB

Dino Patti Djalal: RI Perlu Belajar dari Pakistan, Berani Kritik AS dan Tegakkan Prinsip

Dino Patti Djalal: RI Perlu Belajar dari Pakistan, Berani Kritik AS dan Tegakkan Prinsip

News | Selasa, 14 April 2026 | 16:31 WIB

Bukan Sekadar Melintas, Pesawat Militer AS Dikhawatirkan 'Scanning' Data Rahasia Indonesia

Bukan Sekadar Melintas, Pesawat Militer AS Dikhawatirkan 'Scanning' Data Rahasia Indonesia

News | Selasa, 14 April 2026 | 16:28 WIB

Usai Diperiksa KPK, Faizal Assegaf Laporkan Jubir KPK ke Polda Metro Jaya

Usai Diperiksa KPK, Faizal Assegaf Laporkan Jubir KPK ke Polda Metro Jaya

News | Selasa, 14 April 2026 | 16:28 WIB

Heboh Kasus Pelecehan FH UI, Sosiolog Bongkar Bahaya Maskulinitas Toksik di Kampus

Heboh Kasus Pelecehan FH UI, Sosiolog Bongkar Bahaya Maskulinitas Toksik di Kampus

News | Selasa, 14 April 2026 | 16:21 WIB

Mengenal Gajah Juanda, Saat Trotoar Bogor Menjadi Arena 'Skakmat' di Tengah Deru Kota

Mengenal Gajah Juanda, Saat Trotoar Bogor Menjadi Arena 'Skakmat' di Tengah Deru Kota

News | Selasa, 14 April 2026 | 16:11 WIB

Sebut Rencana Pramono Anung Ini 'Lucu', Kevin Wu PSI: Rakyat Bisa Antipati ke Partai Politik

Sebut Rencana Pramono Anung Ini 'Lucu', Kevin Wu PSI: Rakyat Bisa Antipati ke Partai Politik

News | Selasa, 14 April 2026 | 16:01 WIB