Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Kubu Prabowo Kritik Pemerintah Jual Surat Berharga Negara

Reza Gunadha, Ria Rizki Nirmala Sari

Rabu, 30 Januari 2019 | 21:58 WIB
Kubu Prabowo Kritik Pemerintah Jual Surat Berharga Negara
Direktur Konsolidasi Nasional Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo - Sandiaga Fuad Bawazier. (Suara.com/Ria Rizki)

Suara.com - Tim pakar ekonomi Badan Pemenangan Nasional Prabowo – Sandiaga, Fuad Bawazier menilai skema utang negara dengan menjual Surat Berharga Negara (SBN) perlu dievaluasi. Pasalnya, dengan skema tersebut, justru malah menyebabkan utang negara menjadi lebih tinggi.

Fuad menjelaskan, skema mengutang dengan menjual SBN baru diperkenalkan di Indonesia sejak 11 tahun lalu.

Bukannya menguntungkan, skema itu malah meroketkan jumlah utang yang dimiliki negara. Dengan adanya skema tersebut, pemerintah memiliki utang mencapai Rp 3.600 triliun.

"Bayangkan yang tadinya utang pinjaman luar negeri model lama umurnya lebih dari setengah abad, saldonya cuma Rp 800 triliun dan itu semua untuk (digunakan) proyek," jelas Fuad dalam diskusi bertajuk 'Kemelut Utang di Negeri Gemah Ripah Loh Njinawi' di Prabowo - Sandiaga Media Center, Jalan Sriwijaya I, Jakarta Selatan, Rabu (30/1/2019).

Skema berutang dengan menjual SBN ternyata menjadi penyumbang terbesar utang negara yakni sekitar 82 persen. Sedangkan 18 persen lainnya disumbang oleh sistem berutang model lama yaitu utang luar negeri.

"Utang Rp 4.400 triliun itu, yang sistem model lama hanya 18 persen. Sebanyak 82 persen komponen utang yang 11 tahun itu. Gila-gilaan ini utang," ujarnya.

Menurut Fuad, dengan besarnya sumbangan utang yang berasal dari penjualan SBN, justru akan menimbulkan kekhawatiran pemerintah kesulitan membayar utang.

Pasalnya, para pembeli SBN meminta bunga yang sangat tinggi. Kata Fuad, bunga yang dihasilkan dari pembelian SBN di Indonesia termasuk paling tertinggi di Asia Pasifik.

"Kalau enggak tinggi, saya enggak mau beli surat utang kamu. Karena itu bunganya itu praktis agak lama, tertinggi di Asia Pasifik," tutur Fuad mencontohkan.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Kubu Prabowo Cibir Rencana BUMN Jual 6 Ruas Jalan Tol Trans Jawa

Kubu Prabowo Cibir Rencana BUMN Jual 6 Ruas Jalan Tol Trans Jawa

News | Rabu, 30 Januari 2019 | 21:51 WIB

Mbah Surip Dibunuh Warga Pendatang karena Utang, Mayatnya Dibuang ke Sumur

Mbah Surip Dibunuh Warga Pendatang karena Utang, Mayatnya Dibuang ke Sumur

News | Rabu, 30 Januari 2019 | 21:50 WIB

Fadli Zon Minta saat Agenda Presiden atau Capres Jokowi Tak Bawa Jan Ethes

Fadli Zon Minta saat Agenda Presiden atau Capres Jokowi Tak Bawa Jan Ethes

News | Rabu, 30 Januari 2019 | 21:31 WIB

Tabloid Pembawa Pesan Muncul, BPN: Bawaslu, KPU dan Polisi Harus Adil

Tabloid Pembawa Pesan Muncul, BPN: Bawaslu, KPU dan Polisi Harus Adil

News | Rabu, 30 Januari 2019 | 21:17 WIB

Terkini

Trauma Kolektif: Pagar Tinggi Mal Ingatkan Warga pada Kerusuhan Agustus

Trauma Kolektif: Pagar Tinggi Mal Ingatkan Warga pada Kerusuhan Agustus

News | Senin, 03 Agustus 2026 | 23:53 WIB

Kasus Bayi Dijual Rp20 Juta Belum Tuntas, Polisi Didesak Usut Sosok Pemberi Uang

Kasus Bayi Dijual Rp20 Juta Belum Tuntas, Polisi Didesak Usut Sosok Pemberi Uang

Sumsel | Senin, 03 Agustus 2026 | 23:28 WIB

Dipukul Balok Kayu, Wanita di Palembang Gagalkan Aksi Begal hingga Pelaku Ditangkap

Dipukul Balok Kayu, Wanita di Palembang Gagalkan Aksi Begal hingga Pelaku Ditangkap

Sumsel | Senin, 03 Agustus 2026 | 23:05 WIB

Dua Kata Tijjani Reijnders Usai Timnas Indonesia Dibantai Vietnam 0-3

Dua Kata Tijjani Reijnders Usai Timnas Indonesia Dibantai Vietnam 0-3

Bola | Senin, 03 Agustus 2026 | 23:00 WIB

Ingin Rumah Terasa Lebih Elegan? Tren Interior Kini Mengandalkan Permainan Cahaya dari Keramik

Ingin Rumah Terasa Lebih Elegan? Tren Interior Kini Mengandalkan Permainan Cahaya dari Keramik

Lifestyle | Senin, 03 Agustus 2026 | 22:46 WIB

Haykal Ungkap Hal yang Bikin Tak Nyaman di Palembang, Pengemis hingga Sungai Jadi Sorotan

Haykal Ungkap Hal yang Bikin Tak Nyaman di Palembang, Pengemis hingga Sungai Jadi Sorotan

Sumsel | Senin, 03 Agustus 2026 | 22:41 WIB

Kreativitas Generasi Muda Indonesia Berbuah Manis, Ribuan Pelajar Sukses Bangun Bisnis

Kreativitas Generasi Muda Indonesia Berbuah Manis, Ribuan Pelajar Sukses Bangun Bisnis

Lifestyle | Senin, 03 Agustus 2026 | 22:30 WIB

Klasemen Piala AFF 2026 Usai Timnas Indonesia Digebuk Vietnam: Wajib Menang di Singapura

Klasemen Piala AFF 2026 Usai Timnas Indonesia Digebuk Vietnam: Wajib Menang di Singapura

Bola | Senin, 03 Agustus 2026 | 22:24 WIB

Mengapa Direktur Bus ALS Jadi Tersangka? Polisi Periksa 50 Saksi sebelum Naikkan Kasus ke Penyidikan

Mengapa Direktur Bus ALS Jadi Tersangka? Polisi Periksa 50 Saksi sebelum Naikkan Kasus ke Penyidikan

Sumsel | Senin, 03 Agustus 2026 | 22:16 WIB

Polda Metro Jaya Siap Ladeni 'Serangan' Praperadilan Keempat Roy Suryo

Polda Metro Jaya Siap Ladeni 'Serangan' Praperadilan Keempat Roy Suryo

News | Senin, 03 Agustus 2026 | 22:15 WIB

×