Kasus Suap Proyek Air Minum, KPK Periksa 2 Pegawai Kementerian PUPR

Bangun Santoso | Welly Hidayat
Kasus Suap Proyek Air Minum, KPK Periksa 2 Pegawai Kementerian PUPR
Juru Bicara KPK Febri Diansyah memberi keterangan pers di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (12/10). [Suara.com/Muhaimin A Untung]

Selain dua pegawai Kementerian PUPR, KPK juga memanggil dua orang dari pihak swasta

Suara.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dijadwalkan memeriksa PNS Kementerian PUPR bernama A. Ibrahim Nawawi dan Frederik S. Pabuna dalam kasus proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di Kementerian PUPR Tahun Anggaran 2017-2018.

Kedua PNS KemenPUPR itu diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Kepala Satuan Kerja SPAM Darurat, Teuku Moch Nazar.

"Mereka diperiksa dalam kapasitas saksi untuk tersangka TMN (Teuku Moch Nazar)," kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah, Rabu (6/2/2019).

Selain dua orang itu, KPK juga memeriksa Leonard Jusminarta Prasetyo selaku Komisaris PT. Minarta Dutahutama dan pihak swasta bernama Regina Reine Hendranata.

Keduanya rencana diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Kepala Satuan Kerja SPAM Strategis/Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) SPAM Lampung Anggiat Partunggal Nahot Simaremare.

Sebelumnya, KPK telah menetapkan 8 orang sebagai tersangka terkais suap dalam salah satu proyek di Kementerian PUPR . Mereka adalah Dirut PT Wijaya Kusuma Emindo (WKE) Budi Suharto, Direktur PT WKE Lily Sundarsih, Direktur PT Tashida Sejahtera Perkara (TSP) Irene Irma, dan Direktur PT TSP Yuliana Enganita Dibyo.

Kemudian, Kepala Satuan Kerja SPAM Strategis/Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) SPAM Lampung Anggiat Partunggal Nahot Simaremare, PPK SPAM Katulampa Meina Woro Kustinah, Kepala Satuan Kerja SPAM Darurat Teuku Moch Nazar, dan PPK SPAM Toba 1 Donny Sofyan Arifin.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS