Prabowo Ditolak Jumatan di Masjid Kauman, BPN Singgung Islam Beda Aliran

Pebriansyah Ariefana
Prabowo Ditolak Jumatan di Masjid Kauman, BPN Singgung Islam Beda Aliran
Prabowo Subianto menemui rombongan Persatuan Purnawirawan Indonesia Raya (PPIR) di kediamannya di kawasan Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Kamis (31/1/2019). (Foto: Tim Dokumentasi Prabowo)

Tim Calon Presiden dan Wakil Presiden Prabowo Subianto - Sandiaga Uno singgung peristiwa penolakan masuk masjid karena Islam beda aliran.

Suara.com - Prabowo dilarang salat Jumat di Masjid Kauman Semarang, Jawa Tengah, Jumat (15/2/2019) besok. Tim Calon Presiden dan Wakil Presiden Prabowo Subianto - Sandiaga Uno singgung peristiwa penolakan masuk masjid karena Islam beda aliran.

Direktur Materi dan Debat Badan Pemenangan Nasional atau BPN Prabowo - Sandiaga, Sudirman Said mengaku prihatin dengan adanya larangan Prabowo yang akan melaksanakan Salat Jumat di sebuah masjid di Kota Semarang.

"Saya prihatin dengan kejadian ini, mengingatkan pada masa kecil, saat itu saya mendengar orang salat dilarang tahun 60-an. Ada kelompok yang melarang musalanya dipakai karena beda aliran, ada kelompok yang menghalangi rombongan mau Salat Id di lapangan," kata Sudirman dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (14/2/2019).

Hal itu dikatakannya terkait kabar yang beredar bahwa Takmir Masjid Agung Semarang, Hanief Ismail membuat rilis untuk pers yang meminta agar Bawaslu melarang Prabowo Salat Jumat di Masjid Kauman, Semarang. Hanief menilai Salat Jumat itu mempunyai tujuan politis.

Menurut Sudirman, saat ini sudah era terbuka, antar umat saling toleran dan dalam era demokrasi, berbeda pilihan merupakan hal biasa saja. Namun, dia menilai jangan sampai perbedaan pilihan itu sampai membuat seseorang melarang seorang calon presiden masuk ke masjid untuk melaksanakan salat.

Dia menceritakan dirinya yang pernah ikut kontestasi Pilkada Jawa Tengah pada 2018, meyakini itu bukan sikap warga Semarang, bukan pula sikap umat Islam Semarang.

"Masjid Kauman punya sejarah panjang, pasti para pengurusnya memiliki kebijakan, keluasan pikiran, dan hati. Saya tidak percaya kalau mereka tega melarang-larang," ujarnya.

Sudirman menceritakan ketika Pilkada Jateng, dirinya dua kali Salat Jumat di Masjid Kauman, Semarang, ketika dirinya mau duduk di barisan tengah karena datang terlambat, pengurus masjid membawanya ke baris depan.

Setelah Salat Jumat menurut dia, dirinya diajak makan siang oleh seluruh pengurus masjid sehingga dirinya menduga ada pihak lain yang mempolitisasi Salat Jumat yang akan dilakukan Prabowo.

Komentar

Suara.Com

Suara.com adalah portal berita yang
menyajikan informasi terhangat, baik peristiwa politik, bisnis, hukum, entertainment...

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS