Disebut Jokowi di Debat Capres, Begini Wajah Kampung Nelayan Tambaklorok

Bangun Santoso

Selasa, 19 Februari 2019 | 11:29 WIB
Disebut Jokowi di Debat Capres, Begini Wajah Kampung Nelayan Tambaklorok
Kampung nelayan Tambaklorok, Semarang. (Suara.com/Adam Iyasa)

Suara.com - Kampung nelayan Tambaklorok, Kelurahan Tanjung Mas, Kota Semarang, Jawa Tengah sempat disebut oleh Capres Nomor Urut 01, Joko Widodo atau Jokowi dalam debat capres yang digelar di Holten Sultan, Jakarta pada Minggu (17/2/2109).

Jokowi menyebut, dia sempat berkunjung tengah malam hanya berdua sopir tanpa pengawalan, demi mendengar aspirasi serta keinginan warga pesisir dan nelayan setempat.

Pernyataan Jokowi itu menjawab paparan dari capres Prabowo Subianto yang menyoal banyaknya nelayan yang tak diperhatikan oleh pemerintah. Mulai dari akses permodalan, lingkungan, sampai fasilitas dalam jual beli produk perikanan nelayan.

Lantas, seperti apa wajah kampung nelayan Tambaklorok itu yang sempat disebut oleh Jokowi.

Kampung Tambaklorok berada di Kelurahan Tanjung Mas, Kecamatan Semarang Utara, warganya mayoritas sebagai nelayan kecil. Daerah ini juga dikenal dengan langganan banjir rob. Sehingga perkampungan ini selalu dalam keadaan becek dengan jalan berlumpur dan rusak.

Kendati demikian, pasar ikan di Tambaklorok selalu ramai, ada Tempat Pelelangan Ikan atau TPI serta pasar ikan tradisional yang menjual hasil tangkapan nelayan. Ada pelabuhan sandar, tapi hanya bisa digunakan oleh kapal kecil karena perairan dangkal.

Beberapa presiden berganti, kampung nelayan Tambaklorok seperti tak pernah tersentuh secara infrastruktur. Padahal, Tambaklorok selalu dijadikan tempat strategis dalam kampanye baik calon presiden, parpol, dan calon legislatif.

Hingga di era Jokowi, kampung nelayan Tambaklorok mulai berkembang sejajar dengan daerah lain di Semarang. Saat ini telah digagas sebuah kampung bahari dengan merevitalisasi Kampung Tambaklorok dari segi infrastruktur.

Jalan yang membelah kampung kini dibeton dengan lebar lima meter terdiri dari dua ruas, dibuat pula taman pada median jalan dengan aksesoris modern. Bahkan pasar ikan yang becek kini sudah diganti dengan gedung permanen. Proyek itu kini tengah dikerjakan.

baca juga

Kampung Tambaklorok akan menjelma menjadi kampung bahari yang ditujukan sebagai pusat perdagangan ikan para nelayan yang berlayar di Laut Jawa. Kapal-kapal besar akan bisa singgah untuk menjual ikan di TPI Tambaklorok. Selanjutnya akan didistribusikan ke seluruh Jawa Tengah dan daerah luar.

"Dari akses masuk dibuat patung ikan, sebagai penanda ini kampung nelayan. Jalan semua ditinggikan dan dicor," kata Mudakir selaku pengawas proyek, Senin (18/2/2019).

Menurut Mudakir, proyek yang dia kerjakan meliputi sarana MCK, taman sepanjang jalan dan pesisir laut. Serta membuat gardu pandang.

"Ini taman sepanjang pesisir, ada tempat duduk, berteduh, tempat sampah, bisa untuk santai menikmati suasana laut Tambaklorok," katanya.

Jalan itu, kata dia, dulu tak layak. Sekarang dibuat dengan berpaving dengan berhias lampu taman.

"Gardu pandang setinggi Tinggi 10 meter x 20 cm. Ada ruangan 2 x 30 meter, mampu dinaiki 15-20 orang. Gardu pandang juga sebagai gapura memasuki area publik kampung bahari ini," tuturnya.

Berkunjung Tengah Malam

Kampung nelayan Tambaklorok, Semarang. (Suara.com/Adam Iyasa)
Kampung nelayan Tambaklorok, Semarang. (Suara.com/Adam Iyasa)

Sholiha (56), salah satu warga Tambaklorok mengatakan, dia membenarkan jika Jokowi benar mendatangi kampungnya. Jokowi datang dengan tiba-tiba hanya satu mobil. Tak ada pengawalan khusus yang mencolok.

"Datang sekitar pukul 10 malam, karena jam nelayan melaut. Ya Pak Jokowi hanya ketemu warga dan nelayan yang tak melaut," ucapnya.

Sholiha mengaku, hanya Jokowi satu-satunya presiden Republik Indonesia yang mendatangi Tambaklorok. Presiden sebelum-sebelumnya tak pernah mendatangi atau memberikan program pembangunan.

"Saya dari lahir di Tambaklorok, hanya Pak Jokowi presiden yang datang ke sini, lainnya tak pernah," katanya.

Bahkan dia berterimakasih atas pembangunan infrastruktur di Tambaklorok. Kampungnya tak lagi becek. Jalannya halus dan ditata rapi.

"Meskipun rumah saya kena gusur untuk pembangunan pasar tapi saya dapat ganti untung. Warga lain juga yang kena pelebaran dapat ganti untung," tuturnya.

Beredar foto Jokowi di kampung nelayan tengah malam. (Istimewa)
Beredar foto Jokowi di kampung nelayan tengah malam. (Istimewa)

Dia mengaku, ada sekitar 30 rumah warga yang kena gusur. Sholiha tetap memilih tinggal di Tambaklorok dengan membeli tanah disekitarnya. Warga lainnya ada yang pindah.

"Alhamdulilah dapat ganti untung, malah bisa buat rumah baru, rumah lama itu reyot, bisa dikatakan tiang rumah kalau kesenggol kucing pun roboh," ucapnya bersyukur.

Dari uang ganti untung itu, dia bersama warga lainnya juga bisa menabung atau dibelikan barang kebutuhan rumah tangga lainnya.

"Ada sisa 10 jutaan, buat modal jualan karena suami saya sudah 7 tahun tak melaut. Lainnya ada yang beli motor atau sekolahkan anak," katanya yang setiap hari berjualan di TPI Tambaklorok.

Sementara itu, Ketua RT 10/ RW 14 Tambaklorok, Kelurahan Tanjung Mas, Amani Edi Santoso mengaku sangat senang nama desanya disebut Jokowi dalam debat capres semalam. Dia juga berharap proyek kampung bahari segera rampung.

"Tinggal dikontrol saja dalam pembangunannya, karena kampung desa sudah jadi bagus. Tapi kadang di pinggir kanal dermaga dekat ruang terbuka hijau, masih buat jemur ikan-ikan, dan kerap tidak dibersihkan hanya ditinggal begitu saja jadi kumuh," katanya, Senin (18/2/2019).

Adanya kampung bahari baginya dan warga sangat bermanfaat. Selain itu juga mengurangi kekumuhan di area tersebut.

"Dulu sebelum ada proyek Kampung Bahari kalau air pasang rob disini kumuh sekali, sekarang sudah tidak lagi. Tapi memang ada beberapa lahan yang belum selesai karena tidak sepakat dengan harga ganti untung," kata dia.

Kontributor : Adam Iyasa

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

CEK FAKTA: Foto Jokowi di Kampung Nelayan Tengah Malam Tanpa Pengawalan

CEK FAKTA: Foto Jokowi di Kampung Nelayan Tengah Malam Tanpa Pengawalan

News | Selasa, 19 Februari 2019 | 11:10 WIB

Debat Capres, 2 Kandidat Sepakat Tingkatkan Kedaulatan Pangan

Debat Capres, 2 Kandidat Sepakat Tingkatkan Kedaulatan Pangan

News | Selasa, 19 Februari 2019 | 10:48 WIB

Eksperimen Sosial #PakJokowiSayaMauBilang nan Mengoyak Emosi

Eksperimen Sosial #PakJokowiSayaMauBilang nan Mengoyak Emosi

Tekno | Selasa, 19 Februari 2019 | 10:38 WIB

Komnas HAM Bedah Visi Misi Jokowi - Maruf Amin Hari Ini

Komnas HAM Bedah Visi Misi Jokowi - Maruf Amin Hari Ini

News | Selasa, 19 Februari 2019 | 10:37 WIB

Greenpeace: Lahan Prabowo Cerminkan Ketimpangan, Klaim Jokowi Berlebihan

Greenpeace: Lahan Prabowo Cerminkan Ketimpangan, Klaim Jokowi Berlebihan

News | Selasa, 19 Februari 2019 | 05:05 WIB

Terkini

Gaji Bukan Hambatan, Pep Guardiola Berpeluang Tangani Timnas Italia

Gaji Bukan Hambatan, Pep Guardiola Berpeluang Tangani Timnas Italia

Bola | Senin, 20 Juli 2026 | 21:37 WIB

Pakar Jelaskan Soal BPA pada Galon Guna Ulang, Benarkah Berbahaya?

Pakar Jelaskan Soal BPA pada Galon Guna Ulang, Benarkah Berbahaya?

Health | Senin, 20 Juli 2026 | 21:27 WIB

Green Label Jadi Tren Baru Bangunan, Material Ramah Lingkungan Semakin Diminati

Green Label Jadi Tren Baru Bangunan, Material Ramah Lingkungan Semakin Diminati

Lifestyle | Senin, 20 Juli 2026 | 21:16 WIB

Mendagri Tito Heran Banyak Kepala Daerah Kena OTT, Padahal Sudah Ikut Retret

Mendagri Tito Heran Banyak Kepala Daerah Kena OTT, Padahal Sudah Ikut Retret

News | Senin, 20 Juli 2026 | 21:15 WIB

Kriminolog: TPPU Pintu Masuk untuk Kasus Eks Jampidsus

Kriminolog: TPPU Pintu Masuk untuk Kasus Eks Jampidsus

News | Senin, 20 Juli 2026 | 21:13 WIB

3 Hal Seru di Film Sihir Tanah Kubur: Kiesha Alvaro Rapal Mantra hingga Perubahan Shareefa Daanish

3 Hal Seru di Film Sihir Tanah Kubur: Kiesha Alvaro Rapal Mantra hingga Perubahan Shareefa Daanish

Entertainment | Senin, 20 Juli 2026 | 21:11 WIB

Buenos Aires Rusuh! Argentina Kalah di Final Piala Dunia 2026, Suporter Ngamuk, 2 Orang Tewas

Buenos Aires Rusuh! Argentina Kalah di Final Piala Dunia 2026, Suporter Ngamuk, 2 Orang Tewas

News | Senin, 20 Juli 2026 | 21:07 WIB

Usulan CCTV Berbasis AI, Solusi Pantau Juru Parkir Bandel Jakarta

Usulan CCTV Berbasis AI, Solusi Pantau Juru Parkir Bandel Jakarta

News | Senin, 20 Juli 2026 | 21:07 WIB

Berkas Perkara Rampung, Polda Jabar Segera Serahkan Taufik Hidayat ke Kejaksaan

Berkas Perkara Rampung, Polda Jabar Segera Serahkan Taufik Hidayat ke Kejaksaan

Jabar | Senin, 20 Juli 2026 | 21:03 WIB

Buntut Aksi 'Bogor Bersih LGBT', Pemerintah Warning Kelompok Pemuda yang Main Hakim Sendiri

Buntut Aksi 'Bogor Bersih LGBT', Pemerintah Warning Kelompok Pemuda yang Main Hakim Sendiri

Bogor | Senin, 20 Juli 2026 | 20:55 WIB

×