Hidup Serba Sulit, Warga Merapi Minta Status Rawan Bencana Dicabut

Pebriansyah Ariefana

Selasa, 26 Februari 2019 | 14:58 WIB
Hidup Serba Sulit, Warga Merapi Minta Status Rawan Bencana Dicabut
Gunung Merapi. (Suara.com/Sri Handayani)

Suara.com - Warga di kawasan rawan bencana Merapi di Kampung Kali Tengah Lor, Glagahsari, Cangkringan, Sleman, Yogyakarta mengeluhkan status kawasan rawan bencana di sana. Status kawasan rawan bencana di Kali Tengah Lor membuat warga hidup serba kesulitan.

Kampung Kali Tengah Lor hanya terletak empat kilometer dari Puncak Merapi. Dari rumah-rumah warga, rekahan Gunung Merapi terlihat jelas. Kampung itu masuk dalam area Kawasan Rawan Bencana (KRB) 1.

Meski sudah wajib dikosongkan, sebagian warga memilih untuk bertahan. Ketua RW 20 Kampung Kali Tengah Lor, Glagahsari, Cangkringan, Sleman, mengatakan masih ada sekitar 170 kepala keluarga di wilayahnya.

"Ada empat RT dan dua RW," ujar Sukami kepada Suara.com, Selasa (26/2).

Menurut Sukami, keinginan untuk bertahan murni muncul dari para warga. Alasan ekonomi menjadi yang utama. Para warga umumnya mengolah lahan pertanian di sekitar rumah mereka. Jarak hunian tetap yang cukup jauh sangat menyulitkan, terutama bagi warga yang tidak memiliki kendaraan.

"Warga nggak semua punya kendaraan. Dari atas mau ke bawah atau dari bawah ke atas juga, jadi kendala. Ongkos juga butuh biaya," ujar Sukami.

Kondisi ini dilematis bagi warga. Mereka berharap agar status Kawasan Rawan Bencana (KRB) yang telah ditetapkan bertahun-tahun dicabut. Dengan adanya status tersebut mereka tak bisa mengajukan beberapa bantuan seperti halnya kampung lain, terutama pembangunan dan perbaikan jalan.

"Kalau KRB kan seolah-olah bencana itu munthel di sini. Sudah hampir sembilan tahun, KRB belum dicabut. Itu mengganggu. Kami minta disamakan dengan warga-warga lain. Kalau belum dicabut, fasilitas yang lain masih berhenti," kata dia.

Pengakuan serupa juga disampaikan warga Srunen, Yuni. Kampungnya masuk dalam KRB III atau radius lima kilometer. Menurut Yuni, tetap ingin tinggal di Srunen karena rumahnya masih berdiri tegak. Selain itu, mereka umumnya memiliki lahan pertanian yang cukup luas di sekitar tempat tinggalnya.

baca juga

"Kalau tinggal di huntap itu kan beda toh, Mbak. Ukurannya cuma berapa. Tetap lebih nyaman di sini," kata dia.

Yuni bersyukur meski harta bendanya rusak saat letusan Gunung Merapi pada 2010, rumahnya masih berdiri kokoh. Tujuh ekor sapinya yang tewas juga diganti oleh pemerintah. Ketika itu, ia harus mengungsi ke Kelurahan Maguwoharjo yang letaknya sekitar 25 kilometer dari puncak.

"Saya dulu nggak takut sama gunung. Takutnya gempa. Kalau gempa kan lagi tidur tahu-tahu bisa roboh (rumahnya). Ternyata gunung meletus bisa seperti itu. Itu yang paling besar," kata dia.

Sejak itu, para warga mulai dibekali berbagai penyuluhan tanggap bencana. Ia pun mulai menyiapkan dokumen-dokumen penting agar dapat diselamatkan sewaktu-waktu bencana terjadi.

"Kalau hewan ya udah. Ditinggal aja enggak papa," kata dia.

Kontributor : Sri Handayani

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Andalkan WhatsApp, Warga Cangkringan Siap Mengungsi Jika Merapi Bergolak

Andalkan WhatsApp, Warga Cangkringan Siap Mengungsi Jika Merapi Bergolak

News | Selasa, 26 Februari 2019 | 13:56 WIB

Merapi Luncurkan Awan Panas Hingga Sejauh 1 Km Lebih

Merapi Luncurkan Awan Panas Hingga Sejauh 1 Km Lebih

News | Senin, 25 Februari 2019 | 16:56 WIB

Lansia Asal Inggris Tak Bayar Homestay dan Jadi Gelandangan di Yogyakarta

Lansia Asal Inggris Tak Bayar Homestay dan Jadi Gelandangan di Yogyakarta

News | Minggu, 24 Februari 2019 | 09:06 WIB

Sabtu Pagi, Gunung Merapi Alami 6 Kali Gempa Guguran

Sabtu Pagi, Gunung Merapi Alami 6 Kali Gempa Guguran

News | Sabtu, 23 Februari 2019 | 10:47 WIB

5 Foto Liburan Ersa Aurelia di Yogyakarta, Senyumnya Bikin Meleleh

5 Foto Liburan Ersa Aurelia di Yogyakarta, Senyumnya Bikin Meleleh

Lifestyle | Kamis, 21 Februari 2019 | 15:35 WIB

Terkini

Nadiem Makarim Tantang Audit BPKP di Sidang Banding, Minta Hakim Periksa Ulang Bukti

Nadiem Makarim Tantang Audit BPKP di Sidang Banding, Minta Hakim Periksa Ulang Bukti

News | Selasa, 04 Agustus 2026 | 00:45 WIB

Prabowo dan PM Thailand Sepakati Kemitraan Strategis Baru, Fokus Pangan hingga Energi

Prabowo dan PM Thailand Sepakati Kemitraan Strategis Baru, Fokus Pangan hingga Energi

News | Selasa, 04 Agustus 2026 | 00:21 WIB

Jangan Korbankan Nyawa Demi Target! BGN Didesak Usut Tuntas Keracunan Massal MBG di Semarang

Jangan Korbankan Nyawa Demi Target! BGN Didesak Usut Tuntas Keracunan Massal MBG di Semarang

News | Selasa, 04 Agustus 2026 | 00:09 WIB

Trauma Kolektif: Pagar Tinggi Mal Ingatkan Warga pada Kerusuhan Agustus

Trauma Kolektif: Pagar Tinggi Mal Ingatkan Warga pada Kerusuhan Agustus

News | Senin, 03 Agustus 2026 | 23:53 WIB

Kasus Bayi Dijual Rp20 Juta Belum Tuntas, Polisi Didesak Usut Sosok Pemberi Uang

Kasus Bayi Dijual Rp20 Juta Belum Tuntas, Polisi Didesak Usut Sosok Pemberi Uang

Sumsel | Senin, 03 Agustus 2026 | 23:28 WIB

Dipukul Balok Kayu, Wanita di Palembang Gagalkan Aksi Begal hingga Pelaku Ditangkap

Dipukul Balok Kayu, Wanita di Palembang Gagalkan Aksi Begal hingga Pelaku Ditangkap

Sumsel | Senin, 03 Agustus 2026 | 23:05 WIB

Dua Kata Tijjani Reijnders Usai Timnas Indonesia Dibantai Vietnam 0-3

Dua Kata Tijjani Reijnders Usai Timnas Indonesia Dibantai Vietnam 0-3

Bola | Senin, 03 Agustus 2026 | 23:00 WIB

Ingin Rumah Terasa Lebih Elegan? Tren Interior Kini Mengandalkan Permainan Cahaya dari Keramik

Ingin Rumah Terasa Lebih Elegan? Tren Interior Kini Mengandalkan Permainan Cahaya dari Keramik

Lifestyle | Senin, 03 Agustus 2026 | 22:46 WIB

Haykal Ungkap Hal yang Bikin Tak Nyaman di Palembang, Pengemis hingga Sungai Jadi Sorotan

Haykal Ungkap Hal yang Bikin Tak Nyaman di Palembang, Pengemis hingga Sungai Jadi Sorotan

Sumsel | Senin, 03 Agustus 2026 | 22:41 WIB

Kreativitas Generasi Muda Indonesia Berbuah Manis, Ribuan Pelajar Sukses Bangun Bisnis

Kreativitas Generasi Muda Indonesia Berbuah Manis, Ribuan Pelajar Sukses Bangun Bisnis

Lifestyle | Senin, 03 Agustus 2026 | 22:30 WIB

×