Wiranto Tantang Prabowo Sumpah Pocong, BPN: Ngeri Amat, Panik Atau Stres?

Agung Sandy Lesmana, Ria Rizki Nirmala Sari

Selasa, 26 Februari 2019 | 17:59 WIB
Wiranto Tantang Prabowo Sumpah Pocong, BPN: Ngeri Amat, Panik Atau Stres?
Jubir Prabowo Subianto, Ferry Juliantono. (Suara.com/Ria Rizki)

Suara.com - Juru Debat Badan Pemenangan Nasional (BPN), Ferry Juliantono mengaku terkejut saat mendengar Menko Polhukam Wiranto menantang Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto lewat sumpah pocong. Ferry menilai Wiranto stress karena harus menempuh jalur sumpah pocong demi mengungkap dalang di balik kerusuhan Mei 1998.

Ferry tak menyangka kalau sekelas Wiranto bisa mengajak Prabowo untuk melakukan sumpah pocong. Menurutnya, keputusan Wiranto itu merupakan dampak dari kepanikan kubu Jokowi - Maruf Amin di Pilpres 2019.

"Ngeri amat. Stres kali Pak Jokowi nih, takut sudah panik apa stres nih? Ngomongnya sudah aneh-aneh sebagai capres, kok pakai sumpah pocong," kata Ferry di Prabowo - Sandiaga Media Center, Jalan Sriwijaya I, Jakarta Selatan, Selasa (26/2/2019).

Ferry kemudian menekankan bahwa pada saat kerusuhan yang terjadi pada 1998, Wiranto bertugas menjadi Panglima ABRI (Pangab) berpangkat jenderal dan Prabowo saat itu menjadi Prabowo menjabat Pangkostrad dengan pangkat Letjen. Seharusnya menurut Ferry, Wiranto lah yang paling bertanggung jawab atas kasus penculikan aktivis pada saat itu.

"Menurut saya Pak Wiranto sebagai Panglima TNI waktu itu harusnya yang paling bertanggung jawab, orang awam juga akan mengatakan seperti itu, tapi kalau sumpah pocong, Wirantonya stress apa gimana?," ujarnya.

Namun, Ferry enggan membicarakan hal tersebut lebih jauh. Pasalnya, Ferry menegaskan kalau BPN lebih berkonsentrasi menghadapi debat ketiga Pilpres yang akan berlangsung pada Maret mendatang.

"Kita lagi mau konsentrasi untuk debat yang ketiga nih , lebih baik TKN konsentrasi untuk debat ketiga dari pada aneh-aneh ngomongnya," pungkasnya.

Untuk diketahui, Wiranto sempat menantang mau melakukan sumpah pocong untuk membuktikan dirinya bukan merupakan dalang kerusuhan Mei 1998. Pernyataan ini menyusul tudingan mantan Kepala Staf Kostrad Kivlan Zein yang menyebut Wiranto dalang kerusuhan Mei 1998.

"Oleh karena itu saya berani sumpah pocong saja," ujar Wiranto dalam jumpa pers di Kantor Presiden, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (26/2/2019).

Wiranto kemudian menantang Kivlan Zen dan mantan Danjen Kopassus yang juga Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto untuk melakukan sumpah pocong. Tantangan Sumpah pocong bertujuan agar duduk permasalahannya jelas siapa dalang kerusuhan 1998.

"1998 itu yang menjadi bagian dari kerusuhan itu saya, Prabowo, Kivlan Zein. Sumpah pocong kita, siapa yang sebenarnya dalang kerusuhan itu, biar jelas masalahnya, jangan asal menuduh saja," ucap Wiranto.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Geram Dituduh Pakai Lahan Prabowo, Eks Kombatan GAM Polisikan Sandiaga Uno

Geram Dituduh Pakai Lahan Prabowo, Eks Kombatan GAM Polisikan Sandiaga Uno

News | Selasa, 26 Februari 2019 | 17:50 WIB

Ke Ponpes Sumenep Naik Helikopter, Prabowo Ungkit Kesalahan Elit Bangsa

Ke Ponpes Sumenep Naik Helikopter, Prabowo Ungkit Kesalahan Elit Bangsa

News | Selasa, 26 Februari 2019 | 17:39 WIB

Pengamat: Jokowi Tak Salah Singgung Lahan Milik Prabowo di Debat Pilpres

Pengamat: Jokowi Tak Salah Singgung Lahan Milik Prabowo di Debat Pilpres

News | Kamis, 21 Februari 2019 | 18:38 WIB

Gerindra Bantah Jokowi Pernah Bekerja di Perusahaan Milik Prabowo

Gerindra Bantah Jokowi Pernah Bekerja di Perusahaan Milik Prabowo

News | Rabu, 20 Februari 2019 | 17:35 WIB

Pemilih Muslim hingga Emak-emak Lebih Suka PDIP ketimbang Gerindra

Pemilih Muslim hingga Emak-emak Lebih Suka PDIP ketimbang Gerindra

News | Rabu, 20 Februari 2019 | 16:52 WIB

Terkini

BMPAN Soroti Dugaan Keterlibatan PDIP dalam Aksi Mahasiswa, Stabilitas Politik Pemerintahan Prabowo

BMPAN Soroti Dugaan Keterlibatan PDIP dalam Aksi Mahasiswa, Stabilitas Politik Pemerintahan Prabowo

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 17:28 WIB

Ritual Buka Aura Jadi Kedok! Penipu di Kalideres Gasak Emas Rp33 Juta dari Lansia 67 Tahun

Ritual Buka Aura Jadi Kedok! Penipu di Kalideres Gasak Emas Rp33 Juta dari Lansia 67 Tahun

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 17:27 WIB

Klaim Rupiah Menguat dan MBG Sudah Dievaluasi, BMPAN: Tuntutan Mahasiswa Sudah Direspons

Klaim Rupiah Menguat dan MBG Sudah Dievaluasi, BMPAN: Tuntutan Mahasiswa Sudah Direspons

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 17:07 WIB

Ditanya Soal Aliran Uang ke Eks Menag Yaqut, Dirut Maktour: Saya Tak Berani...

Ditanya Soal Aliran Uang ke Eks Menag Yaqut, Dirut Maktour: Saya Tak Berani...

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 17:00 WIB

Curhat Korban Hanania Travel di DPR: Banyak Orang Tua Jatuh Sakit karena Gagal Berangkat Umrah

Curhat Korban Hanania Travel di DPR: Banyak Orang Tua Jatuh Sakit karena Gagal Berangkat Umrah

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 16:52 WIB

Heboh Kereta Kuda Turis Central Park New York Mengamuk, Turis India Tewas Mengenaskan

Heboh Kereta Kuda Turis Central Park New York Mengamuk, Turis India Tewas Mengenaskan

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 16:32 WIB

Dua Kubu Massa Berhadapan di Patung Kuda, Saling Adu Argumen soal Program MBG

Dua Kubu Massa Berhadapan di Patung Kuda, Saling Adu Argumen soal Program MBG

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 16:21 WIB

Korban Travel Haji Hanania Group Diperkirakan Tembus 3.000 Orang, Kerugian Capai Rp 95 Miliar

Korban Travel Haji Hanania Group Diperkirakan Tembus 3.000 Orang, Kerugian Capai Rp 95 Miliar

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 16:13 WIB

Diperiksa KPK 7 Jam! Bos Maktour Fuad Hasan Cuma Ketawa Ditanya Soal Illegal Gain Rp27,8 M

Diperiksa KPK 7 Jam! Bos Maktour Fuad Hasan Cuma Ketawa Ditanya Soal Illegal Gain Rp27,8 M

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 15:56 WIB

Bos Maktour Bantah Ada Transaksi untuk Dapat Kuota Haji Tambahan

Bos Maktour Bantah Ada Transaksi untuk Dapat Kuota Haji Tambahan

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 15:46 WIB