Jokowi Minta Siswa SMA Berani Luruskan Berita Hoaks di Medsos

Senin, 04 Maret 2019 | 12:26 WIB
Jokowi Minta Siswa SMA Berani Luruskan Berita Hoaks di Medsos
Jokowi saat memberikan pengarahan kepada siswa SMA Taruna Nusantara Tahun 2019. (Suara.com/Ummi Saleh)

Suara.com - Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengimbau kepada siswa dan siswi SMA untuk berani meluruskan berbagai berita bohong atau hoaks yang ada di media sosial. Ini disampaikan Jokowi saat memberikan pengarahan kepada siswa SMA Taruna Nusantara Tahun 2019.

"Saya minta anak-anakku semuanya para siswa harus berani meluruskan, berani merespon kalau ada kabar fitnah, kabar bohong, hoaks yang bertebaran di media sosial. Yang benar katakan benar, salah katakan salah. Jangan dibalik-balik, yang benar dikatakan salah, yang salah dikatakan benar," ujar Jokowi dalam sambutannya di hadapan 366 siswa SMA Taruna Nusantara, Senin (4/3/2019).

Jokowi menuturkan, Indonesia dianugrahi keragaman baik suku, adat, budaya, tradisi, bahasa daerah. Karena itu, ia mengingatkan kepada siswa SMA Taruna Nusantara agar perbedaan yang dimiliki bangsa Indonesia tidak membuat masyarakat terpecah belah.

"Ini harus kita sadari Indonesia sebagai negara besar yang beragam dan sudah menjadi anugerah dari Tuhan dari Allah atas perbedaan itu. Sudah jadi hukum Allah sunatullah kita ini berbeda-beda," ucap Jokowi.

Jokowi menyebut biasanya gesekan dimulai dari perbedaan politik setiap pemilu. Ia pun kembali mengingatkan kepada siswa SMA Taruna Nusantara agar aset bangsa Indonesia yakni persatuan, kerukunan dan persaudaran tidak terpecah lantaran perbedaan politik yang terjadi setiap lima tahun.

"Jangan sampai krena perbedaan ini kita menjadi tidak seperti saudara sebangsa setanah air dan Ini biasanya dimulai gara-gara urusan politik. baik pil bupati, pilihan wali kota, pilhan gubernur, pilpres, Kita sering diaduk-diaduk karena ini. Padahal pemilu itu setiap lima tahun ada pesta demokrasi ada bangsa kita Indonesia," ujarnya lagi.

Menurut dia, rugi jika anak bangsa terpecah belah karena urusan politik. Ia berharap masyarakat menggunakan kedewasaan dan kematangan politik untuk memilih pemimipin di Pemilu mendatang.

"Sebagai anak bangsa sangat rugi besar kita gara-gara urusan politik antar teman nggak saling omong, gara-gara urusan pilihan bupati, wali kota gubernur atau presiden. Jangan, jangan, harus dipakai kedewasaan dan kematangan politik kita gimana memilih seorang pemimpin baik di daerah provinsi maupun tingkat nasional," tandasnya.

Baca Juga: Kronologi TNI dan Polisi Kontak Tembak dengan Kelompok Ali Kalora di Poso

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Ekstrovert, Introvert, Ambivert, atau Otrovert?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Cocok Kamu Jadi Orang Kaya? Tebak Logo Merek Branded Ini
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: iPhone Seri Berapa yang Layak Dibeli Sesuai Gajimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Kamu Gabung Kabinet, Cocoknya Jadi Menteri Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Masuk ke Dunia Disney Tanpa Google, Bisakah Selamat?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI