Pernah Akui Rp 11.000 Triliun di Luar Negeri, Fahri Sebut Jokowi Blunder

Bangun Santoso, Ria Rizki Nirmala Sari

Senin, 04 Maret 2019 | 11:22 WIB
Pernah Akui Rp 11.000 Triliun di Luar Negeri, Fahri Sebut Jokowi Blunder
Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah. (Suara.com/Ria Rizki)

Suara.com - Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah mengatakan, Presiden Joko Widodo atau Jokowi kembali melakukan blunder. Sebab, data uang WNI sebesar Rp 11.000 triliun di luar negeri yang disampaikan Capres Prabowo Subianto ternyata pernah disampaikan Jokowi pada 2016 lalu.

Beberapa waktu lalu, Prabowo sering menyampaikan adanya kebocoran negara. Awalnya Jokowi meminta kepada Prabowo untuk membuktikan soal adanya uang WNI yang disimpan di luar negeri tersebut.

Sejumlah tim suksesnya di Pilpres 2019 banyak yang membantah dengan ucapan Prabowo. Namun, berdasarkan situs setneg.go.id, Jokowi sempat membicarakan hal serupa pada 2016 silam.

"Kasihan pak Jokowi ini karena kayaknya orang-orang disekitarnya enggak membrief dia komprehensif, sementara pak prabowo itu dia agak mendalam itu soal itu, karena dia sudah tulis bukunya dan sebagainya," kata Fahri di Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen, Senin (4/3/2019).

Fahri kemudian memaparkan pemikiran Prabowo soal adanya kebocoran negara. Menurutnya kebocoran negara itu tidak hanya bersalah dari uang yang lari ke luar negeri. Akan tetapi juga sumber daya alam yang juga diboyong ke luar negeri.

Di satu sisi, pemerintah gagal mengumpulkan dana dari pengampunan pajak atau tax amnesty. Sehingga tidak mampu menutupi kebocoran yang terjadi.

"Itu yang harus kita baca sebagai persoalan ekonomi yang betul-betul harus ditetapkan kebijakannya supaya dia betul-betul kembali," ujarnya.

Sebab itu, Fahri kemudian menilai kalau Jokowi blunder karena yang dilakukan oleh anak buahnya. Sejumlah anggota tim suksesnya banyak yang menyangkal ucapan Prabowo kalau ada dana WNI senilai Rp 11.000 triliun ada di luar negeri.

"Pasti blunder. Pasti kelas menengah mengetahui apa yang terjadi kemudian. Saya kira itu merugikan, berkali kali pak Jokowi dibikin rugi oleh briefing yang salah dari anak buahnya," pungkasnya.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mensos : Tagana Masuk Sekolah Siap Jadi Gerakan Nasional

Mensos : Tagana Masuk Sekolah Siap Jadi Gerakan Nasional

News | Senin, 04 Maret 2019 | 09:57 WIB

Presiden Ajak Masyarakat Indonesia Budayakan Pemakaian Sarung

Presiden Ajak Masyarakat Indonesia Budayakan Pemakaian Sarung

Lifestyle | Senin, 04 Maret 2019 | 09:00 WIB

Jokowi Ungkap Cerita yang Jadi Inspirasi di Balik Kartu Saktinya

Jokowi Ungkap Cerita yang Jadi Inspirasi di Balik Kartu Saktinya

News | Senin, 04 Maret 2019 | 03:35 WIB

Prabowo Diam-diam Ungkap Peristiwa Mei 1998 ke Amien Rais

Prabowo Diam-diam Ungkap Peristiwa Mei 1998 ke Amien Rais

News | Minggu, 03 Maret 2019 | 19:18 WIB

Prabowo Akan Tulis Buku tentang Peristiwa Mei 1998

Prabowo Akan Tulis Buku tentang Peristiwa Mei 1998

News | Minggu, 03 Maret 2019 | 18:59 WIB

Terkini

Jalur Baru Kelok 23 Bantul Mulai Diuji Coba

Jalur Baru Kelok 23 Bantul Mulai Diuji Coba

Foto | Selasa, 15 September 2026 | 10:00 WIB

Volume Transaksi Naik, Bursa Kripto CFX Perkuat Pasar Aset Digital Indonesia

Volume Transaksi Naik, Bursa Kripto CFX Perkuat Pasar Aset Digital Indonesia

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 09:59 WIB

Menakar Pencopotan Purbaya: Sarat Kalkulasi Politik 2029 dan Beban Fiskal

Menakar Pencopotan Purbaya: Sarat Kalkulasi Politik 2029 dan Beban Fiskal

News | Selasa, 15 September 2026 | 09:58 WIB

Segera Antre, Harga Emas Antam Anjlok Jadi Rp2.592.000/Gram

Segera Antre, Harga Emas Antam Anjlok Jadi Rp2.592.000/Gram

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 09:56 WIB

Rupiah Menguat Tipis Imbas Menkeu Baru Suahasil Nazara Gantikan Purbaya Yudhi Sadewa

Rupiah Menguat Tipis Imbas Menkeu Baru Suahasil Nazara Gantikan Purbaya Yudhi Sadewa

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 09:52 WIB

Zero Odol Masih Jauh Tercapai, 72 Ribu Truk Obesitas Masih Beroperasi di Jalan

Zero Odol Masih Jauh Tercapai, 72 Ribu Truk Obesitas Masih Beroperasi di Jalan

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 09:51 WIB

Buka Layanan SPKLU Kini Bisa Jadi Bisnis yang Cuan

Buka Layanan SPKLU Kini Bisa Jadi Bisnis yang Cuan

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 09:46 WIB

Berapa Gaji Suahasil Nazara sebagai Menkeu? Intip Kekayaannya versi LHKPN

Berapa Gaji Suahasil Nazara sebagai Menkeu? Intip Kekayaannya versi LHKPN

News | Selasa, 15 September 2026 | 09:45 WIB

Perkuat Literasi Kripto Nasional, Bursa Kripto CFX Gandeng Berbagai Pihak

Perkuat Literasi Kripto Nasional, Bursa Kripto CFX Gandeng Berbagai Pihak

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 09:42 WIB

Pengakuan Wanita Muda Indonesia Bekerja di Tempat Judi Malaysia Dibayar Rp7 Juta

Pengakuan Wanita Muda Indonesia Bekerja di Tempat Judi Malaysia Dibayar Rp7 Juta

News | Selasa, 15 September 2026 | 09:40 WIB

×