Cekcok hingga Tebas Jari, Septer Tewas Usai Ditembak Polisi

Agung Sandy Lesmana

Senin, 04 Maret 2019 | 18:40 WIB
Cekcok hingga Tebas Jari, Septer Tewas Usai Ditembak Polisi
Ilustrasi kasus penembakan. ( Shutterstock )

Suara.com - Polisi menangkap AN (46), pelaku yang diduga melakukan penembakan terhadap pemuda bernama Septer Dowansiba (25) hingga tewas. Pelaku penembakan yang merupakan anggota polisi itu sempat ditebas jari AN dengan menggunakan sebilah parang.

Diduga, keributan itu berawal saat keduanya terlibat cekcok mulut saat berpapasan di Jalan Reremi Permai, jalur II Distrik Manokwari Barat, Kabupaten Manokwari, Papua. Sabtu (2/3/2019) malam.

Komandan Satuan (Dansat) Brimob Polda Papua Barat, Kombes Pol Godhelp Mansnembra menuturkan dalam aksi adu mulut ini, korban mengayunkan parang yang sedang dipegangnya dan tebasan parang mengenai telapak tangan kiri AN.

Lantaran nyawanya merasa terancam, kata Godhelp, AN langsung mengeluarkan tembakan peringatan pertama, namun tak digubris oleh korban. Saat itu juga, polisi tersebut menembak Septer dengan jarak dekat.

“AN mengeluarkan tembakan karena terdesak. Posisi korban dan pelaku berdekatan. Hasil pemeriksaan di badan korban menunjukan ada residu (percikan) mesiu,” kata Godhelp seperti dikutip Kabarpapua.com--jaringan Suara.com, Senin (4/3/2019).

Godhelp melanjutkan, sesaaat setelah penembakan, AN melaporkan kejadian ini ke Polsek Kota Manokwari dan AN minta pertolongan untuk dibawa ke rumah sakit.

"AN sempat lemas dan mendapat transfusi darah di Rumah Sakit Angkatan Laut. Tangan kiri AN terkena sabetan parang dua kali dari korban. Jarinya pun hampir putus. Setelah ditangani dokter, AN langsung diperiksa di Polda Papua Barat,” ujar Godhelp.

Sementara itu, Kapolres Manokwari, AKBP Adam Erwindi menambahkan dalam keterangan saksi yang telah dilakukan polisi, sebelum korban melakukan aksinya, korban bersama seorang rekannya mengkonsumsi minuman keras di Pasar Tingkat Sanggeng. Hal ini diperkuat dengan temuan kandungan alkohol di dalam tubuh korban.

“Korban juga sempat makan di sebuah warung dekat SMA Negeri 1 Manokwari. Setelah itu keduanya menuju ke lokasi kejadian dan berpapasan dengan pelaku, hingga terjadi adu mulut dan penembakan,” jelasnya.

baca juga

Menurutnya,  saat ini polisi kembali melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk mencari bukti lain yang bisa ditemukan. “Sebelumnya kami menemukan dua proyektil dan parang, serta sendal yang sudah diamankan,” ujarnya.

Kemarin, keluarga korban sempat mengarak jasad Septer ke Polres Manokwari. Keluarga meminta penyelesaian penembakan ini dibayar dengan ganti rugi nyawa dan denda adat Rp200 miliar.

Keluarga bahkan sempat bersitegang dengan Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan yang juga sebagai Kepala suku besar Arfak. Namun aksi tersebut akhirnya bisa dilerai. Saat itu, Dominggus lalu meminta keluarga untuk membawa jasad Septer ke rumah duka agar bisa dimakamkan.

Sumber: Kabarpapua.com

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Lisa Duwiry, Modal Kuota Internet Bisa Berjuang untuk Papua

Lisa Duwiry, Modal Kuota Internet Bisa Berjuang untuk Papua

Lifestyle | Senin, 04 Maret 2019 | 07:27 WIB

Bukannya Layani Pasien, Mobil Ambulans di Papua Dijadikan Angkutan Umum

Bukannya Layani Pasien, Mobil Ambulans di Papua Dijadikan Angkutan Umum

News | Minggu, 03 Maret 2019 | 08:53 WIB

Bandara Baru Mozes Kilangin Timika Papua Belum Dipasangi Listrik

Bandara Baru Mozes Kilangin Timika Papua Belum Dipasangi Listrik

Bisnis | Jum'at, 01 Maret 2019 | 11:02 WIB

Pendidikan di Papua Tertinggal, Ini yang Dilakukan Anak Muda Di Sana

Pendidikan di Papua Tertinggal, Ini yang Dilakukan Anak Muda Di Sana

Lifestyle | Kamis, 28 Februari 2019 | 19:36 WIB

NAM Air Tak Lagi Terbang di Langit Wamena Papua Mulai 27 Februari

NAM Air Tak Lagi Terbang di Langit Wamena Papua Mulai 27 Februari

Bisnis | Senin, 25 Februari 2019 | 06:26 WIB

Terkini

Dekan FEB Unair: Ekonomi Kuartal III-2026 Tumbuh 5,3 Persen, Investasi dan Manufaktur Menguat

Dekan FEB Unair: Ekonomi Kuartal III-2026 Tumbuh 5,3 Persen, Investasi dan Manufaktur Menguat

Bisnis | Selasa, 03 November 2026 | 18:30 WIB

Sinopsis Love and Wifi in the Palace, Cinta Beda Zaman Lewat Smartphone

Sinopsis Love and Wifi in the Palace, Cinta Beda Zaman Lewat Smartphone

Your Say | Selasa, 03 November 2026 | 18:30 WIB

Bukan Hanya Warga Miskin, Desil 7-8 Juga Diusulkan Dapat BPJS PBI

Bukan Hanya Warga Miskin, Desil 7-8 Juga Diusulkan Dapat BPJS PBI

News | Selasa, 03 November 2026 | 18:28 WIB

Lip Balm Tinted untuk Apa? Intip Manfaat dan 3 Rekomendasinya

Lip Balm Tinted untuk Apa? Intip Manfaat dan 3 Rekomendasinya

Lifestyle | Selasa, 03 November 2026 | 18:25 WIB

Bermain di Teras Saat Hujan, Bocah 12 Tahun di Gandus Palembang Tewas Tersengat Listrik

Bermain di Teras Saat Hujan, Bocah 12 Tahun di Gandus Palembang Tewas Tersengat Listrik

Sumsel | Selasa, 03 November 2026 | 18:21 WIB

MA Batalkan Suket SMA Gibran, Ada Apa dengan Syarat Cawapres 2024?

MA Batalkan Suket SMA Gibran, Ada Apa dengan Syarat Cawapres 2024?

Your Say | Selasa, 03 November 2026 | 18:15 WIB

5 Toner Lokal untuk Menyamarkan Pori-pori dan Mengontrol Minyak Berlebih

5 Toner Lokal untuk Menyamarkan Pori-pori dan Mengontrol Minyak Berlebih

Your Say | Selasa, 03 November 2026 | 18:15 WIB

Pramono Anung Sebut Obligasi Jakarta Belum Direstui Pemerintah Pusat

Pramono Anung Sebut Obligasi Jakarta Belum Direstui Pemerintah Pusat

News | Selasa, 03 November 2026 | 18:14 WIB

BRI Hadirkan Kemudahan Transaksi dan Pengajuan KPR di Tengah Mobilitas Pekerja Dukuh Atas

BRI Hadirkan Kemudahan Transaksi dan Pengajuan KPR di Tengah Mobilitas Pekerja Dukuh Atas

Bisnis | Selasa, 03 November 2026 | 18:10 WIB

Fenomena Thrifting: Antara Gaya Hidup dan Ancaman Limbah Tekstil

Fenomena Thrifting: Antara Gaya Hidup dan Ancaman Limbah Tekstil

Your Say | Selasa, 03 November 2026 | 18:05 WIB

×