alexametrics

Perantauan Hindu Bali, Nyepi di Jakarta dengan Toleransi dan Kebisingan

Pebriansyah Ariefana | Muhammad Yasir
Perantauan Hindu Bali, Nyepi di Jakarta dengan Toleransi dan Kebisingan
Nengah Sukadana (44) warga, Pulo Gadung, Jakarta Timur. (Suara.com/Yasir)

Pria asal Bali itu mangku sudah 24 tahun pergi merantau meninggal kampung halamannya untuk bekerja di ibu kota.

Suara.com - Hari Raya Nyepi menjadi momentum untuk kembali mengenang suasana kampung halaman bagi Nengah Sukadana (44) warga, Pulo Gadung, Jakarta Timur. Pria asal Bali itu mangku sudah 24 tahun pergi merantau meninggal kampung halamannya untuk bekerja di ibu kota.

Nengah menuturkan sejak 1995 dirinya memutuskan untuk pergi meninggalkan Bali untuk mengadukan nasib di Jakarta. Hampir setiap tahun Nengah mengaku biasa mengikuti serangkaian ritual upacara menjelang Hari Raya Nyepi di Pura Aditya Jaya, Rawamangun, Jakarta Timur.

Menurut Nengah, secara ritual keagamaan tidak ada perbedaan antara Hindu di Bali dan di Jakarta. Hanya saja, Nengah mengatakan situasi dan kondisi di Bali memang dinilai jauh lebih tenang untuk melaksanakan ibadah Nyepi.

Jelang Nyepi, Umat Hindu di DKI Jakarta mulai memadati Pura Aditya Jaya, Rawamangun, Jakarta Timur. (Suara.com/Yasir)
Jelang Nyepi, Umat Hindu di DKI Jakarta mulai memadati Pura Aditya Jaya, Rawamangun, Jakarta Timur. (Suara.com/Yasir)

"Ya paling perbedaannya itu kalau di kampung kan kita lebih khusyu ya, kondisi dan situasi juga mendukung, kalau di sini kan di tengah kota sudah pasti ramai," tutur Nengah di Pura Aditya Jaya, Rawamangun, Jakarta Timur, Rabu (6/3/2019).

Baca Juga: Jelang Perayaan Nyepi, Ribuan Warga Padati Gilimanuk

Meski begitu, Nengah merasa bersyukur di tahun ini kembali bisa merayakan Nyepi bersama keluarga dan umat Hindu lainnya di Jakarta. Hari Raya Nyepi Tahun 1941 ini pun dijadikannya sebagai momentum untuk kembali mengenang suasana semasa di kampung.

Jelang Nyepi, Umat Hindu di DKI Jakarta mulai memadati Pura Aditya Jaya, Rawamangun, Jakarta Timur. (Suara.com/Yasir)
Jelang Nyepi, Umat Hindu di DKI Jakarta mulai memadati Pura Aditya Jaya, Rawamangun, Jakarta Timur. (Suara.com/Yasir)

"Kalau mau Nyepi kaya gini kita pada ngumpul di Pura seperti ini, seperti kita mengenang masa-masa di kampung dulu," ujarnya.

Berkenaan dengan itu, sebagai umat minoritas yang berada di Jakarta dengan mayoritas penduduknya muslim, Nengah mangku toleransi di Jakarta sangat baik. Apalagi, kata Nengah, Pura Aditya Jaya itu sendiri berdiri bersebelahan dengan Masjid At-Taqwa.

"Kalau toleransi di sini sangat tinggi, yang jaga saja orang-orang luar (umat Hindu), jadi toleransi kita sangat baik kita juga kan berdampingan dangan masjid," ungkapnya.

Jelang Nyepi, Umat Hindu di DKI Jakarta mulai memadati Pura Aditya Jaya, Rawamangun, Jakarta Timur. (Suara.com/Yasir)
Jelang Nyepi, Umat Hindu di DKI Jakarta mulai memadati Pura Aditya Jaya, Rawamangun, Jakarta Timur. (Suara.com/Yasir)

Baca Juga: KPID Bali Lakukan Ini untuk Kelancaran Peribadatan Nyepi

Komentar