Herman, Anak Buah Anies Spesialis Penemu Mayat Mengambang di Sungai Jakarta

Pebriansyah Ariefana, Fakhri Fuadi Muflih

Jum'at, 08 Maret 2019 | 07:10 WIB
Herman, Anak Buah Anies Spesialis Penemu Mayat Mengambang di Sungai Jakarta
Herman, petugas oranye Kalijodo yang dijuluki spesialis mayat. (Suara.com/Fakhri Fuadi)

Suara.com - Herman, pasukan orange spesialis penemu mayat mengambang di sungai sekitar Jakarta. Lelaki berusia 57 tahun itu dianggap ahli mencari mayat di sungai di kawasan Tambora, Jakarta Barat.

Herman yang bekerja sebagai petugas Unit Pelaksana Kebersihan (UPK) Badan Air Dinas Lingkungan Hidup Kecamatan Tambora sudah 24 kali menangani kasus penemuan mayat di sepanjang kawasan Banjir Kanal Barat (BKB), Jakarta Barat. Saking seringnya menemukan mayat mengambang di kali, Herman pun mendapat julukan dari rekan-rekannya sebagai Si Spesialis Mayat.

Temuan terakhirnya adalah November 2018 lalu. Seorang bocah berusia 13 tahun ditemukan tewas dalam kondisi tersangkut di sekatan air di bawah jembatan Kalijodo.

Pasukan orange Jakarta dari Petugas Unit Pelaksana Kebersihan (UPK) membersihkan Kali Sekretaris, Grogol, Jakarta Barat. (Suara.com/Fakhri)
Pasukan orange Jakarta dari Petugas Unit Pelaksana Kebersihan (UPK) membersihkan Kali Sekretaris, Grogol, Jakarta Barat. (Suara.com/Fakhri)

Herman menceritakan, saat sedang bekerja membersihkan sungai, ia melihat tiga anak kecil sedang bermain di kali depan Taman Jayakarta. Tak lama, salah satu anak terseret arus sungai yang saat itu sedang deras. Herman dan petugas lainnya segera menolong tapi hasilnya nihil.

Herman memiliki firasat tidak akan menemukannya pada hari itu. Akhirnya esok paginya ia melihat ada sosok anak kecil tersangkut tumpukan sampah. Rupanya, anak kecil tersebut sudah dikenal Herman karena sering menggodanya dan petugas lain saat bekerja.

Bapak tujuh anak ini mengaku sering mendapat panggilan jika ada temuan mayat di tempat lain. Tidak hanya di kali, Herman juga kadang diminta untuk mencarikan mayat yang menjad korban kasus kecelakaan di jalan raya.

Pasukan orange Jakarta dari Petugas Unit Pelaksana Kebersihan (UPK) membersihkan Kali Sekretaris, Grogol, Jakarta Barat. (Suara.com/Fakhri)
Pasukan orange Jakarta dari Petugas Unit Pelaksana Kebersihan (UPK) membersihkan Kali Sekretaris, Grogol, Jakarta Barat. (Suara.com/Fakhri)

"Saya kalau ada yang nelpon nanya saya di mana, saya sudah tahu pasti itu nanganin mayat," ujar Herman saat ditemui Suara.com di pinggir kali BKB, Jakarta Barat, Kamis (7/3/2019).

Sambil mengenakan baju 'oranye' khas petugas UPK, Herman mengaku rasa empatinya yang membuatnya tidak takut apabila sedang mencari mayat. Merasa masih sama-sama manusia, Herman pun mengaku tak takut jika melihat kondisi mayat dengan bentuk apapun.

Herman juga bercerita saat pertama kali memegang mayat yang ditemukan di Kali Tanah Abang. Menurutnya, saat itu, warga maupun polisi tak berani mendekati mayat yang kondisinya sudah tergeletak. Lantaran merasa tak tega, akhirnya Herman memberanikan diri untuk mengevakuasi mayat tersebut ke daratan.

Pasukan orange Jakarta dari Petugas Unit Pelaksana Kebersihan (UPK) membersihkan Kali Sekretaris, Grogol, Jakarta Barat. (Suara.com/Fakhri)
Pasukan orange Jakarta dari Petugas Unit Pelaksana Kebersihan (UPK) membersihkan Kali Sekretaris, Grogol, Jakarta Barat. (Suara.com/Fakhri)

"Ya meskipun sudah enggak bernyawa, itu kan juga tetap manusia mas, suatu saat kita juga pasti ada di posisi itu walaupun kondisinya berbeda," kata Herman.

Herman sampai-sampai bisa merasakan firasat kalau dalam waktu dekat bakal bakal menemukan mayat saat bekerja.

”Kalau dalam waktu dekat bakal menemukan mayat di pos kerja, kali Kanal Banjir Barat, saya sudah punya firasat lebih dulu,” tutur Herman.

Petugas orange di Kanal Banjir Barat membersihkan aliran sungai. [Suara.com/Fakhri Fuadi]
Petugas orange di Kanal Banjir Barat membersihkan aliran sungai. [Suara.com/Fakhri Fuadi]

Firasat yang kerap ia rasakan berupa mencium bau amis di sekitar kali. Kalau sudah mencium bau seperti itu, Herman memastikan bakal menemui mayat mengambang. Sehari-hari, tugas utama Herman adalah membersihkan sampah yang ada di kali kawasan Tambora. Sejak kali pertama di sana hingga kekinian, ia sudah 24 kali menemukan mayat.

"Kalau saya sudah mencium bau amis, tak lama pasti ada mayat lewat atau menyangkut di kali ini,” tuturnya.

Awak-awal berurusan dengan mayat saat menjadi pasukan oranye, Herman sempat terganggu. Minimal, setelah menemukan mayat, ia merasa mual dan tak bisa makan.

Pasukan orange Jakarta dari Petugas Unit Pelaksana Kebersihan (UPK) membersihkan Kali Sekretaris, Grogol, Jakarta Barat. (Suara.com/Fakhri)
Pasukan orange Jakarta dari Petugas Unit Pelaksana Kebersihan (UPK) membersihkan Kali Sekretaris, Grogol, Jakarta Barat. (Suara.com/Fakhri)

Tapi lama kelamaan, ayah tujuh orang anak tersebut sudah terbiasa kalau menemukan mayat saat bekerja. Tak hanya itu, Herman juga mengklaim pernah mendapat pengalaman yang tak masuk akal gara-gara sering menemukan mayat.

Misalnya, ia merasa mayat yang ditemukannya mendatangi dirinya sepulang bekerja. ”Entah saat di rumah, bangun tidur, saat ingin berangkat, atau bahkan di kerumunan sewaktu mengevakuasi mayat, saya merasa melihat sosok yang ditolong.”

Herman ternyata bukan satu-satunya orang dalam keluarga yang kerap berurusan dengan mayat. Ia menduga, nasibnya kekinian merupakan turunan atau kelanjutan dari sang kakek.

”Kakek saya penjala ikan di kawasan Tanah Abang. Kakek juga dulu sering menemukan mayat mengapung saat menjala. Jadi saya begini mungkin keturunan dari dia.”

Usia Herman tak lagi muda. Bahkan, setahun ke depan, saat umurnya genap 58 tahun, ia seharusnya sudah memasuki masa pensiun sebagai petugas kebersihan. Namun, ia justru berharap masa baktinya bisa diperpanjang. Ia khawatir, tak lagi ada pasukan oranye yang telaten mengevakuasi mayat dari kali.

"Saya kan kalau sudah umur 58 harusnya pensiun. Tapi saya penginnya diperpanjang. Nanti siapa yang mengurusi kalau ada mayat di kali. Teman-teman saya mana berani.”

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pasukan Orange Rela Menyelam untuk Mengambil Sampah

Pasukan Orange Rela Menyelam untuk Mengambil Sampah

News | Kamis, 07 Maret 2019 | 18:13 WIB

Pasukan Orange Ketiban Pulung Jual Tas dari Hasil Korek-korek Sampah Sungai

Pasukan Orange Ketiban Pulung Jual Tas dari Hasil Korek-korek Sampah Sungai

News | Kamis, 07 Maret 2019 | 12:21 WIB

Dianggap Berbohong, Majikan Pitbull Akhirnya Dilaporkan Korban ke Polisi

Dianggap Berbohong, Majikan Pitbull Akhirnya Dilaporkan Korban ke Polisi

News | Selasa, 18 Desember 2018 | 17:07 WIB

Tempat Salat Yati Dilempari Botol Minuman Hingga Kotoran Manusia

Tempat Salat Yati Dilempari Botol Minuman Hingga Kotoran Manusia

News | Kamis, 02 Agustus 2018 | 13:19 WIB

5 Tahun Petani Sayur BKT Tidur di Kolong Jembatan Beralas Plastik

5 Tahun Petani Sayur BKT Tidur di Kolong Jembatan Beralas Plastik

News | Kamis, 02 Agustus 2018 | 12:35 WIB

Terkini

Hari Lahir Pancasila, Bobby Nasution Tegaskan Pancasila Jadi Jawaban Tantangan Global

Hari Lahir Pancasila, Bobby Nasution Tegaskan Pancasila Jadi Jawaban Tantangan Global

News | Senin, 01 Juni 2026 | 13:04 WIB

Prabowo dan Megawati Akrab di Gedung Pancasila: Saling Persilakan Jalan Berujung Gandengan dan Tawa

Prabowo dan Megawati Akrab di Gedung Pancasila: Saling Persilakan Jalan Berujung Gandengan dan Tawa

News | Senin, 01 Juni 2026 | 12:57 WIB

Blackout Sumatra Dinilai Ungkap Kelemahan Sistemik Kelistrikan, PLN Didesak Audit Menyeluruh

Blackout Sumatra Dinilai Ungkap Kelemahan Sistemik Kelistrikan, PLN Didesak Audit Menyeluruh

News | Senin, 01 Juni 2026 | 11:28 WIB

Hadiri Upacara Hari Lahir Pancasila, Prabowo Ajak Megawati Jalan Berdampingan

Hadiri Upacara Hari Lahir Pancasila, Prabowo Ajak Megawati Jalan Berdampingan

News | Senin, 01 Juni 2026 | 11:21 WIB

Penghormatan Terakhir Presiden Prabowo untuk Mantan Menhan Ryamizard

Penghormatan Terakhir Presiden Prabowo untuk Mantan Menhan Ryamizard

News | Senin, 01 Juni 2026 | 11:06 WIB

Invasi Jauh ke Lebanon Selatan, Israel Klaim Rebut Benteng Beaufort

Invasi Jauh ke Lebanon Selatan, Israel Klaim Rebut Benteng Beaufort

News | Senin, 01 Juni 2026 | 10:49 WIB

Yasinta Moiwend: Perempuan Adat Papua Konsisten Suarakan Lingkungan, Hingga Polemik Pesta Babi

Yasinta Moiwend: Perempuan Adat Papua Konsisten Suarakan Lingkungan, Hingga Polemik Pesta Babi

News | Senin, 01 Juni 2026 | 10:38 WIB

TPS Tambora Uji Coba Eco Lindi untuk Atasi Bau Sampah dan Gas Metana

TPS Tambora Uji Coba Eco Lindi untuk Atasi Bau Sampah dan Gas Metana

News | Senin, 01 Juni 2026 | 10:23 WIB

Ledakan Bubuk Mesiu Hancurkan Desa di Myanmar, 55 Orang Tewas

Ledakan Bubuk Mesiu Hancurkan Desa di Myanmar, 55 Orang Tewas

News | Senin, 01 Juni 2026 | 10:16 WIB

Disambut Menhan Sjafrie, Prabowo Beri Penghormatan Terakhir untuk Jenderal Ryamizard di Kemhan

Disambut Menhan Sjafrie, Prabowo Beri Penghormatan Terakhir untuk Jenderal Ryamizard di Kemhan

News | Senin, 01 Juni 2026 | 10:02 WIB