Lapor KPU, Timses Prabowo Sebut Ada 17,5 Juta Data Pemilih Tak Wajar

Dwi Bowo Raharjo, Fakhri Fuadi Muflih

Senin, 11 Maret 2019 | 16:50 WIB
Lapor KPU, Timses Prabowo Sebut Ada 17,5 Juta Data Pemilih Tak Wajar
Direktur Komunikasi dan Media BPN Prabowo - Sandiaga, Hashim Djojohadikusumo. (Suara.com/Fakhri Fuadi)

Suara.com - Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto - Sandiaga Uno menyebut ada 17,5 juta data pemilih tidak wajar dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) di Pemilu 2019. Data tersebut disampaikan saat BPN melaporkan temuan tersebut ke Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Direktur Komunikasi dan Media BPN Prabowo - Sandiaga, Hashim Djojohadikusumo mengatakan temuan data tak wajar tersebut berasal dari riset tim IT internal BPN. Data tersebut dihimpun sejak 15 Desember dan disampaikan secara lisan dan tertulis kepada KPU.

"Kami sudah melakukan riset ini selama beberapa bulan dan pertemuan dengan KPU. Menurut tim IT kami masih ada masalah sejumlah 17,5 juta nama," ujar Hashim di Kantor KPU, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (11/03/2019).

Sementara Juru Bicara BPN Riza Patria menjelaskan, temuan tak wajar yang dimaksud adalah terdapat sejumlah nama di DPT yang lahir pada tanggal 1 Juli sebanyak 9,8 juta.

Lalu pada 31 Desember terdapat 3 juta nama, dan 1 Januari 2,3 juta jumlah nama yang lahir pada tanggal bersamaan. Menurut data internal BPN, selain pada tiga tanggal tersebut rata-rata jumlahnya hanya 400-500 ribu nama.

Riza berharap lapran BPN bisa ditindaklanjuti penyelenggara pemilu.

Setelah lapor ke KPU, BPN Prabowo - Sandiaga akan menyampaikannya temuan serupa ke Dukcapil Kementerian Dalam Negeri dan akan terus melakukan penyisiran langsung sampai 17 Maret terhadap data tak wajar itu.

"Nanti kami cari waktu untuk temui Kemendagri Dukcapil, untuk minta klarifikasi terhadap data yang kami anggap tidak wajar. Kami juga akan lakukan penyisiran langsung sampai tanggal 17 Maret," ucap Riza.

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

BPN Prabowo - Sandiaga Bantah Survei Kubunya Tak Percaya dengan Kerja KPU

BPN Prabowo - Sandiaga Bantah Survei Kubunya Tak Percaya dengan Kerja KPU

News | Senin, 11 Maret 2019 | 14:31 WIB

80 Persen Siap, Format Debat Cawapres sama dengan Debat Capres

80 Persen Siap, Format Debat Cawapres sama dengan Debat Capres

News | Senin, 11 Maret 2019 | 13:47 WIB

Rejeki Nomplok, Emak-emak Depok Dapat Upah Rp 100 Lipat Surat Suara Pemilu

Rejeki Nomplok, Emak-emak Depok Dapat Upah Rp 100 Lipat Surat Suara Pemilu

News | Senin, 11 Maret 2019 | 13:32 WIB

Konser Ahmad Dhani Dibatalkan, BPN: Ekspresi Seni Seharusnya Tak Dilarang

Konser Ahmad Dhani Dibatalkan, BPN: Ekspresi Seni Seharusnya Tak Dilarang

News | Senin, 11 Maret 2019 | 11:34 WIB

Terkini

Lahan Bekas Karhutla Jadi Kebun Sawit, Indonesia Ternyata Rajin Ekspor Produknya ke Israel

Lahan Bekas Karhutla Jadi Kebun Sawit, Indonesia Ternyata Rajin Ekspor Produknya ke Israel

Bisnis | Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:40 WIB

Usulan Luhut Hapus Unsur Kerugian Negara dalam Delik Korupsi Dinilai Ancam Pemberantasan Korupsi

Usulan Luhut Hapus Unsur Kerugian Negara dalam Delik Korupsi Dinilai Ancam Pemberantasan Korupsi

News | Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:40 WIB

Gerakan Pangan Murah Nasional Digelar di Makassar

Gerakan Pangan Murah Nasional Digelar di Makassar

Sulsel | Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:40 WIB

Pasar Digital Membesar, Media Justru Berguguran: Dahlan Dahi Bongkar Masalah Bisnis Pers

Pasar Digital Membesar, Media Justru Berguguran: Dahlan Dahi Bongkar Masalah Bisnis Pers

News | Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:39 WIB

Shin Tae-yong Coret Rizky Ridho Sementara dari Skuad Persija, Nasib Shayne Pattynama Tak Jelas

Shin Tae-yong Coret Rizky Ridho Sementara dari Skuad Persija, Nasib Shayne Pattynama Tak Jelas

Bola | Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:38 WIB

Kekayaan Mineral Indonesia, Potensi Besar untuk Kesejahteraan Bangsa

Kekayaan Mineral Indonesia, Potensi Besar untuk Kesejahteraan Bangsa

Bisnis | Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:36 WIB

Kualitas Udara di Padang Kembali Tidak Sehat, Warga Diminta Waspada

Kualitas Udara di Padang Kembali Tidak Sehat, Warga Diminta Waspada

Sumbar | Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:30 WIB

Mendagri Tito Hadiri Sidang Kabinet Paripurna, Presiden Tekankan Pentingnya Kekompakan

Mendagri Tito Hadiri Sidang Kabinet Paripurna, Presiden Tekankan Pentingnya Kekompakan

News | Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:29 WIB

Persija Kena Denda Rp90 Juta, Shin Tae-yong Sentil The Jakmania soal Kericuhan

Persija Kena Denda Rp90 Juta, Shin Tae-yong Sentil The Jakmania soal Kericuhan

Bola | Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:28 WIB

Sertifikasi Halal Diundur ke 2028, FKBI Kritik Pemerintah: Kalah oleh Oligarki Rokok!

Sertifikasi Halal Diundur ke 2028, FKBI Kritik Pemerintah: Kalah oleh Oligarki Rokok!

News | Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:27 WIB

×