Ketika Mahfud MD Bongkar 'Kartu' Romahurmuziy di ILC

Rendy Adrikni Sadikin

Jum'at, 15 Maret 2019 | 15:52 WIB
Ketika Mahfud MD Bongkar 'Kartu' Romahurmuziy di ILC
Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD. (Suara.com/Welly Hidayat)

Suara.com - Penangkapan Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) M Romahurmuziy menuai sorotan dari beragam pihak, salah satunya mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD.

Pakar hukum dan tata negara itu pernah memperingatkan Romahurmuziy dalam acara Indonesia Lawyers Club (ILC) TV One bertajuk 'Antara Mahar dan PHP' untuk tidak bermain-main dengannya.

Ketika itu, Mahfud MD menyinggung ujaran Romahurmuziy yang menyebut pencalonannya menjadi calon wakil presiden Joko Widodo disiapkan sendiri oleh Mahfud dan tim suksesnya.

Seperti diketahui, Mahfud MD ketika itu sempat diusulkan menjadi cawapres Jokowi untuk menghadapi Pemilihan Presiden 2019. Namun, yang terpilih adalah Ma'ruf Amin.

Seperti dikutip Suara.com, Jumat (15/3/2019) dari video acara ILC TV On yang tayang tanggal 14 Agustus 2018 silam, Mahfud tampak memberikan ultimatum kepada Romahurmuziy.

Aksi Mahfud MD membuka kartu Romahurmuziy terlihat di menit 29:

Memasang wajah serius, Mahfud MD mengatakan, "Mas, Anda ini ngomongnya kok beda waktu ketemu saya, jangan main-mainlah saya bilang. Dulu Setya Novanto punya kasus korupsi lalu dia senyum-senyum saja, aman dan dia bilang dilindungi oleh presiden."

"Saya bilang ke presiden melalui Pak Pratikno apa betul Presiden melindungi Setya Novanto? Pratikno bilang presiden netral dalam kasus hukum. Saya buru Novanto dan akhirnya masuk bui. Makanya saya bilang jangan main-main (sama saya)," ujar Mahfud MD ketika itu sambil ngakak.

Mahfud MD mengatakan mengetahui catatan calon-calon yang dipilih Jokowi, termasuk Romahurmuziy, "Nah, tapi ini bergurau saja, saya tenang kok."

Ramalan Mahfud MD

Operasi Tangkap Tangan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) M Romahurmuziy menuai sorotan para politikus.

Salah satunya yang berkicau terkait penangkapan tersebut adalah pakar hukum tata negara sekaligus mantan Ketua Mahkamah Konstitusi, Mahfud MD.

Bahkan, melalui akun Twitter miliknya, @mohmahfudmd, Mahfud MD mengisyaratkan telah 'meramalkan' penangkapan yang menimpa Romahurmuziy.

"Ketum PPP Romahurmuziy Ditangkap KPK dan Langsung Menuju Jakarta - ASUMSI --> As I told you at that night, in Darmawangsa Hotel: everything is matter of time!" cuit Mahfud MD, Jumat (15/3/2019).

Dalam bahasa Indonesia, Mahfud MD berkicau, "Seperti apa yang saya katakan ke Anda malam itu di Darmawangsa Hotel: semua hanya tinggal menunggu waktu."

Mahfud MD juga menyisipkan pranala artikel dari sebuah laman media daring (dalam jaringan) terkait OTT KPK Romahurmuziy.

Kicauan Mahfud MD terkait Romahurmuziy. [Twitter]
Kicauan Mahfud MD terkait Romahurmuziy. [Twitter]

Kicauan terakhir Romi

Jejak digital di Twitter menunjukkan Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) M. Romahurmuziy sempat berkicau sehari sebelum dicokok.

Seperti diketahui, Romahurmuziy terjaring dalam operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Surabaya, Jawa Timur, Jumat (15/3/2019).

Apa isi cuitan terakhir Romahurmuziy? Dia menyinggung soal banyaknya meme dan berita palsu mengatasnamakan dirinya terkait pembebasan Siti Aisyah.

Romahurmuziy berkicau bahwa banyaknya berita palsu tersebut menandakan banyak yang mencintai dirinya. Dia pun mengucapkan kalimat hamdalah.

"Makin lama makin banyak yg iseng membuat meme dan berita palsu atas nama saya, termasuk meme berikut ini. Itu tandanya makin banyak yang cinta. Alhamdulilah #JokowiSaveAisyah," cuit Romahurmuziy melalui akun @MRomahurmuziy.

Diunggah pula meme dengan foto Romahurmuziy ketika diwawancarai awak media dan pernyataan yang cukup provokatif.

Tertulis: "Romi: Merinding saya melihat Jokowi dengan membentak Mahatir lewat telepon minta bebaskan Siti Aisyah."

Cuitan Romahurmuziy. [Twitter]
Cuitan Romahurmuziy. [Twitter]

Sekadar informasi, Romahurmuziy ditangkap KPK dalam operasi tangkap tangan. Romahurmuziy diduga ditangkap KPK karena kasus suap.

KPK sudah memastikan jika Ketua Umum PPP Romahurmuziy ditangkap KPK di Surabaya, Jawa Timur, Jumat (15/3/2019).

Ketua KPK Agus Raharjo mengatakan akan giat KPK di Jawa Timur. Namun sampai saat ini KPK masih memeriksa Romahurmuziy di Polda Jawa Timur. Agus menyebut akan menentukan status pihak yang ditangkap dalam waktu 1x 24 jam sesuai KUHAP.

"Saat ini sedang dilakukan pemeriksaan oleh KPK bertempat di Polda Jatim," kata Agus kepada suara.com, Jumat (15/3/2019).

KPK meminjam ruangan Subdit Tipidkor Ditreskrimsus Polda Jawa Timur untuk memeriksa Ketua Umum PPP Romahurmuziy. Ketua Umum PPP Romahurmuziy ditangkap karena kasus suap.

Saat ini Polda Jawa Timur dipenuhi wartawan. Wartawan pun mendapatkan informasi Romahurmuziy ada di dalam kantor polisi untuk menjalani pemeriksaan.

Romahurmuziy ditangkap KPK di Surabaya, Jawa Timur, Jumat (15/3/2019). Romahurmuziy ditangkap di Bandara Juanda Sidoarjo.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

KPK Sita Duit saat Menangkap Ketua Umum PPP Romahurmuziy

KPK Sita Duit saat Menangkap Ketua Umum PPP Romahurmuziy

News | Jum'at, 15 Maret 2019 | 15:47 WIB

Dibawa ke Jakarta, Romahurmuziy Lewat Pintu Rahasia Subdit III Tipidkor

Dibawa ke Jakarta, Romahurmuziy Lewat Pintu Rahasia Subdit III Tipidkor

News | Jum'at, 15 Maret 2019 | 15:37 WIB

Romahurmuziy Ditangkap KPK Bersama 4 Orang di Surabaya

Romahurmuziy Ditangkap KPK Bersama 4 Orang di Surabaya

News | Jum'at, 15 Maret 2019 | 15:31 WIB

JK: Penangkapan Ketum PPP Akan Berdampak di Pemilu 2019

JK: Penangkapan Ketum PPP Akan Berdampak di Pemilu 2019

News | Jum'at, 15 Maret 2019 | 15:03 WIB

Terkini

Dua Pulau Baru Muncul di Dekat Anak Krakatau, Apakah Ini Pusat Erupsi Baru?

Dua Pulau Baru Muncul di Dekat Anak Krakatau, Apakah Ini Pusat Erupsi Baru?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 23:37 WIB

28 PPKS di Karawang Jalani Asesmen untuk Penanganan Lanjutan

28 PPKS di Karawang Jalani Asesmen untuk Penanganan Lanjutan

Jabar | Kamis, 24 September 2026 | 23:31 WIB

Dua Yoni Situs Pocangan Jember Hilang, DPRD Desak Perlindungan Cagar Budaya Diperkuat

Dua Yoni Situs Pocangan Jember Hilang, DPRD Desak Perlindungan Cagar Budaya Diperkuat

Jatim | Kamis, 24 September 2026 | 23:11 WIB

Pemerintahan Prabowo Dorong Investasi Hijau dan Ketahanan Energi di PBB

Pemerintahan Prabowo Dorong Investasi Hijau dan Ketahanan Energi di PBB

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 22:57 WIB

Bikin Tenang! Tren Baru Transaksi QRIS Biar Penjual Enggak Kena Tipu

Bikin Tenang! Tren Baru Transaksi QRIS Biar Penjual Enggak Kena Tipu

Lifestyle | Kamis, 24 September 2026 | 22:45 WIB

Presiden dan DPR Tak Siap Beri Keterangan, Sidang Gugatan UU Cipta Kerja Ditunda

Presiden dan DPR Tak Siap Beri Keterangan, Sidang Gugatan UU Cipta Kerja Ditunda

News | Kamis, 24 September 2026 | 22:08 WIB

Rapat BI-Kemenkeu Alot, Bahas Likuiditas hingga Aliran Modal Asing

Rapat BI-Kemenkeu Alot, Bahas Likuiditas hingga Aliran Modal Asing

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 22:01 WIB

Karhutla Sumsel Tak Kunjung Padam, Bisakah Perusahaan yang Diduga Lalai Digugat?

Karhutla Sumsel Tak Kunjung Padam, Bisakah Perusahaan yang Diduga Lalai Digugat?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 21:59 WIB

Punya Kayu Melimpah, Ekspor Furnitur Indonesia Kalah dari Vietnam

Punya Kayu Melimpah, Ekspor Furnitur Indonesia Kalah dari Vietnam

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 21:56 WIB

Keracunan MBG Terulang, Mantan Bupati Batang Desak BGN Perketat Pengawasan SPPG

Keracunan MBG Terulang, Mantan Bupati Batang Desak BGN Perketat Pengawasan SPPG

Jawa Tengah | Kamis, 24 September 2026 | 21:55 WIB

×