Giliran Warga Jember Lari ke Malang, Jual Harta untuk Menunggu Kiamat

Jum'at, 15 Maret 2019 | 18:26 WIB
Giliran Warga Jember Lari ke Malang, Jual Harta untuk Menunggu Kiamat
Warga jual foto Kiai Agus Muhammad Romli Soleh Syaifuddin, pengasuh ponpes di Malang. (BeritaJatim)

Suara.com - Warga Jember juga diberitakan lari ke Malang karena takut kiamat. Mereka adalah warga Desa Umbulsari dan Gunungsari, Kecamatan Umbulsari, Kabupaten Jember.

Mereka eksodus ke Pondok Pesantren Miftahul Falahil Mubtadiin, di Desa Sukosari, Kecamatan Kasembon, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Jumlahnya ada puluhan orang.

“Ada warga saya yang ke Malang karena isu kiamat ini. Ada juga warga desa lain, tapi saya tidak tahu berapa,” kata Kepala Desa Umbulsari, Fauzi, Jumat (15/3/2019).

Mereka yang eksodus ini adalah murid Ustadz Dasir, salah satu santri Ponpes Miftahul Falahil Mubtadiin. Dia adalah warga Desa Wringin Telu, Kecamatan Puger, yang menjadi menantu salah satu tokoh agama di Umbulsari. Selama empat tahun, Ustadz Dasir merekrut masyarakat untuk mengaji.

“Mulanya biasa-biasa, tapi lama-lama kok tingkah pengikutnya tidak sama seperti masyarakat lain. Sebenarnya semakin bagus, ibadahnya semakin tekun. Tapi semakin sedikit bicara, karena dilarang mensyiarkan apa-apa sama kiainya,” kata Fauzi.

Lantas, sekitar satu tahun belakangan mulai muncul isu kiamat akan tiba.

"Isu muncul sekitar 5 bulanan. Tapi tidak seberapa saya hiraukan. Saudara saya juga ikut di situ. Dia sudah malas bekerja. Dia merasa harta tidak ada gunanya, karena sebentar lagi kiamat. Harta yang ada dijual untuk biaya hidup sehari-hari sambil menunggu kiamat,” kata Fauzi.

Fauzi juga mengaku sempat bertemu dengan salah satu kawan SMA bernama Misno, yang juga mengikuti ajaran itu.

"Pak, ajaran yang sampeyan ikuti itu sebetulnya seperti apa, kok saudara saya sekarang tidak mau bekerja karena sebentar lagi kiamat. (Misno) Bilang, 'Oh, ajarannya tidak begitu,'” katanya.

Baca Juga: Bantah Keluarkan Fatwa Kiamat, Pengasuh Ponpes Ini Sampaikan Klarifikasi

Ilustrasi jam kiamat (Shutterstock).
Ilustrasi jam kiamat (Shutterstock).

Fauzi meminta Misno menjelaskan ajaran dari Dasir. Namun, Misno tetap menolak. Alasannya dilarang sang kiai.

Beberapa hari belakangan, keluarga besar Fauzi pun heboh. Ini gara-gara sang saudara yang menjadi murid Dasir mendadak hendak menjual sawah untuk modal ke Malang.

“Seminggu lalu, dia pergi tanpa pesan. Dari Umbulsari ada 21 orang warga yang ke Malang, plus kiainya. Rata-rata mereka bawa uang hasil jual aset,” kata Fauzi.

Ternyata tidak semua pengikut yang berangkat. Pemerintah desa pun berhasil mengorek keterangan dari mereka.

“Mereka dikasih bambu yang diruncingkan, dan disuruh membayar mahar Rp 1,5 juta. Yang tidak bisa memberi mahar, disuruh bikin senjata sendiri, karena setelah bulan puasa katanya mau ada perang,” kata Fauzi.

Hal ini membuat resah warga.

Sumber artikel cek disini
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI