Dituduh Sebar Isu Kiamat, Kiai Ramli: Kami Tunggu Meteor saat Ramadan

Reza Gunadha

Kamis, 14 Maret 2019 | 13:51 WIB
Dituduh Sebar Isu Kiamat, Kiai Ramli: Kami Tunggu Meteor saat Ramadan
Pengasuh Pondok Pesantren Miftahul Falahil Mubtadiin,KH Ramli Soleh Syaifuddin memberikan penjelasan didampingi Kapolres Batu, AKBP Budi Hermanto Sik MSi tentang fatwa kiamat. [Muhammad Dhani Rahman/TIMES Indonesia]

Suara.com - Kiai Haji Ramli Soleh Syaifuddin, pengasuh Pondok Pesantren Miftahul Falahil Mubtadiin, Kabupaten Malang, Jawa Timur, meluruskan informasi mengenai dirinya mengeluarkan fatwa kiamat datang sebentar lagi.

Fatwa itu sempat menggegerkan warga Jatim, setelah 52 warga Desa Watubonang Probolinggo menjual lahan, rumah, sampai harta benda.

Sebab, puluhan warga itu meyakini kebenaran fatwa bahwa desa mereka yang kali pertama hancur saat kiamat tiba. Setelah menjual harta bendanya, mereka pergi ke Ponpes Miftahul Falahil Mubtadiin.

Kiai Ramli Soleh Syaifuddin menegaskan, informasi tentang fatwa hari kiamat yang beredar adalah bohong alias hoaks.

Ia menjelaskan,  informasi itu sebenarnya bersumber dari program tiga bulanan jelang Ramadan yang selalu digelar ponpes.

“Kami selalu melaksanakan program tiga bulanan jelang Ramadan. Ini sudah masuk tahun ketiga. Jadi, dalam seruan, saya menerangkan tentang 10 tanda kiamat,” kata Kiai Ramli seperti diberitakan TimesIndonesia.co.id—jaringan Suara.com, Kamis (14/3/2019).

Dalam menerangkan 10 tanda kiamat itu, kata Kiai Ramli, ia menganjurkan kepada pengikutnya untuk bersatu.

“Saya pernah menerangkan bahwa kalau setelah Ramadhan ada meteor, maka dunia mengalami kemarau selama tiga tahun. Itu ada hadisnya, setelah itu Dajal datang. Setelah Dajal, datang Nabi Isa AS dan seterusnya,” ujar Ramli.

“Kalau ada yang menginformasikan saya memberikan fatwa akan ada huru hara sebelum Pilpres 2019 atau menjelang Pilpres 2019, itu hoaks semua yang dihembuskan oleh orang yang tidak bertanggung jawab,” kata Kiai Ramli ditemani Kapolres Batu Ajun Komisaris Besar Budi Hermanto dalam jumpa pers Rabu (13/3) jelang Magrib kemarin.

baca juga

Soal pengikutnya diminta menjual aset-aset yang dimiliki untuk bekal akhirat, dibawa dan disetorkan ke pondok pesantren karena akan kiamat, Kiai Ramli membantahnya.

Ia menjelaskan, sudah tiga tahun terakhir, ponpes yang dipimpinnya menjalankan program triwulan untuk menyongsong Ramadhan yang ditandai dengan munculnya meteor, salah satu dari 10 tanda-tanda kiamat.

“Artinya, kita ini diperintah oleh Alquran dalam surah Al Furqon yang meminta umat untuk menunggu atau mengintai hari di mana kiamat itu akan terjadi. Ada 40 hari 40 malam, itu ada hadisnya semua. Saya mengajarkan santri saya memahami tanda-tanda itu,” ujar Kiai Ramli.

Karenanya, setiap tiga bulan sebelum Ramadan, ia mengajak pengikutnya untuk berjaga-jaga andai kata meteor datang setelah bulan suci itu maka kiamat datang.

“Tahun pertama, saya meminta jemaah mengumpulkan bahan makanan berupa mi. Tahun kedua, sama, kumpulkan mi instan juga. Nah, tahun ini, karena pengikut bertambah banyak, maka dibentuk panitia. Agar yang menyongsong kiamat mendapat makan.”

Hal itu, kata Kiai Ramli, terdapat dalam hadis, yakni disebutkan bahwa untuk menyongsong kiamat diharuskan menyiapkan bahan makanan untuk satu tahun.

Sumber artikel cek disini
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Geger Kiamat Sudah Dekat, Siswa SD Bolos Sekolah Eksodus ke Malang

Geger Kiamat Sudah Dekat, Siswa SD Bolos Sekolah Eksodus ke Malang

News | Kamis, 14 Maret 2019 | 09:34 WIB

4 Fakta Mengejutkan di Balik Ramalan Kiamat Ponorogo, sampai Gagal Kawin

4 Fakta Mengejutkan di Balik Ramalan Kiamat Ponorogo, sampai Gagal Kawin

News | Kamis, 14 Maret 2019 | 07:15 WIB

Fatwa Kiamat Terjadi Bulan Ramadan 2019, Warga Malang Geger

Fatwa Kiamat Terjadi Bulan Ramadan 2019, Warga Malang Geger

News | Rabu, 13 Maret 2019 | 16:59 WIB

Yakin Kiamat Sudah Dekat dan Sasar Desa Mereka, 52 Warga Watubonang Kabur

Yakin Kiamat Sudah Dekat dan Sasar Desa Mereka, 52 Warga Watubonang Kabur

News | Rabu, 13 Maret 2019 | 15:29 WIB

Isu Mau Kiamat, Warga Ponorogo Lari ke Malang sampai Jual Rumah

Isu Mau Kiamat, Warga Ponorogo Lari ke Malang sampai Jual Rumah

News | Rabu, 13 Maret 2019 | 13:14 WIB

Terkini

11 Pengasuh Day Care Little Aresha Divonis Maksimal 3 Tahun, Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa

11 Pengasuh Day Care Little Aresha Divonis Maksimal 3 Tahun, Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa

Jogja | Kamis, 29 Oktober 2026 | 06:20 WIB

Mahasiswa Sebut Rezim Prabowo-Gibran sebagai Bencana Nasional

Mahasiswa Sebut Rezim Prabowo-Gibran sebagai Bencana Nasional

Sulsel | Kamis, 29 Oktober 2026 | 06:05 WIB

Buka Suara Soal Pemeriksaan KPK, Wabup Bogor Jaro Ade: Kita Harus Taat Hukum

Buka Suara Soal Pemeriksaan KPK, Wabup Bogor Jaro Ade: Kita Harus Taat Hukum

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 05:05 WIB

Dihadiri Para Menteri dan Ketua MPR, EIGER Nature Resmi Diluncurkan di Kabupaten Bogor

Dihadiri Para Menteri dan Ketua MPR, EIGER Nature Resmi Diluncurkan di Kabupaten Bogor

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 03:10 WIB

Dari Cisarua ke Dramaga, Dugaan Keracunan MBG di Bogor Belum Temukan Titik Terang

Dari Cisarua ke Dramaga, Dugaan Keracunan MBG di Bogor Belum Temukan Titik Terang

Bogor | Kamis, 29 Oktober 2026 | 02:10 WIB

Kronologi Kericuhan Malioboro Usai Demo Sumpah Pemuda, Massa Tak Dikenal Serang Gedung DPRD DIY

Kronologi Kericuhan Malioboro Usai Demo Sumpah Pemuda, Massa Tak Dikenal Serang Gedung DPRD DIY

Jogja | Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:18 WIB

20 Tahun Mengabdi, Irsan Jadi Calon Tunggal Ketua BPC Gapensi Kabupaten Bogor

20 Tahun Mengabdi, Irsan Jadi Calon Tunggal Ketua BPC Gapensi Kabupaten Bogor

Bogor | Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:05 WIB

Dari Serang, Jakarta hingga Sukabumi: Kronologi Polresta Serang Kota Gagalkan Peredaran 8,8 Kg Sabu

Dari Serang, Jakarta hingga Sukabumi: Kronologi Polresta Serang Kota Gagalkan Peredaran 8,8 Kg Sabu

Banten | Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:00 WIB

Persib Kalahkan Melbourne Victory 2-0, Igor Tolic: Grup Belum Usai

Persib Kalahkan Melbourne Victory 2-0, Igor Tolic: Grup Belum Usai

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 00:35 WIB

Umuh Muchtar Buka Suara Usai Pelaku Pembacokan Bobotoh Ditangkap: Mohon Bobotoh Jangan Dendam

Umuh Muchtar Buka Suara Usai Pelaku Pembacokan Bobotoh Ditangkap: Mohon Bobotoh Jangan Dendam

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 00:21 WIB

×