Sindir Kartu Sakti, Fahri Hamzah: Maruf Amin Masih Pakai Senjata Lama

Pebriansyah Ariefana, Chyntia Sami Bhayangkara

Senin, 18 Maret 2019 | 16:03 WIB
Sindir Kartu Sakti, Fahri Hamzah: Maruf Amin Masih Pakai Senjata Lama
Fahri Hamzah sindir kartu sakti Jokowi-Maruf (twitter)

Suara.com - Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah menyindir pasangan capres nomor urut 01 Jokowi-Maruf masih menggunakan senjata lama untuk berusaha menarik minat masyarakat, yakni melalui kartu sakti. Menurut Fahri, kartu itu hanya bertujuan untuk kampanye saja, tidak ada upaya untuk menyelesaikan masalah kesejahteraan seperti periode sebeumnya.

Melalui akun Twitter @fahrihamzah, Fahri mengatakan program kartu sudah digaungkan oleh Jokowi sejak Pilpres 2014 lalu. Namun, setelah 4,5 tahun berjalan realisasi kartu yang dibanggakan oleh Jokowi tidaklah terbukti mengatasi masalah, salah satunya Kartu Indonesia Sehat (KIS).

“Nampak sekali mana gagasan yang konservatif mana yang progresif. Kyai Maruf masih pakai senjata lama #KartuTakSakti. Persis dengan apa yang dilakukan Jokowi dalam debat capres 5 tahun lalu. Sandi lebih menekankan pada komitmen target 200 hari selesaikan masalah kesejahteraan,” cuitan Fahri seperti dikutip Suara.com, Senin (18/3/2019).

Fahri mengambil contoh masalah KIS yang didiakui oleh Jokowi sebagai bentuk keberhasilan memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. padahal KIS merupakan BPJS yang telah lahir di era kepemimpinan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Jokowi muncul dengan mengemas ulang program SBY kala itu seolah menjadi program baru.

Namun, setelah Jokowi terpilih menjadi presiden BPJS justru terus-terusan mengalami defisit. Hingga 4,5 tahun kepemimmpinannya Jokowi masih tak mampu menyelesaikan masalah ini. Menurut Fahri, ini bukti bahwa keberadaan kartu yang dicanangkan oleh Jokowi hanyalah sebatas alat kampanye saja, tidak ada upaya untuk menyelesaikannya.

“Karena dari awal pemerintahan program BPJS ini dijadikan alat popularitas. Maka pengelolaannya pun tampak tidak terlalu diperhatikan. Selama 4,5 tahun belakangan ini pengelolaan BPJS amburadul. Tiap tahun defisit, kualitas pelayanan semakin menurun. Jadilah #KartuTakSakti,” ungkap Fahri.

Fahri menilai, solusi untuk mengatasi masalah BPJS dengan menaikkan premi dari Rp 23 ribu menjadi 36 ribu. Namun, itu tak pernah dilakukan oleh Jokowi.

“Menaikkan premi harus lewat Perpres, dan ini wewenang Jokowi. Tapi, selama ini nyatanya Jokowi tidak berkomitmen menyelesaikan ini. Niatnya memang kampanye dari awal. Tidak mau ambil keputusan,” pungkasnya.

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ribuan Jawara Silat Siap Menangkan Jokowi-Maruf di Pilpres

Ribuan Jawara Silat Siap Menangkan Jokowi-Maruf di Pilpres

News | Minggu, 17 Maret 2019 | 18:45 WIB

Fahri Hamzah Dorong Polisi Investigasi Transparan Soal Terorisme

Fahri Hamzah Dorong Polisi Investigasi Transparan Soal Terorisme

News | Rabu, 13 Maret 2019 | 16:22 WIB

Amien Rais: Bila Jokowi Terbukti Curang, Kita Geruduk KPU dan Presidennya

Amien Rais: Bila Jokowi Terbukti Curang, Kita Geruduk KPU dan Presidennya

News | Selasa, 12 Maret 2019 | 15:34 WIB

Terkini

Polemik Penggeledahan Rumah Tahfiz di Sukoharjo Kian Memanas, DPR Desak Pembentukan TGPF Independen

Polemik Penggeledahan Rumah Tahfiz di Sukoharjo Kian Memanas, DPR Desak Pembentukan TGPF Independen

News | Senin, 02 November 2026 | 01:02 WIB

KAI Mulai Buka Tiket Kereta untuk Perjalanan Desember 2026

KAI Mulai Buka Tiket Kereta untuk Perjalanan Desember 2026

Foto | Senin, 02 November 2026 | 00:11 WIB

SMK Nusantara Kembali Juara AXIS Nation Cup 2026

SMK Nusantara Kembali Juara AXIS Nation Cup 2026

Foto | Senin, 02 November 2026 | 00:09 WIB

Perang Dunia III di Depan Mata? Vladimir Putin: Rusia Siap Perang dengan Eropa

Perang Dunia III di Depan Mata? Vladimir Putin: Rusia Siap Perang dengan Eropa

News | Minggu, 01 November 2026 | 23:45 WIB

2 Juta Hektare Gambut Sumsel Punya Potensi Ekonomi, Bambu Betung dan Jelutung Diuji

2 Juta Hektare Gambut Sumsel Punya Potensi Ekonomi, Bambu Betung dan Jelutung Diuji

Sumsel | Minggu, 01 November 2026 | 23:42 WIB

Alex Marquez Persembahkan Podium untuk BK8 Gresini Racing di MotoGP Malaysia 2026

Alex Marquez Persembahkan Podium untuk BK8 Gresini Racing di MotoGP Malaysia 2026

Sport | Minggu, 01 November 2026 | 23:37 WIB

Nelayan Air Nyatoh Kehilangan Penghasilan, Tangkapan Ikan Teri Turun akibat Laut Keruh

Nelayan Air Nyatoh Kehilangan Penghasilan, Tangkapan Ikan Teri Turun akibat Laut Keruh

Sumsel | Minggu, 01 November 2026 | 23:29 WIB

Kecelakaan Maut Bus Penumpang Tabrak Truk Berat: 10 Orang Tewas dan 24 Luka

Kecelakaan Maut Bus Penumpang Tabrak Truk Berat: 10 Orang Tewas dan 24 Luka

News | Minggu, 01 November 2026 | 23:00 WIB

Pura-pura Ban Motor Bocor, Pria di Bandar Lampung Diduga Bunuh Sepupunya

Pura-pura Ban Motor Bocor, Pria di Bandar Lampung Diduga Bunuh Sepupunya

Lampung | Minggu, 01 November 2026 | 22:48 WIB

Viral Pasien Lansia Terlantar di Teras Puskesmas Bantarujeg, Ini Kronologinya

Viral Pasien Lansia Terlantar di Teras Puskesmas Bantarujeg, Ini Kronologinya

Jabar | Minggu, 01 November 2026 | 22:44 WIB

×